NANDAR

Pada saat saya mengisi buku tamu ini saya berada di kota “Gudeg” Yogyakarta. Saya sengaja menuju ke kota Yogyakarta selain menemui keluarga saya yg tinggal di Jogja juga saya ingin melakukan studi banding seberapa jauh perkembangan kota Garut kalau dibandingkan dengan kota Jogja. Selama beberapa hari saya mencoba menelusuri kota ini ada beberapa hal yg cukup menarik di kota ini; 1) kota ini dipenuhi oleh para pelajar/mahasiswa dari berbagai wilayah NKRI (maklum kota pelajar) yg sangat melek dg internet mereka menggunakan internet sbg arena utk mengembangkan diri ke arah yg positif, misal; mencari kerja, mencari literatur, mengerjakan tugas, berdiskusi baik dengan dosen maupun teman sekampus dsb, sangat jarang sekali bahkan nyaris tdk ada yg menyalah gunakan internet dg membuka situs-situs dewasa ataupun situs-situs yg tidak bermanfaat malah dibeberapa warnet situs-situs demikian diblokir, 2) warga di sini sangat peduli thd lingkungan dan melek huruf dimulai dari mas-mas tukang beca, sopir, ojek, pedagang kaki lima, maupun mbak-mbak pedagang Gudeg, yg menarik adalah kalau di Garut suka ada jual “Aqua atau rokok dedet” (aqua atau rokok yg dijual paksa pada sopir angkot)di sini di ganti dengan “Koran Dedet” (jadi yg dijual koran), 3) jalan-jalan di kota ini sangat lebar dan jarang bahkan tidak ada sama sekali jalan yg bolong, becek dsb, 4)masyarakat di sini sangat tertib dan teratur apa yang menjadi kebijakan pemerintah selalu mendapat respon yg sangat baik, 5)para pelajar di sini tidak pernah gengsi klw pergi ke sekolah dg hanya menggunakan sepeda goel, 6)selain kota pelajar kota ini juga memiliki sejumlah objek wisata yg dikelola dg baik sehingga konsep pembangunan kota tidak meninggalkan ciri khas daerah. Saya memperkirakan perpaduan antara kota pelajar dg kota wisata sangat ideal untuk kota ini, para mahasiswa yg datang dari sabang sampai merauke sangat menikmati kota ini bahkan ada beberapa diantara warga kota ini yg dulunya mahasiswa asal dari kalimantan, papua, medan, padang tidak pulang lagi ke daerahnya karena sangat menikmati kenyaman kota ini. Di sela-sela perjalan terkadang saya suka merenung dan bertanya “Kapan kota Garut bisa seperti Ini? “Pemerintahannya bijaksana dan rakyatnya bisa diatur” Saya Beraharap Cabup/Wabup mendatang betul-betul dapat mengelola kekayaan dan keelekon kota garut untuk mensejahterkan semua warga Garut sehingga Garut menjadi Kabupaten yang “TATA TENGTREM KERTA RAHARJA”. Aamiin.