| Tweet |
Ratusan warga Desa Mekarasih, Kec. Malangbong “berontak” dengan beramai-ramai mendatangi Kantor Desa Mekarasih di Jalan Raya Malangbong-Wado Sumedang, Selasa (24/11). Mereka mempertanyakan sikap pemerintah desa setempat terhadap pembangunan lokasi pengembangan dan penggemukan ternak sapi milik PT Citra Agro Buana Semesta (CABS) atau Agro 3.
Warga memprotes dan menolak pembangunan Agro 3 yang dinilai terlalu berdekatan dengan permukiman warga. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan polusi udara berupa bau tak sedap serta banyak lalat beterbangan ke rumah warga sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Apalagi luas areal yang akan dipergunakan Agro 3 disebut-sebut mencapai sekitar 3 hektare lebih. Warga juga mencurigai proses pembangunan Agro 3 belum dilengkapi dengan izin tetangga atau izin lingkungan. Warga mengancam melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran ke PT CABS bila tidak ada penjelasan yang memuaskan soal pembangunan Agro 3 dari pemerintahan desa.
Kedatangan warga diterima Kepala Desa Mekarasih, Ukun Juhana yang mengaku sempat menandatangani surat izin lingkungan yang disodorkan PT CABS. Saat itu, secara lisan ia diberi tahu bahwa izin lingkungan tersebut hanya diperuntukkan bagi pembangunan jalan lingkungan. “Kami akan konfirmasi dulu ke PT CABS,” katanya seraya berharap warganya bersabar sebelum ada kejelasan dari PT CABS mengenai hal tersebut.
Asep, salah seorang staf PT CABS, membantah tudingan warga bahwa pihaknya belum mengantongi surat izin lingkungan. “Siapa bilang kami belum mendapatkan surat izin lingkungan? Sebelas tokoh Desa Mekarasih telah menandatangani surat izin lingkungan,” tandas Asep.