placeholder for flash movie
Sabtu, 31 Januari 2015   English | Sunda
e-Pengadaan
Info Lelang Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kab. Garut
Info Lelang Pengumuman Lelang
Info Lelang Daftar Pemenang Lelang

Dft.PNS Bersertifikat
e-Procurement (LPSE)

Sambutan Bupati
Naskah Pidato Bupati
Maaf kepada bapak/ibu pengurus web yang…
AssalamuaalaikumSelamat pagi..khusus buat Anda...iya...Anda...betul..buat anda,buat siapa…
Pengumuman Kelulusan CPNS Kab. Garut 2014.…
Saya bukan orang Garut, tapi saya…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Percik Perda
Jadwal Imsakiyah
Sindikasi
Info Kecamatan
No Tanggal Isi Sumber
1.21/01/2015 (Malangbong) Warga Kampung Pasirbaros, Desa Cempaka, Kecamatan Malangbong Garut dikejutkan dengan adanya bus yang nyelonong masuk ke halaman Masjid Besar Malangbong, Selasa (20//01/2015). Peristiwa yang terjadi pukul 09.00 pagi itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun sudah cukup membuat warga dan penumpang merasa shok.

Bus Primajasa itu melaju dari arah Tasikmalaya menuju Jakarta. Namun tiba-tiba bus masuk ke halaman Masjid Besar Malangbong yang sedang direnovasi.

Salah seorang saksi mata, kejadian berawal ketika bus tersebut menyalip sepeda motor. Namun setelah korban terjatuh, Bus tersebut kabur. Tukang ojek yang berada di dekat lokasi langsung mengejar bus tersebut. Sementara sebagian warga lainnya menolong korban dan membawanya ke puskesmas Malangbong.

Diduga karena ketakutan, sopir tersebut langsung memasukan bus nya menerobos halaman masjid yang sedang diperbaiki. Begitu turun sang sopir naas itu langsung dipukuli massa. Untungnya, sang sopir segera diamankan petugas yang datang ke lokasi, selanjutnya dia dibawa ke Mapolsek Malangbong.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Malangbong.
Hingga berita ini diturunkan, Bus Primajasa, sepeda motor korban sang sopir bus dan pemilik sepeda motor masih berada di Mapolsek Malangbong untuk dimintai keterangan. Sedangkan penumpang bus langsung dipindahkan ke bus lainnya. (Dindin Herdiana/Nandang Hidayat)
Kabar Priangan
2.15/01/2015 (Tarogong Kidul) Sekolah Sepak Bola (SSB) Priangan akhirnya keluar sebagai juara dalam turnamen sepakbola PSSI U-15 yang digelar oleh Assosiasi PSSI Garut. Da­lam babak final yang digelar di Stadion Merdeka, Kherkoff, SSB Priangan berhasil mengalahkan JFC Pameungpeuk dengan skor 4-1. Pertandingan yang digelar pada Senin (12/1/2015) tersebut berlangsung dengan tempo cepat. Namun gaya permainan pasukan SSB Priangan yang lebih tenang, membuat kesebelasan ini mampu menguasai pertandingan.

Pembinaan usia dini sangat diperlukan dan itu mutlak harus mendapat perhatian, salah satunya dengan menggelar turnamen usia dini. Selama ini, kata dia, di Garut jarang ada turnamen yang berorentasikan pada anak-anak di bawah Usia 15 tahun.

"Ini program pertama kita, dan sebagai salah satu program Garut bangkit juga. Kemarin saja, dengan adanya pembatasan, jumlah peserta mencapai 43 tim. Apalagi jika tak dibatasi,"kata dia.

Turnamen yang digelar selam 40 hari tersebut, telah banyak memunculkan bibit-bibit muda yang tidak pernah terlihat oleh pemerintah maupun PSSI. Dukungan dari pemerintah dengan dibentuknya Dinas Pemuda dan Olahraga yang baru, menjadi suport tersendiri bagi kemajuan persepakbolaan di kabupaten Garut. Dengan banyaknya talenta-talenta muda yang sangat brilian, akan disuport secara khusus cabor sepakbola. (Dindin Herdiana)
Kabar Priangan
3.08/01/2015 (Karangpawitan) Sejak Minggu (4/1/2015), Agung Sanjaya (35), warga Purwokerto, Jawa Tengah, sudah berada di kawasan makam keramat Godog di Kampung Makam Godog, Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan. Dia bersama beberapa rekannya datang jauh-jauh dari kampung asalnya untuk menghadiri upacara "Ngalungsur Pusaka" di Komplek makam keramat Syekh Sunan Rahmat Suci alias Prabu Kian Santang tersebut yang biasa digelar setiap tanggal 14 Maulud.

Menurut Agung, dia berziarah ke makam keramat itu untuk mengingatkannya akan perjuangan Prabu Kian Santang dalam menyebarkan agama Islam, terutama di Tatar Sunda. Selain itu, dia juga ingin mengikuti prosesi pemandian benda pusaka milik Prabu Kian Santang, yang sering disebut acara ngalungsur pusaka. Sedangkan Bandhi Sutono (40) asal Karawang mengaku datang ke makam Godog karena menyenangi hal-hal yang berkaitan dengan benda pusaka. Ia mengaku kedatangannya merupakan yang ke tiga kalinya dan selalu di Bulan Maulud.

Proses memandikan benda-benda pusaka tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah juru kunci atau kuncen yang sudah mendapatkan kepercayaan dari sekitar 40 orang lebih anggota yang tergabung dalam Ikatan Juru Kunci Makam Godog. Sebelum benda pusaka dikeluarkan dari tempat penyimpanannya berupa kandaga atau peti, para kuncen terlebih dulu melakukan pengajian yang diisi dengan membaca Alquran dengan diiringi pembacaan salawat sehari sebelumnya.
(Kabar Priangan)
4.08/01/2015 (Cikelet) Pemerintah, setidaknya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut harus mengucapkan terima kasih kepada pengunjung, yang masih setia mendatangi objek wisata Pantai Santolo di Garut Selatan. Pasalnya, di pantai yang terletak di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet itu, mereka tidak dilayani dengan baik. Padahal para pengunjung ini sudah banyak mengeluarkan banyak uang untuk datang ke pantai ini.

Di musim libur akhir tahun kemarin, kondisi Pantai Santolo terlihat kumuh. Sarana jalan masih tetap bolong-bolong serta digenangi air, sehingga terlihat seperti kubangan kerbau. Kondisi lainnya, jalan becek-becek karena tidak beraspal. Parkir kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil semrawut, dengan tarif parkir yang melambung, yaitu Rp 10.000/kendaraan. Hal yang paling dikeluhkan pengunjung adalah masalah sampah yang berserakan dimana-mana dan tidak terlihat ada petugas kebersihan di lokasi tersebut. Kondisi ini menyebabkan kawasan Pantai Santolo terlihat "sareukseuk", tak ubahnya seperti pasar, bukan objek wisata.

Padahal jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi di kawasan Pantai Santolo saat ini ada kemajuan, diantaranya keberadaan penginapan dan rumah makan yang mulai menjamur. Selain itu, akses jalan dari Kota Garut ke kawasan selatan sudah cukup baik. Hanya saja ketika sudah masuk ke kawasan objek wisata, ternyata infrastruktur objek wisatanya malah terbengkalai. Pedagang kaki lima, pedagang ikan, dan sarana pejalan kaki tidak ditata dengan baik, yang pada akhirnya banyak pengunjung mengeluh dengan kondisi seperti itu.
(Kabar Priangan)
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
January 2015
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer