placeholder for flash movie
Rabu, 30 Juli 2014   English | Sunda
Assalamualaikum,Bapak / Ibu khususnya yang berwenang…
Informasi mengenai kopi preanger sangat berguna,…
Mohon informasi apakah BKD Garut telah…
Assalamu'alaikum Wr. Wb Perkenalkan, saya Yusuf,…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
UMK di Kab. Garut Jarang Diterapkan

Banyaknya industri berskala rumah tangga menyebabkan upah minimum kabupaten (UMK) Garut jarang diterapkan. Meskipun memenuhi persyaratan untuk penerapan UMK, namun pekerja tak mendapat hak sesuai UMK yang ditetapkan.

Salah seorang pekerja pada industri rumah tangga yang memproduksi dodol, Yeyen (26) mengaku, dirinya mendapat upah berdasarkan kemampuannya mengemas dodol/hari. “Upahnya dibayar Rp 300-Rp 500 per kilogram dodol. Jadi, dapat upah berdasarkan kinerja perhari,” katanya, Senin (21/11).

Hal serupa diungkapkan Mimin (40). “Bagi pekerja yang sudah lihai bekerja, mendapat upah lebih besar dibanding yang tangannya masih kaku. Jadi, sistem upahnya borongan,” ucapnya.

Padahal, kebanyakan industri rumahan memiliki pekerja lebih dari 10 orang. Merujuk pada UU ketenagakerjaan, perusahaan dengan jumlah pekerja minimal 10 wajib menerapkan UMK.

Kepala Bidang Perlindungan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi Kab. Garut Jajang Taufiq mengatakan, untuk tahun 2012, UMK Kab. Garut yang direkomendasikan ke Gubernur Jawa Barat sebesar Rp 880.000. Besaran UMK 2011 mencapai Rp 802.000, tahun sebelumnya sebesar Rp735.0O0.

Untuk penerapan UMK, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada perusahaan pada Desember 2011 mendatang. “Kalau perusahaan tidak sanggup, harus melaporkan diri dan diberi waktu penangguhan. Kalau tidak melapor, dianggap sanggup membayar,” tuturnya..

Besaran UMK yang direkomendasikan, diakui Jajang, masih kurang layak dibanding nilai kebutuhan hidup layak (KHL) kabupaten Garut sebesar Rp 956.148. “Nilai UMK baru sekitar 92,03 % dari KHL,” katanya.

Namun, besaran UMK dan KHL dinilai Jajang sudah meningkat dari tahun sebelumnya yaitu Rp 933. 612. Pihaknya menargetkan, besaran UMK sama dengan KHL baru terlaksana di Kab. Garut pada 2014 mendatang. 

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
July 2014
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer