
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Garut, dr H. Hendy Budiman menegaskan, Jumat, jajarannya saat ini memprioritaskan kewaspadaan terhadap peningkatan serangan demam berdarah dangue (DBD) dan penyakit chikungunya.
Karena selama sepekan terakhir, intensitas peningkatan serangan kedua jenis penyakit tersebut dinilai semakin mencemaskan, menyusul sekurangnya telah terdapat 14 ksus suspec DBD serta 26 kasus chikungunya, antara lain disebabkan kondisi cuaca serta lingkungan yang buruk.
Selain itu, juga masih belum maksimalnya masyarakat melaksanakan “perilaku hidup bersih dan sehat” (PHBS), sehingga terus diupayakan memutus mata rantai penyebaran penyakit yang terus meningkat, katanya.
Dia mengingatkan pula, hingga akhir Maret ini kemungkinan kondisi cuaca akan terus-menerus cepat berubah disertai mendung dan hujan deras, mengakibatkan banyak genangan air dimana-mana serta kian lembabnya rumah rumah penduduk.
Terutama pada pemukiman padat penduduk, yang selama ini langka tersinari matahari serta kondisi ventilasi udara tidak memadai, mengakibatkan pengap, diperparah banyaknya lingkungan kumuh disebabkan banyak tidak memiliki sanitasi.
Bahkan juga banyak penduduk, yang belum memiliki “septic tank” serta MCK yang memadai, bisa memicu terus berkembangnya penyebaran jenis penyakit DBD dan chikungunya, ungkapnya.
Banyaknya warga yang masih membuang kotoran di sawah dan kanal-kalal saluran air, perlu diantisipasi oleh masyarakat itu sendiri, yang bisa secara langsung merasakan dampaknya, tegas Hendy Budiman.