peta situs kontak kami
Jumat, 30 Juli 2010   English | Sunda
jeruk garut
Nu dipihormat Bapak Bupati.... sapangemut abdi,…
yth Bpk bupati nukupribados dipikahormat abdi…
Yth. Bapak Bupati Garut Disampaikan dengan…
kumaha yeuh,, di hari anak teh,,…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
6 Rumah Ludes Dimangsa Jago Merah

Sebanyak enam unit rumah di Kp. Cicadas, Desa Sukajaya, Kec. Malangbong, Kab. Garut, ludes dilalap api, Senin (8/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Keenam rumah tersebut milik Ujang Kustian (41), Udin (52), Mak Ijoh (73), Isah (53), Iyum (56), dan Encu (56). Api diduga berasal dari tungku di dapur Ujang. Kemungkinan ia lupa memadamkan api ketika akan beranjak tidur. Kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB.

Ujang dan anggota keluarganya tengah tertidur pulas saat api mengepung rumah. Ia terbangun mendengar teriakan tetangga yang memberitahukan rumahnya terbakar.

Ujang yang juga ketua RT, langsung saja membangunkan seluruh keluarganya dan meloloskan diri dari kepungan api. Tak ada satu pun barang berharga yang sempat diselamatkan. “Hanya baju yang dipakai yang selamat,” katanya.

Rumah panggung yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke lima rumah tetangganya yang juga berupa rumah panggung. Sementara warga kesulitan mendapatkan sumber air untuk memadamkan api.

Dalam waktu singkat, keenam rumah panggung itu pun luluh lantak, rata dengan tanah. Namun beruntung semua penghuninya selamat.

Warga dari kampung lain yang hendak membantu pun hanya bisa menyaksikan keenam rumah itu menjadi abu.

Kepala Desa Sukajaya, Ase Rusmana menyebutkan, kerugian materi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 juta. “Seluruh keluarga korban sudah kami ungsikan untuk sementara ke rumah saudaranya,” ujarnya.

Jatuh sakit

Trauma akibat kios dan seluruh dagangannya hangus terbakar, Jumat (5/3) malam, banyak pedagang Pasar Pameungpeuk kini jatuh sakit. Mereka menjalani pemeriksaan di puskesmas dan berobat jalan.

Mereka memilih beristirahat di rumahnya masing-masing. Seperti pedagang pakaian dan kelontongan, Ny. Nuri (30), warga Kp./Desa Mancagahar, Pameungpeuk, Minggu (7/3).

Sejak kiosnya terbakar, ia belum berani melihatnya lagi. “Saya tak kuat melihatnya. Sok ngagebeg,” ujarnya.

Sejak kebakaran yang menghanguskan sekitar 238 kios itu, dirinya sering menggigil ngeri. Bahkan kedua kakinya sulit digerakkan.

Dalam ingatannya masih terbayang, siang pada hari kejadian, dirinya bersama suaminya, Irfan, baru saja berbelanja barang sekitar Rp 100 juta dan bangunan kios di sebelah kiosnya seharga Rp 50 juta. Tanpa disangka, malamnya semua ludes dilalap api.

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Layanan Umum
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
Juli 2010
MiSeSeRaKaJuSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829
30
31
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer