placeholder for flash movie
Sabtu, 25 Oktober 2014   English | Sunda
e-Pengadaan
Info Lelang Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kab. Garut
Info Lelang Pengumuman Lelang
Info Lelang Daftar Pemenang Lelang

Dft.PNS Bersertifikat
e-Procurement (LPSE)

Sambutan Bupati
Naskah Pidato Bupati
Assalamualaikum.. saya sdh terima surat balasan…
Assalamualaikum.. Min, pengumuman hasil seleksi berkas…
Ass wr.wb maaf sebelumnya, saya mau…
ass...pak saya mau tanya kenapa amplop…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Percik Perda
Jadwal Imsakiyah
Sindikasi
Info Kecamatan
No Tanggal Isi Sumber
1.23/10/2014 (Tarogong Kidul) Kepala Seksi Eksploitasi Sumber Daya Laut dan Pemberdayaan Masyarakat di Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut, Irma Hermanawati mengatakan dalam setahun, Sejumlah nelayan di pesisir pantai selatan Garut hanya mengalami masa panen ikan selama dua bulan.Pada tahun ini, bahkan masa panennya sangat singkat, hanya dua minggu, dengan hasil tangkapan ikan sebanyak 29,5 ton dan menghasilkan retribustri bagi Pendatan Asli Daerah (PAD) Garut senilai Rp.8 Juta.

Menurut Irma, selain kondisi alam, penyebab tak adanya penduduk selatan Garut bergerak di sektor budidaya ikan laut, dan mereka bergerak disektor penangkapan ikan laut pun sedikit, karena jumlah kemungkinan bersentuhan dengan wilayah pesisir sendiri hanya 21 desa dari tujuh kecamatan. Kendati banyak bentangan pantainya cukup panjang, mencapai sekitar 83 kilometer, mulai kecamatan Cibalong berbatasan Kabupaten Tasikmalaya hingga Kecamatan Caringin berbatasan kabupaten Cianjur.

Sementara, Kepala Seksi Sarana Prasarana Penangkapan Jejen Jaenudin menyatakan, jumlah penduduk di wilayah Selatan Garut yang bergerak di sektor penangkapan ikan laut sendiri saat ini mencapai sebanyak 4.019 orang. Mereka terdiri atas nelayan itu sendiri, pengusaha, dan bakul. Mereka terbesar di lima Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), yakni PPI Cilauteureun, Cijeruk, Cimarimauara, Rancabuaya dan Cicalobak.
Pelita
2.23/10/2014 (Limbangan) Desa Ciwangi Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut telah melaksanakan pembangunan pengerjaan rabat beton sepanjang 400 meter dari anggaran pemerintahan provinsi Jawa Barat Sebesar Rp.100 juta . Hal ini disampaikan Kepala Desa Ciwangi , Marpu. Ia mengatakan bahwa anggaran dari Pemerintahan Provinsi itu di peruntukkan membangun jalan poros Desa Kampung Bojong Sampai Ke Kampung Cileunca , dengan panjang sekitar 400meter.

"Pembangunan tersebut hasil musyawarah seluruh elemen lembaga yang ada di desa dan hasil ajuan proposal awal untuk pembangunan rabat beton jalan poros desa Bojong Cileunca. Antusias masyarakat pun begitu baik , dan masrakat akan berbantu untuk memperlancar roda perekonomian masyarakat setalah jalan tersebut di bangun . Karena masyarakat di wilayah desa kami bermata pencaharian di bidang pertanian . kami mengucapkan terima kasih Kepada Pihak Pemerintahan Provinsi yang telah memberikan anggaran pembangunan untuk Desa kami," Katanya.

Ucapan terima kasih juga di sampaikan salah satu warga desa , karena menurutnya perbaikan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat . "Kami merasa bersyukur atas di bangunnya jalan tersebut, karena jalan ini sangat di butuhkan oleh masyarakat untuk memperlancar roda perekonomian. Mudah-mudahan setelah di bangunnya jalan ini, bisa membantu dan mengurangi beban masyarakat saat musim panen. Karena sebelum jalan ini di pebaiki, ongkos hasil panen kami terlalu mahal ," Katanya .
Suara Nasional Pos
3.22/10/2014 (Banyuresmi) Sebongkah batu berukuran besar yang sempat menutupi sebagian ruas Jalan Raya Limbangan-Garut, tepatnya di Kampung Rancakukuk Desa Karya Mukti Kecamatan Banyuresmi, Senin (20/10) dipecahkan oleh dua orang pemecah batu. bongkahan batu akibat longsor dari tebing sekitar setahun yang lalu itu telah mengganggu arus lalu lintas bahkan telah banyak memakan korban kecelakaan lalu lintas.

Menurut Eutik salah satu warga menjelaskan, bongkahan batu berukuran besar tersebut menutupi sebagian ruas jalan, sehingga banyak menimbulkan kecelakaan. Sekalipun kecelakaan itu tidak langsung menabrak batu, tetapi rata-rata burusaha menghindari batu yang akhirnya tertabrak atau tabrakan langsung dengan kendaraan dari arah Limbangan.

Muin (60) yang di temui di tengah-tengah kesibukannya pemecah batu tersebut, mengatakan butuh dua sampai tiga hari untuk memecah batu yang menghalangi ruas jalan itu. Pecahan batu itu di perkirakan akan mendapatkan batu pondasi sekitar 4 kubik yang di perkirakan akan terjual sekitar Rp. 400 Ribuan. Menurut Muin apabila batu yang di pecahnya berhasil semua dan terjual, maka hasilnya akan di bagi dua dengan Eutik dan memiliki batu tersebut dan apabila semuanya lancar, tidak hanya akan mampu menghasilkan sejumlah uang tetapi sekaligus membantu kelancaran lalu lintas dan menghindari kecelakaan lebih banyak lagi.
Radar Garut
4.22/10/2014 (Malangbong) Mantan Bendahara UPTD Pendidikan Malangbong, AM, terduga pelaku penipuan 76 Kepala sekolah (Kepsek) dan Guru di Kecamatan Malangbong atas dana Kredit profesi guru PNS sebesar Rp. 8,9 miliar, hingga kini masih buronan. Para kepsek dan guru yang menjuadi korban aksi penipuan AM pun hanya bisa gigit jari. Karena sampai sekarang, mereka belum memperoleh kepastian, apakah mereka bisa mendapatkan uangnya kembali.

Tetapi, sejak 24 April 2014 AM tidak bertugas lagi sebagai Bendahara Gaji pada UPTD Pendidikan Malangbong, dan sudah di jatuhkan sanksi oleh Kepala UPTD Pendidikan Malangbong. Pun sudah di buatkan surat pemberhentian dari jabatan dan pemberhentian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)-nya.

Modus yang dilakukan AM yakni membujuk kepsek dan guru supaya meminjam uang ke bank dan koprasi dengan jaminan SK PNS. Setelah cair, uang tersebut lalu di pinjam AM dengan janji akan di kembalikan dalam jangka waktu tiga bulan setelan pencairan. Jumlah kepsek dan guru yang berhasil di bujuk mencapai sebanyak 76 orang, dengan total dana pinjaman di cairkan senilai Rp. 8.944.622.000.

Inilah koran
5.22/10/2014 (Cibatu) Kasus banyaknya warga kampung Sumur Kondang, Desa Kerta Jaya, Kec.Cibatu yang mengalami gangguan jiwa, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Garut. Untuk mengatasi keresahan masyarakat akibat banyaknya warga yang mengalami gangguan kejiwaan ini, Pemkab garut menurunkan tim kedaerah tersebut.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebutkan, tim yang diturunkan untuk memeriksa para penderita gangguan jiwa di Kecamatan Cibatu itu terdiri dari 30 dokter ahli jiwa dan tenaga medis mereka bukan hanya melakukan pemeriksaan, tapi juga sekaligus mengobati serta menindak lanjuti penanganan para penderita. Berdasarkan hasil penelitian tim, tutur Helmi, angka penderita penyakit jiwa yang terjadi diwilayah Kecamatan Cibatu di anggap masih normal. Karena menurutnya 72.000 warga Kecamatan Cibatu, yang mengalami gangguan jiwanya ada 115 orang.

Sebagaimana sempat diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 warga Kampung Sumur Kondang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, secara berurutan sejak lima tahun terakhir sampai tahun ini mengalami gangguan jiwa. hal ini diduga akibat himpitan ekonomi dan masalah cinta yang mereka alami. Berdasarkan keterangan Ketua RW 09 Kampung Sumur Kondang Thobroni, dari 13 penderita gangguan jiwa, baru 10 di antaranya yang upayakan untuk di obati. Sedangkan, 3 warga lainnya di sembungyikan kelurganya karna malu. Sebelumnya, dua warga yang alami gangguan jiwa telah meninggal dunia.
Kabar Priangan
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
October 2014
SuMoTuWeThFrSa
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer