garut header
Senin, 02 Mei 2016   English | Sunda
rss2
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
assalamu'alaikum mohon informasinya, saya salah satu…
Assalamualaikum Sampurasun Ku reueus ninggali kamajuan…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Jelang Lebaran RSUD Garut Bentuk Tim Khusus

Menjelang Idulfitri 1427 H/2006 M, Badan Pengelola (BP) RSU dr. Slamet Garut membentuk tim khusus, disebut tim RS Mini yang disiagakan selama 24 jam.

Tim khusus yang melibatkan 60 orang tenaga perawat dan tenaga kesehatan di Unit Gawat Darurat (UGD) itu, dioperasikan selama H- dan H+ Lebaran, guna meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa rumah sakit setempat.

“Kerja para petugas piket dalam tim RS Mini ini disif dengan jumlah tenaga sebanyak 2 orang per hari. Kita juga menyiapkan 4 orang tenaga dokter dalam tim. Sedangkan dokter yang cuti juga on call atau siap siaga bila diminta bantuan,” kata Kepala BP RSU dr. Slamet Garut, dr. Yati Maryati S., M.Kes. disertai Kabid Pelayanan Medik, dr. Widjajanti dan Kasubbag Informasi dan Pelayanan Pelanggan Yogi Suprayogi kepada “GM”, Selasa (17/10).

Menurut Yati, persediaan obat-obatan maupun peralatan medis untuk pelayanan pasien selama H- dan H+ Lebaran tahun ini sudah cukup memadai. Namun biasanya, jumlah pasien cukup membeludak meskipun dalam waktu bersamaan cukup banyak pasien yang memaksa pulang untuk bisa berlebaran dengan keluarganya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tutur Yati, terdapat sebanyak 40% dari 70% pasien yang dalam masa perawatan dan penyembuhan, memaksa pulang dari rumah sakit dengan alasan seperti itu. Sedangkan yang tidak bisa diizinkan pulang hanya pasien yang sedang dalam masa penanganan.

Dikatakan Yati, membeludaknya jumlah pasien, terutama pada malam takbiran. Pasien tersebut kebanyakan merupakan pasien kecelakaan lalu lintas. “Kita berharap pihak Kodim 0611 bisa memberikan bantuan pelbet untuk keperluan penanganan pasien tersebut. Karena, rumah sakit hanya memiliki 20 unit pelbet,” katanya.

Donor darah

Sementara itu, Ketua Harian PMI Cabang Garut, Drs. Uus Kudus, M.Si. didampingi Kepala Markas PMI Cabang Garut, Drs. Dikdik Hendrajaya, M.Si. mengimbau agar masyarakat yang mengalami kecelakaan dalam rentang H- dan H+ Lebaran dan memerlukan darah untuk membawa serta anggota keluarganya yang memiliki darah yang sama dan bisa didonorkan.

Hal itu jelas Dikdik karena persediaan darah di PMI selama Ramadan nyaris tidak ada atau menurun lebih dari 80%. Padahal biasanya, dalam sebulan itu di PMI tersedia cadangan darah sebanyak 300 labu dari para sukarelawan.

“Setiap Ramadan memang persediaan darah di PMI selalu menurun drastis. Boleh dikatakan sampai tak ada persediaan. Cadangan darah kembali ada biasanya nanti setelah memasuki Syawal,” kata Dikdik.