Penggunaan Dana "BOS" Perlukan Pengawasan

Kadisdik Garut Komar M menyatakan, penggunaan dana “Bantuan Operasional Sekolah” (BOS) memerlukan pengawasan dari orang tua siswa dan masyarakat, agar terwujud transparansi, akuntabilitas serta efisien dalam pemanfaatannya.

Kini tengah dilakukan sosialisasi dan pelatihan “BOS” diikuti 5.472 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, bendahara sekolah, komite sekolah dan 630 perwakilan unsur masyarakat dari 42 wilayah kecamatan, katanya, di Garut, Selasa.

Mereka mendapatkan penyajian materi sosialisasi dari 22 tutor, yang diselenggarakan tersebar di berbagai lokasi sekolah pada setiap kecamatan, agar program tersebut bisa dipahami di tingkat sekolah dan masyarakat, sekaligus membantu pihak sekolah dalam memproduk perencanaan pemanfaatannya, katanya.

“Para orang tua siswa dan masyarakat, diharapkan akan mampu melakukan serangkaian pengawasannya”, ungkap Komar.

Dia juga mengingatkan, salah-satu indikator keberhasilan pendidikan di Kabupaten Garut, berupa tercapainya APK SMP 93,4 persen yang dikategorikan tuntas madya dalam penuntasan wajib belajar sembilan tahun, guna menuju tuntas paripurna sesuai dengan target yang diharapkan.

Program itu bisa tercapai, jika terjalin hubungan sinergis antara pihak sekolah, komite sekolah serta masyarakat sekitar dalam upaya meningkatkan mutu sekolah, ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu, diharapkan mampu mendorong agar pengelolaan dana BOS berlangsung efektif sesuai aturan sehingga dapat dijadikan sebagai pilar utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Garut, katanya.

Sementara itu, alokasi BOS pusat untuk Kabupaten Garut tahun 2009 ini yang mulai disosialisasikan Senin (29/6), masing-masing Rp 397.000 per siswa SD per tahun dan Rp 570.000 per siswa SMP per tahun, ujar Kabid Data dan Informasi Yuda Iman Primadi.

Yuda, selaku manager BOS Garut, mengemukakan, anggaran ini tidak langsung diberikan kepada setiap siswa, melainkan dimanfaatkan oleh pihak sekolah bersama komite untuk memenuhi 13 “item” kebutuhan proses belajar-mengajar, diantaranya alat peraga dan media pembelajaran.

Pemanfaatan dana BOS tahun ini, termasuk untuk pembelian satu unit komputer lengkap dengan perangkat penunjangnya bagi setiap Sekolah Dasar (SD), serta pembelian dua unit komputer bagi SMP, katanya.

Selain itu terdapat alokasi BOS Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 37,209 miliar, masing-masing untuk setiap siswa SMA sebesar Rp 180 ribu per tahun, siswa SMP Rp 150 ribu/tahun serta bagi setiap siswa SD sebesar Rp 25 ribu per tahun.

Realisasi pencairan alokasi dana BOS tersebut, dipastikan berlangsung pada Juli 2009 mendatang. Sementara segala biaya kegiatan sosialisasinya bersumber dari APBN.