Tanggapan Resmi Kejadian Gempa Bumi dari BMKG

Gempabumi yang terjadi hari kemarin Rabu tanggal 2 September 2009 sekitar pukul 14.55 WIB, berdasarkan keterangan resmi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) berpusat pada koordinat 8,24 derajat LS, dan 107,32 derajat BT, dengan magnituda 7,3 derajat SR (Skala Richter) pada kedalaman 30 km. Sedangkan menurut informasi melalui telefon dari USGS pusat gempabumi berada pada koordinat 7,77 derajat LS dan 107,32 derajat BT, dengan magnituda 7,0 Mw (Momen Magnituda) pada kedalaman 49,5 km.

Goncangan gempabumi tersebut terasa di wilayah pantai selatan Provinsi Jawa Barat, sebagian besar Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung dan Jakarta. Sementara penyebab gempabumi berkaitan dengan aktifitas zona subduksi yang terletak di selatan Pulau Jawa dan terjadi akibat tumbukan antara Lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Episenter gempabumi tersebut terletak disebelah utara opisenter kejadian gempabumi tanggal 17 Juli 2009 yang menimbulkan tsunami di wilayah pantai selatan Jawa Barat.

Dengan demikian masyarakat merasa trauma atas kejadian gempabumi kemarin terlebih beredar berita tentang akan datangnya gempa susulan yang akan mengakibatkan tsunami. Untuk itu himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Satlak PB dan Satkorlak PB dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

Kejadian gempabumi tersebut dengan magnituda besar (lebih dari 7 SR), kedalaman lebih dari 30 km, akan dirasakan luas, namun diperkirakanmempunyai daya rusak relatif kecil. Kerusakan yang terjadi kemungkinan karena bangunan yang dirancang tidak tahan goncangan gempabumi (non engineering building). Oleh karena kedalaman sumber gempabumi tersebut lebih dari 30 km, maka kecil kemungkinan terjadi dislokasi dasar laut, sehingga tidak menimbulkan tsunami.

Untuk masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan harap tetap waspada dengan kejadiangempabumi susulan. Jika ada rumah penduduk yang mengalami kerusakan parah agar mengungsi ke tempat yanglebih aman sesuai dengan arahan Satlak PB/Satkorlak PB. Telah tercatat lebih dari 20 kali kejadian gempabumi susulan di pos-pos pengamatan gunung api di Jawa Barat dengan magnituda yang semakin mengecil.

Kejadian gempabumi susulan kemungkinan masih berlangsung karena patahan penyebab gempabumi sedang menuju proses keseimbangan baru. Dan untuk masyarakat yang bermukim dibawah dan diatas bukit ( wilayah bagian tengah dan selatan Jawa Barat ), jika terdapat retakan tanah pada bukit tersebut akibat goncangan gempabumi harap mengungsi ke tempat yang aman terhadap ancaman longsor.