

Sebanyak enam unit rumah di Kp. Cicadas, Desa Sukajaya, Kec. Malangbong, Kab. Garut, ludes dilalap api, Senin (8/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Keenam rumah tersebut milik Ujang Kustian (41), Udin (52), Mak Ijoh (73), Isah (53), Iyum (56), dan Encu (56). Api diduga berasal dari tungku di dapur Ujang. Kemungkinan ia lupa memadamkan api ketika akan beranjak tidur. Kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB.
Ujang dan anggota keluarganya tengah tertidur pulas saat api mengepung rumah. Ia terbangun mendengar teriakan tetangga yang memberitahukan rumahnya terbakar.
Ujang yang juga ketua RT, langsung saja membangunkan seluruh keluarganya dan meloloskan diri dari kepungan api. Tak ada satu pun barang berharga yang sempat diselamatkan. “Hanya baju yang dipakai yang selamat,” katanya.
Rumah panggung yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke lima rumah tetangganya yang juga berupa rumah panggung. Sementara warga kesulitan mendapatkan sumber air untuk memadamkan api.
Dalam waktu singkat, keenam rumah panggung itu pun luluh lantak, rata dengan tanah. Namun beruntung semua penghuninya selamat.
Warga dari kampung lain yang hendak membantu pun hanya bisa menyaksikan keenam rumah itu menjadi abu.
Kepala Desa Sukajaya, Ase Rusmana menyebutkan, kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 juta. “Seluruh keluarga korban sudah kami ungsikan untuk sementara ke rumah saudaranya,” ujarnya.
Jatuh sakit
Trauma akibat kios dan seluruh dagangannya hangus terbakar, Jumat (5/3) malam, banyak pedagang Pasar Pameungpeuk kini jatuh sakit. Mereka menjalani pemeriksaan di puskesmas dan berobat jalan.
Mereka memilih beristirahat di rumahnya masing-masing. Seperti pedagang pakaian dan kelontongan, Ny. Nuri (30), warga Kp./Desa Mancagahar, Pameungpeuk, Minggu (7/3).
Sejak kiosnya terbakar, ia belum berani melihatnya lagi. “Saya tak kuat melihatnya. Sok ngagebeg,” ujarnya.
Sejak kebakaran yang menghanguskan sekitar 238 kios itu, dirinya sering menggigil ngeri. Bahkan kedua kakinya sulit digerakkan.
Dalam ingatannya masih terbayang, siang pada hari kejadian, dirinya bersama suaminya, Irfan, baru saja berbelanja barang sekitar Rp 100 juta dan bangunan kios di sebelah kiosnya seharga Rp 50 juta. Tanpa disangka, malamnya semua ludes dilalap api.