Gunung Papandayan Berstatus ”Waspada”

Status Gunung Papandayan naik dari “aktif normal” menjadi “waspada”, terhitung sejak pukul 11.00 WIB, Kamis (2/8). Perubahan status itu menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

Petugas di Pos Pengamatan Gunung Papandayan, Krisno mengatakan, sejak Juni 2007 hingga terjadi peningkatan gempa vulkanik Gunung Papandayan, suhu di kawah utama gunung itu yakni Kawah Mas dan Kawah Balagadama juga meningkat.

“Suhu Kawah Mas meningkat dari 102 derajat Celsius menjadi 105 derajat Celsius. Sedangkan suhu Kawah Balagadama, meningkat dari 230 derajat Celsius menjadi 240 derajat Celsius,” kata Krisno.

Berdasarkan catatan pos pengamatan, peningkatan aktivitas Gunung Papandayan terlihat drastis. Pada Juni 2007, terjadi 127 kali gempa tektonik jauh, 4 kali gempa terasa, 8 kali gempa vulkanik A, 172 kali gempa vulkanik B, dan 3 kali gempa tremor. Pada Juli 2007, aktivitas meningkat menjadi 1 kali gempa terasa, 141 kali gempa tektonik jauh, 14 kali gempa lokal, 12 kali gempa vulkanik A, 392 kali gempa vulkanik B, dan ratusan kali gempa tremor.

Pada awal bulan Agustus, yakni hingga Kamis (2/8), tercatat 1 kali gempa tektonik jauh, 1 kali gempa vulkanik A, 2 kali gempa vulkanik B, dan 116 kali gempa tremor. “Lama gempa antara 5,5 sampai 75 detik,” kata Krisno.

Menyikapi peningkatan status Gunung Papandayan, Pemprov Jabar sudah mengirimkan surat berisi pemberitahuan dan imbauan tentang peningkatan status itu. Pada surat bernomor 1158/145.03/BG V/2007, tercantum imbauan agar masyarakat tenang dan tidak terpancing isu bahwa Gunung Papandayan akan meletus. Disebutkan bahwa koordinasi akan terus dilakukan antara Pemprov Jabar, Pemkab Garut, dan Satlak Penanggulangan Bencana.

Dalam surat tersebut juga diperingatkan bahwa masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekati kawah di puncak gunung hingga radius 1 kilometer.

Level II

Kepala Subdirektorat Mitigasi Bencana Geologi Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG), Dr. Ir. Surono mengatakan, masyarakat tidak perlu panik dan belum diperlukan langkah pengungsian.

“Gunung Papandayan pun tidak perlu ditutup untuk publik. Yang penting, masyarakat jangan mendekat sampai radius 1 kilometer dari kawah,” ujarnya saat dihubungi “PR” kemarin. Tingkat kewaspadaan akibat aktivitas Gunung Papandayan pun, menurut Surono, baru mencapai level II dari empat level.

Dikatakan Surono, saat ini memang waktunya aktivitas Gunung Papandayan meningkat. Namun, itu bukan berarti saat ini adalah waktunya gunung tersebut meletus. Dia menyatakan, aktivitasnya bisa saja meningkat terus atau bisa saja menurun.

Keputusan untuk menaikkan status menjadi “waspada”, dikatakan Surono, karena gejala-gejala yang ditunjukkan pada pemantauan yang dilakukan 1 Juli - 1 Agustus 2007. Pada tanggal 1-15 Juli, terjadi 2-10 kali gempa vulkanik, sementara pada 16 Juli-1 Agustus meningkat menjadi 2-50 gempa vulkanik per hari.

Suhu kawah pun dikatakannya mengalami peningkatan. Selain itu, tampak asap putih dengan tekanan rendah sampai sedang, dengan ketinggian maksimum 50 meter dari kawah. Dia menambahkan, tim ahli dari DVMBG sudah dikirim untuk terus memantau kondisi Gunung Papandayan.