Pedagang Rebutan Kios Darurat

Rebutan lokasi lapak untuk pembuatan kios darurat pascaterjadinya kebakaran Pasar Pameungpeuk, Jumat (5/3) lalu, kini mulai terjadi antarsesama pedagang.  Salah seorang pengurus Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Pasar Pamengpeuk, Dede Juanda menyebutkan, ratusan pedagang yang kiosnya terbakar saat ini mulai berebut membuat lapak di lokasi yang telah ditentukan sebagai tempat pembangunan kios darurat.

”Bagaimana tidak akan jadi rebutan, luas lahan yang ditetapkan untuk lokasi pembuatan kios darurat begitu sempit, sedangkan jumlah pedagang yang kiosnya terbakar sangat banyak,” ujar Dede yang dihubungi melalui telefon.

Diakui Dede, jika hal itu terus dibiarkan, lanjutnya, maka permasalahan yang muncul akan semakin besar akibat para pedagang berebut lahan untuk membangun kios darurat.

Kepala UPTD Pasar Pameungpeuk E. Rustendi mengungkapkan, sejak hari pertama kebakaran para pedagang memang telah membuat kios-kios darurat di tempat parkir bongkar muat kendaraan. Ukuran kios yang dibuat oleh para pedagang memang tidak merata ,ada yang berukuran 3x3 meter, 2x3 meter, dan ada juga yang ukurannya kecil.

”Awalnya ukuran kios darurat akan disamakan, tetapi pada kenyataannya di lapangan banyak pedagang sudah membangun kios darurat terlebih dahulu tanpa koordinasi,” katanya.