| Tweet |
Lapangan Merdeka Kerkhof di Kabupaten Garut, Jawa Barat, setiap akhir pekan selalu dipenuhi ribuan pengunjung yang menjadikannya sebagai sarana olah raga dan tempat rekreasi yang murah meriah.
Namun, berdasarkan pantauan di lokasi tersebut, Minggu, tidak semua pengunjung terutama yang membawa kendaraan bisa nyaman berada di sana karena ketersediaan fasilitas lapangan parkir kurang memadai.
“Selain itu, ruas Jl Merdeka yang berada di depan lapangan itu juga relatif kecil sehingga mengakibatkan selalu terjadi kemacetan arus lalu lintas, karena jalan itu juga dilewati angkutan kota (angkot),” ungkap penduduk setempat Dedi Gunawan (34), Minggu.
Meski aparat kepolisian senantiasa berupaya mengurai kemacetan arus lalu lintas, namun kepadatan kendaraan kerap sulit diatasi hingga bundaran Jl Pramuka dan Jl Guntur.
Sebab, katanya, sepanjang ruas jalan tersebut juga disesaki para pedagang kaki lima, angkutan delman serta angkot ke berbagai jurusan.
Kondisi sarana jalan yang semrawut tersebut, juga diperparah penyelenggaraan balap motor yang nyaris menggunakan sepanjang lintasan Jl A Yani atau di jantung Kota Garut, sehingga arus kendaraan direkayasa mengelilingi pinggiran kota.
Kendati kerap menuai kritikan masyarakat setempat dan para pengguna jasa jalan lainnya, namun perhelatan hingar bingar hiburan yang mengganggu kenyamanan warga kota tersebut, acap kali diselenggarakan dengan dukungan aparat keamanan.
Padahal kalangan DKM masjid Agung Garut, sering menyatakan keberatan atas pelaksanaan balapan sepeda motor di tengah kota itu, karena sering mengganggu kekhusukan ibadah shalat tetapi tetap dilakukan di lokasi tersebut.
Dampak lainnya semakin banyak sampah yang bertebaran, terutama sampah plastik sisa kemasan makanan serta minuman ringan, penduduk pun tidak bebas menggunakan trotoar karena dijaga ketat petugas pemungut karcis,” ujar Syamsudin(45), warga Jl Kabupaten.
Sedangkan kerawanan lainnya, katanya, adalah faktor pengaman lintasan yang masih jauh dari memadai bahkan struktur jalan yang digunakan pun tidak memenuhi syarat untuk dijadikan arena balapan karena relatif rata atau tidak memiliki kemiringan yang disyaratkan saat menikung tajam.