placeholder for flash movie
Jumat, 10 Pebruari 2012   English | Sunda
Assalammualaikum, mohon agar kelompok usaha tani…
Dear Pemda Garut, Saya atas nama…
Assalamualaikum.. Sampurasun..!! Kahatur Bapak Admin, sim…
Perkenalkan kami PT. Bank Himpunan Saudara…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
Ekonomi Terancam Lumpuh

Pascakebakaran Pasar Pameungpeuk di Kampung Segleng, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jumat (5/3) malam, perekonomian di kawasan selatan Kabupaten Garut terancam lumpuh. Pasalnya, pasar tersebut memasok sebagian besar kebutuhan masyarakat di pesisir selatan Kab. Garut dan kebakaran pasar berdampak terhadap kelangkaan barang dan lonjakan harga.

Demikian diungkapkan Camat Pamengpeuk Jujun Juhana, Minggu (7/3). ”Dampak peristiwa terbakarnya Pasar Pameungpeuk diperkirakan akan melumpuhkan perekonomian di kawasan Kecamatan Pameungpeuk dan kecamatan lainnya,” ujarnya.

Berita ”PR” sebelumnya, sedikitnya 238 kios di Pasar Pameungpeuk di Kampung Segleng, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Kab. Garut ludes terbakar pada Jumat (5/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi kerugian material mencapai lebih dari Rp 1,5 miliar.

Jujun mengakui Pasar Pameungpeuk merupakan pusat tempat bongkar muat barang untuk pasokan ke kawasan Garut selatan dan untuk pemenuhan kebutuhan di beberapa kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Mekarmukti, Cikelet, Cibalong. ”Otomatis, kejadian kemarin ada pengaruhnya juga buat perekonomian wilayah lain,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Wakil Bupati Garut Dicky Chandra mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pemilik kios pasar dan instansi terkait, Senin (8/3). Mereka akan membicarakan mengenai keingi-nan warga terkait dengan perbaikan dan pembangunan kembali pasar tersebut.

Pihaknya juga akan berupaya secepatnya mengajukan surat permohonan bantuan ke pemerintah pusat. Selain itu, dana tak terduga APBD Garut untuk penanganan bencana akan diupayakan bisa digulirkan untuk membantu meringankan beban pedagang.

Rebutan lapak

Sementara itu, rebutan lokasi lapak untuk pembuatan kios darurat pasca terjadinya kebakaran Pasar Pameungpeuk, Jumat (5/3) lalu, kini mulai terjadi antarsesama pedagang.

Salah seorang pengurus Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Pamengpeuk, Dede Juanda, Minggu (7/3) menyebutkan, ratusan pedagang yang kiosnya terbakar saat ini mulai berebut membuat lapak di lokasi yang telah ditentukan sebagai tempat pembangunan kios darurat.

”Bagaimana tidak akan jadi rebutan, luas lahan yang ditetapkan untuk lokasi pembuatan kios darurat begitu sempit, sedangkan jumlah pedagang yang kiosnya terbakar sangat banyak,” ujar Dede yang dihubungi melalui telefon.

Diakui Dede, jika hal itu terus dibiarkan, lanjutnya, maka permasalahan yang muncul akan semakin besar akibat para pedagang berebut lahan untuk membangun kios darurat.

Kepala UPTD Pasar Pameungpeuk E. Rustendi mengungkapkan, sejak hari pertama kebakaran para pedagang memang telah membuat kios-kios darurat di tempat parkir bongkar muat kendaraan. Ukuran kios yang dibuat oleh para pedagang memang tidak merata ,ada yang berukuran 3x3 meter, 2x3 meter, dan ada juga yang ukurannya kecil.

”Awalnya ukuran kios darurat akan disamakan, tetapi pada kenyataannya di lapangan banyak pedagang sudah membangun kios darurat terlebih dahulu tanpa koordinasi,” katanya. 

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Layanan Umum
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
Pebruari 2012
MiSeSeRaKaJuSa
   1234
5678911
12131415161718
19202122232425
26272829   
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer