
Rencana pemindahan pusat peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) di kawasan Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kec. Cikelet, Garut Selatan ke kawasan Pantai Cijayana, Desa Cijayana, Kec. Mekarmukti terancam batal. Pasalnya pihak Lapan kesulitan mengupayakan pembebasan lahannya.
Banyak lahan di jalur selatan Jabar tersebut kini kepemilikannya dikuasai orang-orang luar Garut. Dan tidak sedikit yang merupakan pengusaha besar atau pejabat penting di Jakarta. Sehingga penduduk setempat sering menyebut tanah di pesisir pantai Garut itu sebagai lahan yang dikuasai orang-orang Jakarta.
“Bukan batal, tetapi rencana pemindahan Lapan itu ditunda karena banyak lahan dikuasai orang Jakarta. Sehingga saat akan dibebaskan, mereka mematok harga tanahnya sama dengan tanah di Jakarta. Mahal, itu kendalanya,” kata Pelaksana Tugas Sekda Garut, Iman Alirahman, Jumat (20/11).
Iman tidak menyebutkan, bagaimana langkah selanjutnya terkait rencana pemindahan pusat peluncuran roket Lapan tersebut. Dari pihak Lapan sendiri belum ada keterangan resmi mengenai hal tersebut. Wacana pemindahan Lapan ini muncul pada Mei 2007.
Ketika itu, Iman Alirahman, yang masih menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Garut mengatakan, sesuai pernyataan yang diterimanya dari Lapan, mereka akan memindahkan pusat peluncuran roketnya ke kawasan Cijayana, sebagai respons atas permintaan masyarakat dan Pemkab Garut ketika itu. Tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan pusat peluncuran roket tersebut sekitar 300 ha