garut header
Minggu, 22 Oktober 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Bupati Garut Ingatkan Jajarannya Untuk Tingkatkan Kinerja

Bupati Garut H.Rudy Gunawan, SH., MH., MP mengisyaratkan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Garut bergantung kepada seluruh kepala SKPD, Camat, termasuk para Kepala Desa. Sedangkan bagi PNS, Bupati mengingatkan agar senantiasa bekerja secara optimal sebagai bentuk pengabdiannya pada negara.

Hal itu disampaikannya pada saat memimpin Rapat Negeri, di Gedung Negara Pendopo Garut, Kamis (12/10) yang dihadiri Wakil Bupati dr.H.Helmi Budiman, Sekretaris Daerah H.Iman Alirahman, SH., M.Si, Kepala Kejari Garut Mamik Suligiono, Kepala Badan Pertanahan Nasional, unsur TNI/Polri, para kepala SKPD, Camat serta seluruh kepala desa dan lurah se-kabupaten Garut.

“Bagi para PNS dan non PNS yang tidak bekerja optimal sebaiknya mawas diri”, tegasnya. Bagi para Kepala Desa bahkan kepala Daerah yang nota bene adalah jabatan politis, Bupati mengingatkan kembali agar bentuk rasa terima kasih kepada masyarakatnya yang telah memilihnya dengan bentuk peningkatan kinerjanya.

Salah satu hal mendasar yang kini ditekankan dalam meningkatkan kinerjanya bagaimana menekan prosentase angka kemiskinan di Kabupaten Garut. Tahun 2014, posisi angka kemiskinan berada pada 13 persen, sedangkan pada tahun 2015 dan 2016 berhasil ditekan pada angka 11 persen.

“Kami berharap 2018 nanti angka kemiskinan itu bisa lebih ditekan di 8 persen dibawah Provinsi Jawa Barat (9 persen),” harapnya.

Sedangkan masalah lain yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah adalah masalah kebencanaan, dimana posisi Kabupaten Garut berdasarkan Indeks Risko Bencana Indonesia (IRBI 2013) berada pada posisi ke-2 setelah Kabupaten Cianjur dengan indeks 238. Sehingga diharapkan seluruh SKPD dan Camat untuk tetap waspada dengan ancaman bencana di daerahnya.

“Mengantisipasi ancaman bencana, saya minta para camat menyiagakan kantornya dengan membentuk Pos Siaga Bencana,” tegasnya.

Sementara itu berkaitan dengan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Nasional Badan Pertanahan Nasional/Agraria yang dilakukan di Kabupaten Garut, Jawa Barat diakui Bupati telah berhasil. Hal ini bisa dilihat dari besarnya animo masyarakat yang mengikuti program itu.

Meski demikian Bupati Rudy dihadapan para Camat dan Kepala Desa yang hadir agar membantu mempermudah persyaratan PTSL yag diajukan masyarakat, Pemda sendiri akan membantu masyarakat dalam pembebasan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan).

“Tahun ini sudah sudah selesai sesuai kuota 5 ribu sertifikat bidang tanah, dimana sebagian sudah diberikan dan selebihnya menunggu konfirmasi kehadiran Presiden di Garut. Tahun 2018 Garut mendapat kuota sebanyak 60 ribu sertifikat bidang tanah,” ujar Bupati. 

Menyinggung masalah teknologi informasi, Bupati mengigatkan masyarakat senantiasa lebih cerdas dan selektif memilih dan memilah informasi. Kerap munculnya informasi yang tidak disaring dengan baik merupakan bentuk kurangnya kemampuan menyeleksi informasi.

“Saya berharap, semua pihak saling cross check atas semua informasi yang kita terima. Jika itu menyangkut pribadi seseorang, ada baiknya tabayyun. Bila halnya berhubungan dengan pemerintah, berbagai kanal bisa dimanfaatkan untuk cross check dan beritanya, baik lewat website, SMS center, atau media sosial,” tegasnya.

Maraknya hoax, sebut Rudy, sejatinya juga menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik.

“Semakin informasi bisa diakses publik, jika ada hoax, maka semakin mudah terbantahkan, karena masyarakat sudah cerdas,” pungkasnya.