garut header
Rabu, 22 Nopember 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Presiden RI Meminta Para Kades di Garut Hati-Hati Menggunakan Dana Desa

Usai melaksanakan rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, dan membagikan 5500 sertifikat kepada warga Kabupaten Garut, Sumedang dan Tasik, Presiden Jokowi sempat diwawancarai media di Lapangan Merdeka Kerkof, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (17/10) petang.

Ketika awak media menanyakan terkait anggaran dana desa yang banyak disalahgunakan oleh para Kepala Desa, Jokowi mengatakan, pemerintah desa menjadi salah satu lembaga baru yang mulai rentan terjadi praktik korupsi. Jumlahnya mencapai 62 kasus dan yang diproses ke penyidikan sejauh ini ada 48 kasus dengan nilai korupsi Rp 10,4 miliar.

“Korupsi di pemerintah desa muncul sejak dana desa mulai dikucurkan. Sebagai kebijakan, desentralisasi anggaran hingga ke perdesaan merupakan upaya pemerataan pembangunan. Namun, yang perlu diingat, ketika desentralisasi dilaksanakan, terjadi desentralisasi kekuasaan dan tentunya rawan terjadi korupsi. Guna mencegah korupsi tersebut, pengawasan mesti diperketat,” ujarnya kepada wartawan.

Pemerintah sudah mengucurkan dana desa sebanyak Rp 127,74 triliun sejak pertama kali digelontorkan pada 2015. Desa yang sudah menerima dana tersebut 74.910 dengan rincian pada 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 Rp 49,98 dan 2017 Rp 60 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan setiap desa pada tahun pertama kira-kira dapat Rp 300 juta, tahun kedua Rp 600 juta, tahun ketiga Rp 800 jutaan.

Menurut Presiden Jokowi, dari sekitar 74.000 desa yang menerima Dana Desa, tahun ini ada kurang lebih 900 desa yang mempunyai masalah, kepala desanya ditangkap, karena menyelewengkan Dana Desa. Untuk itu, Jokowi meminta agar para Kepala Desa di Garut hati-hati menggunakan dana ini.

“Silakan dipakai untuk membangun infrastruktur silakan, jalan desa silakan, dipakai untuk embung silakan, dipakai untuk irigasi yang kecil-kecil silakan, dipakai untuk membendung sungai kecil silakan. Yang paling penting yang tidak boleh, hanya satu, jangan ada yang ngantongin untuk kepentingan pribadi, ini yang tidak boleh,” tegas Presiden Jokowi.