placeholder for flash movie
Jumat, 22 Agustus 2014   English | Sunda
Assalammualaikum.. Perkenalkan, saya nadia.. Mau bertanya,…
Dirgahayu RI ke 69, jayalah selalu…
Ass.selamat malam bapa ibu yg budiman..dengan…
Pak bade tumaros info lowongan kerja…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
Dana Pilbup Belum Cair, KPU Ngutang

Dana Pilbup Kab. Garut yang diajukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Garut, belum juga cair. Untuk menutupi kebutuhan kegiatan yang telah berlangsung, KPU mengaku terpaksa mengutang dulu.

Ketua KPU Garut, M. Iqbal Santosa menyebutkan, dana yang dipinjam KPU dari pihak lain itu mencapai Rp 100 juta. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan biaya operasional, seperti pengadaan kertas, tinta, formulir, pemutakhiran data pemilih, dan penyusunan daftar pemilih sementara.

“Ya, kita pinjam dulu. Untung masih ada yang mempercayai. Padahal untuk pilbup ini sudah dianggarkan biaya sebesar Rp 19 miliar dan kewajiban oemkab mencairkannya,” katanya kepada wartawa, Rabu (25/6).

Belum turunnya dana pilbup, diakui Iqbal, juga mengakibatkan honor bagi panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara belum bisa dibayarkan.

Menurut Iqbal, kebutuhan dana Pilbup Garut mencapai Rp 23 miliar. Dari dana sebesar itu, baru Rp 19 miliar disetujui DPRD Garut dan ditandatangani pengajuannya oleh Bupati Garut. Itu pun baru secara administrasi, belum bisa dicairkan karena masih menunggu SK Bupati Garut. Sedangkan dana selebihnya, Rp 4 miliar yang diajukan sebagai tambahan, menyusul kemungkinan terakomodasinya calon perorangan pada Pilbup Garut, belum ada kepastian.

“Kemungkinan dana pilbup baru cair awal Juli nanti. Begitu juga dana tambahan untuk perorangan,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, KPU saat ini tengah memutakhirkan data pemilih dan penyusunan data pemilih sementara (DPS) di 424 desa, 42 kecamatan. Proses tersebut baru mencapai 70%.

Bertambah 2%

Ditanya jumlah hak pilih di Garut untuk pilbup pada 26 Oktober nanti, menurut Iqbal, jumlahnya tidak jauh berbeda dengan jumlah hak pilih pada Pilgub Jabar, sekitar 1, 5 juta jiwa. Namun diakuinya, untuk pilbup jumlah hak pilih mengalami penambahan sekitar 2%.

Hal itu antara lain karena adanya penambahan usia pemilih, perpindahan penduduk maupun perubahan status dari TNI/Polri menjadi warga biasa karena pensiun.

Sementara itu, Ketua DPRD Garut, Dedi Suryadi meminta Pemkab Garut segera mencairkan dana penyelenggaraan Pilbup Garut agar kinerja KPU Kab. Garut tidak terganggu dengan masih belum cairnya dana pilbup tersebut.

Menurut Dedi, bila kinerja KPU terganggu akibat keterlambatan pembayaran dana, pihak Pemkab Garut harus bertanggung jawab. Apalagi, katanya, saat ini sudah waktunya KPU bekerja pada tahapan pelaksanaan pilbup.

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
August 2014
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer