
| No | Tanggal | Isi | Sumber |
| 1. | 12/01/2012 | (Tarogong Kidul) Sebanyak 232 siswa terdiri dari 3 orang murid TK, 32 siswa-siswi SD, 97 siswa-siswi SMP, santri program Hafidz Al Quran, dan 6 orang ustadz, mendapat program dana bantuaan pendidikan berbasis prestasi dan ekonomi dari Yayasan Hanifah Muchtar, atau yayasan keluarga asal Garut yang telah berhasil mengembangkan usahanya di Jakarta.
Bantuaan program beasiswa tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur provinsi Jawa Barat, Dr. Ahmad Heryawan di Aula Musaddaddiyah Tarogong Kidul, dan dihadiri Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan wilayah IV (Periangan) Ir. TB. Hisni, M.Si. Bupati Garut, H. Aceng Fikry, S.Ag, unsur muspida, para siswa, guru-guru juga para kepala sekolah. Ketua Yayasan, JE, Abidin mengatakan, bantuan yang diberikan sebesar Rp 1,1 miliar tersebut bertujuan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, karena membangun kecerdasan bangsa bukan sepenuhnya tugas dan kewajiban pemerintah, tapi juga diperlukan partisipasi masyarakat. |
Kabar Periangan |
| 2. | 09/01/2012 | (Leles) Berbagai prestasi bisa diraih siswa untuk mengharumkan nama sekolahnya. Lewat kejuaraan di bidang akademik, olahraga, kesenian, maupun kegiatan ekstra kulikuler lainnya. Dari sederet nama yang sempat mengharumkan nama SMP Negeri 1 Leles, tersebutlah Astri Vina Cartika (15), yang tinggal di Kp./Ds. Cangkuang, Kec. Leles, Kab. Garut. Siswi yang satu ini bikin bangga semua pihak lewat olah vokalnya.
Astri mempunyai suara emas yang bisa menghipnotis pendengarnya. Dia beberapa kali menyabet gelar juara. Di antaranya juara tiga Festival Lagu Sunda se-Kab, nominasi lima besar Anggana Wanda Tembang Sunda, juara tiga Lagu Sunda dan Pop se-Kab. Garut, masuk nominasi lima besar Tembang Kawih Cianjuran se-Priangan, serta sederet kejuaraan lainnya. Bakatnya itu sudah nampak sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. sering bersenandung lagu-lagu Sunda, sang ayah terus memupuk bakat anaknya agar dapat mengembangkan talentanya. Untuk mempertajam vokalnya, seminggu dua kali Astri melakukan latihan khusus. Gadis ini yang berkeinginan untuk memperdalam tembang kawih Sunda dan tembang Cianjuran. Semoga bisa mengikuti jejak Ibu Mamah Dasimah, almarhumah Ibu Euis Komariah, dan almarhumah Ibu Tati Saleh. |
Galamedia |
| 3. | 09/01/2012 | (Limbangan dan Leuwigoong) Minat warga yang membuat e-KTP di Kantor Kecamatan Limbangan dan Kantor Kecamatan Leuwigoong, tinggi. Mereka rela berangkat subuh sambil menggendong anak demi membuat e-KTP. Bahkan banyak yang rela naik mobil bak terbuka, karena tempat tinggal mereka jauh.
Pemohon e-KTP terus membeludak. Mereka datang ke kantor kecamatan sejak pagi dan harus antre menunggu panggilan pendataan dan pemotretan oleh tim operator. Warga datang ke kecamatan didampingi kepala desa dan perangkat desanya. Tim operator dan para petugas yang melayani e-KTP agar semua warga yang datan, semuanya dilayani secara maksimal. Meski proses pembuatan hingga malam hari. Karena kasihan banyak warga yang tempat tinggalnya jauh seperti dari Kampung Sudi, Nenggeng dan lainnya. Warga mengungkapkan, dia menunggu panggilan pendataan dan pemotretan di teras halaman kantor kecamatan selama 7 jam sambil menggendong anak-anaknya. Di tempat terpisah Kasi Tantrib Pemerintah Kecamatan Leuwigoong Karyana dan Kasi Pemerintahan Asep mengatakan, pemohon e-KTP semakin membeludak terutama dari Desa Margahayu. Mereka banyak yang datang pagi hari yarter ojek dan memborong mobil bak terbuka untuk membuat e-KTP di kantor kecamatan. |
Radar Tasikmalaya |
| 4. | 22/12/2011 | (Cikajang) Desa Cikajang Kecamatan Cikajang menjadi tempat pembukaan pertukaran mahasiswa antar Negara yang terpusat di lapangan ketangkasan domba Garut Sanggar Budaya Pamidangan Cikandang. Kegiatan Pertukaran Pemuda Kanada Indonesia merupakan program bersama Menpora RI dan Canada Youth. Program yang dicanangkan, sebagai sarana memperkenalkan kultur dan budaya Indonesia khususnya adat Sunda.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada pemuda di seluruh dunia untuk memperluas pengetahuan mengenai variasi perkembangan dimasa depan dalam era globalisasi, dalam menciptakan perdamaian serta menjalin perkenalan kedua Negara untuk membangun persahabatan. Ini kegiatan yang ke tiga kalinya. Peserta berjumlah 9 mahasiswa dan seorang supervisor dari Kanada serta 9 mahasiswa dan seorang supervisor dari Indonesia. Mereka tinggal di rumah warga selama 3 bulan. Ini bisa menjadi motipasi belajar bahasa Inggris sehingga dapat menambah semangat para pemuda untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengetahui arti pentingnya pendidikan. |
Radar Tasikmalaya |
| 5. | 14/12/2011 | (Leuwigoong) Masyarakat Kecamatan Leuwigoong, Kab. Garut mengeluhkan, karena sampai sekarang belum memiliki Alun-alun dan Mesjid Agung. Padahal, kedua lokasi itu biasanya menjadi simbol wilayah pemerintahan atau ibu kota kecamatan. Akibat tak memiliki sarana tersebut, berbagai aktivitas pemerintahan seperti pelaksanaan sholat Ied, upacara peringatan hari-haru besar nasional, kegiatan olahraga dan ibadah lainnya menjadi terhambat.
Sejak dimekarkan dari kecamatan Leles beberapa tahun lalu, sarana dan prasana di Kec.Leuwigoong masih sangat terbatas. Kantor-kantor pemerintahan dan pelayanan publikan pun letak nya berjauhan, bahkan masih ada yang menumpang. Berupa Puskesmaspun letaknya di belakang pasar. Sehingga akses jalan terganggu.kata H.Ruslana, salah seorang tokoh warga. Sudah jauh-jauh hari merintis berdirinya dua sarana vital tersebut. Namun sayangnya, keinginan itu belum bisa terealisasikan, karena belum adanya dana untuk membebaskan lahan yang dibidik. Padahal, ia hanya sudah tersedia dan sangat strategis berada di depan kantor kecamatan. Camat Leuwigoong, H. Jujun Junaedi, mengakui memang Leuwigoong belum memilki Alun-alun atau Mesjid Agung. Namun hal itu juga terjadi di Kecamatan Kemekaran pada umumnya yang belum memiliki sarana itu. Namun, sangat ironos apabila di Leuwigoong tak memiliki Masjid Agung dan Alun-alun. |
Kabar Priangan |
| 6. | 14/12/2011 | (Cibalong) Jembatan utama di kampung Sinaraga, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, yang hancur diterjang bencana banjir bandang pada Mei pertengahan 2011 lalu hingga kini belum diperbaiki.
Akibatnya, aktivitas sehari-hari warga kawasan itu terganggu karna infrastruktur penghubung sepanjang 100 meter tersebut rusak. Jembatan yang melintas sungai Ciawi ini belum diperbaiki sampai sekarang. Aktivitas transportasi warga terganggu. Salah satunya, anak-anak sering bolos karena tidak bisa menyebrang, kata salah seorang tokoh masyarakat kampong Sinaraga, Muksin, kemarin. Sekretaris Desa Mekarsari Agus Satori mengatakan, jembatan penyebrangan yang ambruk ini sebelumnya dijanjikan pihak pemerintah akan segera dibangun. Tetapi, pada kenyataannya, hingga masa kini, perbaikan jembatan itu belium juga direalisasikan. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses, katanya. |
Media Republika |
| 7. | 06/12/2011 | (Tarogong Kidul) Peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati puluhan aktipis Garut Family Care (GFC), sebuah lembaga yang peduli terhadap para penderita HIV/AIDS di Kabupaten Garut dan belasan pelajar SMA di Garut dengan pembagian selembaran tentang bahaya HIP/AIDS dan penyematan pita merah kepada setiap pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.
Kegiatan Peringatan hari AIDS sedunia dipusatkan di RSUD Garut agar masyarakat dapat dengan mudah menjangkau dan mendapatkan informasi mengenai penyakit mematikan tersebut. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan, salah satunya dengan cara melakukan pemeriksaan rutin ke sejumlah klinik voluntary counseling and testing (VCT) yang tersedia di Garut. Berdasarkan data sejak 2007 hingga Oktober 2011 terdapat 103 orang penderita AIDS dan sisanya sebanyak 33 orang penderita mengidap HIV. Penyakit itu juga telah menyebabkan 56 orang warga Garut meninggal dunia. (UK/WS) |
Media Republik |