
Hingga kini lalu lintas kendaraan yang menghubungkan Selaawi, Kec. Cisewu dengan Kec. Talegong, Garut Selatan, masih terputus total. Jembatan jalan berstatus jalan kabupaten di daerah Selaawi hancur akibat tanah longsor beberapa waktu lalu.
Tak ada jalur alternatif yang dapat digunakan untuk mengalihkan jalur lalu lintas kendaraan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga Kab. Garut, H. Atang Subarzah, Kamis (11/3), kondisi tersebut membuat warga yang hendak bepergian dari Cisewu ke Talegong maupun sebaliknya, terpaksa naik angkutan umum dua kali. Begitu sampai di kawasan Selaawi depan jembatan, mereka harus melintasi jembatan dan berganti kendaraan menuju tempat tujuan.
Jembatan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, apalagi roda empat. Para pejalan kaki juga baru bisa melintas setelah pihak Dinas PU Bina Marga bersama satlak setempat, memasang beberapa bilah papan kayu pada badan jembatan.
Hal ini tentu saja memberatkan warga. Selain harus berganti kendaraan, ongkos yang harus mereka bayar pun turut naik. Saat ini, kata Atang, untuk memperbaiki jembatan yang rusak tersebut dibutuhkan anggaran tak kurang dari Rp 1 miliar.
Atang menuturkan, pada musim hujan tahun ini, sedikitnya terdapat 14 titik kerusakan di badan jalan kabupaten akibat tertimbun tanah longsor. Sedangkan jalan yang rusak sedang atau ringan mencapai ratusan.