garut header
Sabtu, 18 Nopember 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Bupati Garut: Kita Usulkan 1200 Guru Honorer untuk Diangkat PNS

Baru-baru ini Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah yang berada di pelosok masih kekurangan guru. Kekurangan tenaga pengajar ini ditenggarai dari honorer maupun pegawai negeri sipil (PNS).

“Ya, terutama di pelosok Garut paling banyak kekurangan guru saat ini ditingkat SD dan SMP,” kata Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, belum lama ini.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Garut memiliki daerah yang cukup luas dengan jumlah sekolah tingkat SD, SMP dan SMA yang cukup banyak tersebar di 42 kecamatan. Untuk jumlah rilnya belum dapat diketahui. Namun berdasarkan laporan sementara total kekurangannya sekitar 6 ribuan guru.

“Angka kekurangan itu berdasarkan perhitungan karena banyaknya guru berstatus PNS yang memasuki masa pensiun dan larangan pengangkatan guru honorer,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut telah mengusulkan pengangatan guru honorer menjadi PNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (menpan-RB) sebanyak 1.200 orang.

“Sesuai kemampuan, maka kita mengusulkan pengangkatan guru honorer sebanyak 1.200 orang ke Kemenpan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Ade Manadin, menyebutkan, berdasarkan perhitungan kebutuhan guru di tingkat SD ada sekitar 1.970 guru PNS dan honorer.

Menurutnya, kurangnya guru untuk memenuhi kebutuhan sekolah di Garut itu karena terhambat oleh sejumlah aturan. Misalnya, pemerintah melarang mengangkat tenaga guru honorer sesuai dengan PP 46.

“Kalau pemerintah mengangkat guru honorer menjadi CPNS Guru SD maka akan memenuhi standar pelayanan,” tukasnya.