garut header
Selasa, 26 September 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Warga Berharap Gunung Guntur Terjaga Kelestariannya

Warga sekitar kawasan kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berharap gunung aktif Guntur dapat terjaga kelestariannya dengan tidak melakukan penambangan di kawasan itu untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

“Saya sebagai warga sini berharap Gunung Guntur tetap terjaga degan baik, tidak dirusak dengan adanya aktivitas penambangan, karena khawatir terjadi bencana,” kata Ikbal warga sekitaran kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, belum lama ini.

Ia menuturkan, Gunung Guntur merupakan gunung aktif yang lokasinya cukup dekat dengan pemukiman penduduk dan kawasan perkotaan serta objek wisata unggulan Cipanas Garut.

Jika aktivitas penambangan pasir terus dibiarkan, Ikbal khawatir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang dikhawatirkan berdampak buruk terhadap ekosistem di hutan tersebut.

“Kalau gunungnya rusak, ekosistem juga pasti bakal rusak, dampak lainnya dapat menimbulkan bencana alam,” kata Ikbal.

Ia berharap, upaya menjaga kelestarian lingkungan di gunung aktif itu dengan menindak tegas para penambang pasir liar.

Selama ini, kata dia, seringkali masih ada sejumlah truk yang mengangkut pasir dari kawasan kaki Gunung Guntur, padahal pemerintah daerah telah menutup lokasi penambangan.

“Saya harap pemerintah daerah maupun kepolisian tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan di Gunung Guntur,” katanya.

Menanggapi persoalan Gunung Guntur itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, pemerintah daerah sudah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tahun 2011 tentang larangan aktivitas penambangan di kawasan Gunung Guntur.

Bahkan, lanjut dia, pemerintah provinsi maupun kepolisian telah melakukan penutupan di lokasi yang dijadikan kawasan penambangan pasir.

“Kita sudah bersikap tegas dalam menyikapi maraknya aktivitas penambangan liar di kawasan Guntur, bukan hanya pemkab, bahkan pemprov,” katanya.

Rudy khawatir, aktivitas penambangan di kawasan Gunung Guntur itu dapat menimbulkan bencana alam, seperti banjir maupun longsor.

Menurut dia, kerusakan lingkungan di Gunung Guntur dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Tarogong Kaler.

“Jika terus dibiarkan, ini akan berakibat sangat buruk karena tak menutup kemungkinan mengakibatkan banjir bandang yang akan menghabiskan daerah Tarogong,” katanya.