placeholder for flash movie
Jumat, 18 April 2014   English | Sunda
assalamu'alaikum. Hapunteun nu kasuhun. abdi warga…
Asslamualaikum.. mau tanya adakah lowongan kerja…
assalamualaikum adakah diantara pengunjung buku tamu…
assalamu'alaikum wr wb. salam sejahtera untuk…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
KPU Khawatirkan Dualisme Panwaslu Garut

Terjadinya dualisme kepemimpinan dalam Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pemilihan bupati dan wakil bupati Garut periode 2009-2013 Kabupaten Garut menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah kalangan. Mereka khawatir jika dualisme kepemimpinan di tubuh Panwas ini akan menghambat proses pilkada itu sendiri.

Situasi ini terjadi menyusul terpilihnya salah satu anggota Panwas Pilbup menjadi Ketua Panwas pemilihan umum legislatif. Sementara Ketua Panwas Pilbup sendiri menjadi anggota dalam Panwas Pemilu Legislatif.

Struktur keanggotan Panwas Pilbup terdiri dari Djudju Nuzuludin dan Ipa Hafsiah, Asep Nurjaman. Ketiganya dilantik Bawaslu pada 13 Juli Lalu. Dalam hasil rapat pleno internal Panwas Pilbup kemudian Asep Nurjaman terpilih sebagai Ketua Panwas Pilbup.

Karena pelaksanaan pilbup Garut bersamaan dengan tahapan pemilu legislatif, keanggotaan Panwas Pilbup dikukuhkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai Panwas Pemilu Legislatif Kabupaten Garut. Mereka kemudian dilantik sebagai anggota Panwas Pemilu Legislatif pada 14 Oktober lalu. Namun dalam sebuah rapat pleno internal pada 15 Oktober kemudian Djudju Nuzuludin terpilih sebagai Ketua Panwas Legislatif, sementara Asep Nurjaman dan Ipa menjadi anggotanya.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Dadang Sudrajat, mengaku kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan dualisme kepemimpinan yang berakibat pada tidak optimalnya kinerja panwas yang tidak menutup kemungkinan akan berimbas pada kualitas akhir pilbup Garut.

“Apalagi mengingat panwas sampai saat ini belum menunjukkan kinerjanya secara optimal. Panwas baru satu kali melaporkan adanya pelanggaran pilbup. Itu pun sebelum masa kampanye, dan sudah ditindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (16/10). Ial menambahkan idealnya struktur keanggotaan Panwas Pemilu Legislatif tetap sama dengan Panwas Pilbup.

Ketua Panwas Pilbup Garut, Asep Nurjaman, mengakui terpilihanya anggota Panwas Djudju Nuzuludin sebagai Ketua Panwas Pemilu Legislatif sedikit banyak memengaruhi kinerja pengawasan terhadap pelaksanaan pilbup. Namun ia berharap hal itu tidak terjadi, dan tidak ada dualisme kepemimpinan, asalkan masing-masing berpegang pada tugas pokok dan fungsinya.

“Walau bagaimana pun ini kan hasil rapat pleno. Kita juga harus mematuhinya. Saya sendiri tetap berkonsentrasi secara maksimal terhadap pengawasan pelaksanaan pilbup Garut,” ujarnya.

Ihwal pengawasan terhadap pilbup Garut sendiri, kata Asep, pihaknya sudah berupaya melakukan pengawasan secara maksimal. Namun diakuinya bila pihaknya baru memberikan laporan kepada KPU satu kali.

“Memang kita baru memberi laporan ke KPU satu kali. Saat ini, kita sedang menginventarisir pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati dari PPK (Panitia Pengawas Kecamatan, Red). Besok bisa diketahui mana saja pelanggaran administratif yang dilaporkan ke KPU, dan mana yang bersifat pidana untuk dilaporkan ke kepolisian,” terang Asep. (pin)

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
April 2014
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer