garut header
Minggu, 22 Oktober 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Suhu Air di Cipanas Turun, Ini Analisa Pakar Geologi

Penurunan suhu air panas di kawasan obyek wisata pemandian air panas Cipanas Indah Garut diduga terjadi bukan semata fenomena alam melainkan lebih akibat rusaknya lingkungan akibat ulah manusia.

Menurut Pakar geologi pada Pusat Sumber Daya Geologi Bandung Danny Zulkifli Herman, air panas di lingkungan gunung api seperti Gunung Guntur ada kaitannya dengan pemanasan air tanah (air meteorit) oleh magma di bawah permukaan bumi.

Dengan kata lain, air panas di kawasan obyek wisata Cipanas Garut bersumber dari aliran sungai bawah tanah yang terpanaskan magma Gunung Guntur yang berfungsi laiknya tungku raksasa.

Sehingga bisa jadi menurunnya suhu air panas di kawasan tersebut akibat adanya penurunan suhu magma bersamaan proses pembekuan dapur magma.

Sedangkan kerusakan lingkungan seperti penggundulan hutan, dan atau penambangan galian C yang terjadi di sekitar kawasan sumber air panas berdampak proses pembekuan atau pendinginan dapur magma sendiri mengalami peningkatan terutama pada bagian atasnya. Sekaligus mengakibatkan terjadinya peningkatan evaporasi/penguapan air tanah.

“Inilah sejumlah faktor yang bisa jadi berpengaruh terhadap penurunan suhu magma, dan air panas di kawasan wisata Cipanas, khususnya Cipanas Indah Garut,” kata Danny, belum lama ini.

Karenanya, dia menyarankan agar kondisi debit maupun suhu air panas di kawasan obyek wisata Cipanas Indah itu tetap terjaga, maka langkah yang mesti dilakukan antara lain dengan menjaga kelestarian konservasi hutan, dan air tanah di sekitar sumber mata air, serta disinkronkan dengan penataan tata ruang.

“Pada dasarnya, semua itu, ya kembali ke tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Kerusakan lingkungan kan ada kaitannya dengan miss management penataan ruang, konservasi hutan, dan konservasi air tanah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Wisata Cipanas Indah pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Herman mengatakan, penurunan suhu air panas di sumber mata air Cipanas Indah terjadi akibat berubahnya kondisi bentangan alam yang merupakan resapan air di kaki Gunung Guntur karena maraknya aktivitas penambangan liar galian C. Jarak terdekat areal penambangan liar sendiri berkisar 500 meter dari sumber mata air panas Cipanas Indah.

“Cek saja sendiri! Banyak sumber mata air di kawasan Cipanas saat ini debit maupun suhunya berkurang, bahkan airnya hilang sama sekali. Seperti sumber mata air di Pamenong Rancango, Tanjung Kamuning, Cisakti Cilopang, dan Cikatel Pananjung. Juga sumber mata air di Ciengang,” ujar Herman.

Dia menyebutkan, suhu air panas di kawasan Cipanas Indah kini berkisar 20-10 derajat celcius. Padahal sebelumnya, suhunya berkisar 37-46 derajat celcius.

“Pada zaman kemerdekaan dulu, suhu air di Cipanas Indah ini sama dengan di Ciengang. Panas sekali. Lebih dari 40 derajat (celcius). Makanya, di sumber mata airnya dibangun tembok-tembok seperti bak atau kolam, karena memang tadinya untuk berendam. Tapi kalau sekarang, suhu air di Ciengang juga mengalami penurunan dibandingkan sebelum-sebelumnya,” imbuh Herman.