placeholder for flash movie
Senin, 22 Desember 2014   English | Sunda
e-Pengadaan
Info Lelang Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kab. Garut
Info Lelang Pengumuman Lelang
Info Lelang Daftar Pemenang Lelang

Dft.PNS Bersertifikat
e-Procurement (LPSE)

Sambutan Bupati
Naskah Pidato Bupati
Ass... saya bukan org Garut, tapi…
Hasil CAT Tes Kompetensi Dasar (TKD)…
Bangga saya jadi orang Garut, setiap…
Assalamualaikum, min maaf mau tanya. Kira2…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Percik Perda
Jadwal Imsakiyah
Sindikasi
Info Kecamatan
No Tanggal Isi Sumber
1.17/12/2014 (Cibiuk) Jumlah kelompok tani di Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, saat ini sudah dilikuidasi dari 12 kelompok
tani menjadi delapan kelompok tani. Likuidasi kelompok tani dilakukan melalui rapat antar pihak UPTD Tanaman Pangan Holtikultura dengan jajaran pengurus kelompok tani.

Pengurus Kelompok Tani mengungkapkan likuidasi kelompok tani dari 12 kelompok menjadi delapan kelompok disesuaikan dengan lahan di Cibiuk Kidul. Satu kelompok tani maksimal memiliki lahan garapan 25 Ha. Likuidasi bukan berarti mematikan empat kelompok tani lainnya.

Pengurus kelompok tani lainnya di Cibiuk Kidul, menuturkan likuidasi kelompok tani di desanya karena dianggap terlalu banyak yang tak sepadan dengan luas garapan. Namun kenapa jaman Kepala UPTD Tanaman Pangan Holtikultura terdahulu, membentuk kelompok tani hingga 12 kelompok.
Radar Garut
2.17/12/2014 (Pasirwangi) Warga Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, mendesak pemerintah desa untuk segera memperbaiki kondisi jembatan yang putus di Kampung Katomas, RT 05, RW 04, Desa Barusari. Pasalnya warga merasa resah jembatan yang putus tersebut telah memakan satu korban jiwa pekas lalu.

Kepala Desa Barusari Agus, menuturkan kejadian yang memakan korban jiwa itu terjadi pada pekan lalu. Korban seorang pria berumur 17 tahun warga Kecamatan Samarang, berkunjung ke rumah keluarganya pada malam hari dan melintasi jembatan rusak. Pihak Desa terkendala persoalan biaya untuk perbaikan jembatan tersebut. Padahal sejak awal runtuhnya jembatan, dari pemerintah Garut sudah meninjau lokasi dan dari Bina Marga Kabupaten Garut sudah ke lokasi.

Selain dari pihak pemerintahan dari PT. Chevron sudah menjanjikan siap memberikan dana bantuan untuk program corporate social responsibility (CSR) untuk perbaikan jembatan tersebut dalam waktu dekat. Pihaknya mengaku, setelah ada dana bantuan akan segera memperbaiki jembatan.
Radar Garut
3.17/12/2014 (Leuwigoong) Sebanyak 20 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya yang dipasang antara Jalan Cagak SKJ sampai Kampung Pintu, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, Minggu sore (14/12) sudah selesai dipasang. Pemasangan lampu PJU menggunakan kendaraan Dishub Provinsi Jabar dan lokasi pemasangan terakhir dipersimpangan Cowal.

Iman dan Iwan pekerja yang memasang PJU tenaga surya, mengatakan pemasangan lampu PJU tenaga surya menggunakan kekuatan sinar matahari. Ditiang PJU dipasang peralatan untuk menyerap sinar matahari yang dilengkapi accu. Energi matahari (tenaga surya) dapat disimpan melalu peralatan tersebut, serta bisa menghasilkan listrik. PJU tenaga surya tak menggunakan energi listrik dari PLN.

Masyarakat pengguna jalan dan yang rumahnya berdekatan dengan Jalan Provinsi merasa bersyukur atas dipasangnya PJU tenaga surya di jalur tersebut. Terlebih permohonan pemasangan PJU di ruas jalan yang gelap, berkali-kali diusulkan oleh pemerintah desa dan kecamatan melalui Musrenbang. Sekarang 20 PJU tenaga surya sudah dipasangkan akan segera dinyalakan.
Radar Garut
4.17/12/2014 (Samarang) Penambangan pasir ilegal di ka­wasan LegokPulus, Desa Sukakarya, Kec. Samarang, Garut, ternyata tak hanya membuat warga di dua desa di daerah tersebut resah, namun juga telah membuat pihak Perum Perhutani merasa jengkel. Sebabnya, penambangan pasir ilegal itu sudah jelas-jelas mengganggu lahan Perhutani. Apalagi dampak dari penambangan pasir ilegal itu sudah jelas telah merusak lingkungan dan bisa menyebabkan bencana longsor.

Humas Perum Perhutani KPH Garut, H. Zaenal Abidin mengatakan, lahan milik Perhutani di kawasan hutan lindung di Desa Tanjungkarya dan Desa Sukakarya itu kurang lebih 2.000 hektare. Dari jumlah itu, kata dia, yang telah dijadikan lahan penggalian pasir ilegal tersebut baru sekitar setengah hektare saja. Namun masalahnya, kata dia, bukan soal luas tidaknya lahan yang telah terganggu, melainkan dampak yang akan ditimbulkan dari penggalian pasir itu sendiri.

Pihak Perhutani sudah beberapa kali mengadakan penertiban di zona penggalian tersebut. Contonya, pemasangan papan peringatan, pemasangan portal, menyita alat-alat penggalian seperti singkup, cangkul, saringan dan sebagainya. Namun tetap saja mereka tidak merasa jera dengan cara penertiban seperti itu. masyarakat di Desa Sukakarya dan Desa Tanjungkarya resah dengan maraknya aktivitas galian C di daerah Legok Pulus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang. Mereka khawatir aktivas pertambangan di kawasan hutan pinus
milik Perum Perhutani tersebut mengakibatkan longsor. Apalagi sekarang tengah musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Kabar Priangan
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
December 2014
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer