peta situs kontak kami
Jumat, 30 Juli 2010   English | Sunda
jeruk garut
Nu dipihormat Bapak Bupati.... sapangemut abdi,…
yth Bpk bupati nukupribados dipikahormat abdi…
Yth. Bapak Bupati Garut Disampaikan dengan…
kumaha yeuh,, di hari anak teh,,…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
Kantor BRI Tak Punya Satpam

Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kota Kaler di Jl. Merdeka Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut, ternyata tidak memiliki petugas keamanan (satpam). Adapun yang merangkap sebagai penjaga malam adalah petugas kebersihan.

Selain itu, BRI unit Kota Kaler ternyata sudah pernah kecurian sebelum peristiwa perampokan pada Kamis (11/3) lalu. Hal tersebut menunjukan lemahnya standar pengamanan perbankan meski terdapat penyimpanan dana dalam jumlah besar.

Hal itu diakui Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Amur Chandra Juli Buana, Sabtu (13/3). “Memang pernah mengalami tindak pencurian. Berarti, kejadian kemarin sudah kali kedua kecolongan.,“ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat perampok bergolok menyatroni Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kota Kaler Jl. Merdeka No. 104 Desa Jayaraga Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut, Kamis (11/3).

Kejadian perampokan berlangsung Pukul 15.15 WIB, saat pelayanan nasabah telah selesai.

Dari arah pintu masuk, tiga pria dengan kepala menggunakan helm dan masker penutup wajah masuk kedalam ruangan teller dan berteriak-teriak melontarkan ancaman kepada para karyawan. Sementara itu, satu anggota kawanan perampok tersebut berjaga-jaga di bagian luar bank.

Karena tidak menurut dan berusaha melawan, seorang karyawan bernama Kamarulzaman mengalami luka sabetan di bagian punggungnya, Selain itu, karyawan lainnya, Ucu, dipukul dibagian kepala dengan ujung golok.

Setelah melumpuhkan sejumlah karyawan, perampok kabur lewat pintu depan dengan mengendarai dua unit sepeda motor jenis supra.

Aksi nekat kawanan tersebut berhasil menggondol uang nasabah senilai lebih dari Rp. 150 juta.

Perketat Pengamanan
Kapolres mengimbau kalangan perbankan memperketat pengamanan sesuai dengan standar yang berlaku. Terutama, karena kantor bank BRI tersebut tidak memiliki tenaga keamanan khusus serta perangkat CCTV yang bisa menjadi petunjuk para pelaku perampokan.

“kalau ada permintaan, tentu akan kami amankan. Namun, selama ini memang tidak ada permintaan. Bahkan, sudah saya kumpulkan manager perbankan untuk menerapkan system pengamanan yang dibuat dengan standar operasional, tetapi kecolongan juga,” ujarnya.

Kepala BRI unit Kota Kaler H. Toto mengakui, pihaknya memang tidak memiliki tenaga keamanan.

“Memang kami kurang personil. Tetapi, sekarang alhamdullilah ada bantuan penjagaan dari Polres untuk pengamanan ke depan. Mudah-mudahan kejadian ini tidak menyisakkan trauma bagi karyawan kami,” uajrnya.

Salah satu korban pemukulan, Ucu (semula disebut Uus) mengaku, dirinya berwenang sebagai petugas kebersihan sekaligus penjaga malam di kantor Bank tersebut.

“Sebelumnya, saya hanya tugas jaga malam saja. Tetapi, ada kebijakan perusahaan baru yang mengharuskan saya bertanggung jawab kebersihan pada siang hari. Jadi, seharian saya ya di Bank, “ katanya.

Dia mengaku, tidak melihat hal-hal mencurigakan beberapa hari sebelum kejadian berlangsung. Apalagi, Kantor Bank tersebut tepat berseberangan dengan Kantor Pengadilan Negeri Garut yang sering banyak kegiatan.

Namun, pada Kamis (11/3) sore, suasana di depan BRI Kota Kaler mendadak sepi. Hal itu berkaitan dengan digelarnya pertandingan sepak bola Persib Bandung melawan Bontang FC yang disiarkan secara langsung dilayar televisi.

“Biasanya, sore-sore masih ramai lalu lalang orang di pengadilan atau mau ke pasar. Tetapi, kemarin kan ada pertandingan Persib. Jadi, jalanan mendadak sepi. Tetapi saya enggak curiga karena hal itu sudah biasa kalau ada Persib main, ya orang-orang cepat-cepat lihat TV,” tuturnya.
Ucu juga tak sempat melihat bagian wajah pelaku karena terus diancam dengan golok dan diperintah untuk menunduk.

“Kalau lebih lama lagi disekap, bisa jadi bakal jatuh korban. Sebab, lakban yang dipasang menutupi seluruh wajah, lubang hidung saja tertutup jadi susah bernapas. Apalagi, saya sudah kena pukul, pokoknya pusing. Emut-emut tos ditulungan ku nu sanes,” ucapnya. 

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Layanan Umum
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
Juli 2010
MiSeSeRaKaJuSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829
30
31
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer