130 Penderita Thalasaemia Di Kab. Garut

Tercatat sebanyak 130 orang penderita Thalasaemia di Kabupaten Garut. Para penderita kebanyakan adalah anak-anak. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderrita Thalasaemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Garut, H. Pipin Ramdani.

Dirinya merasa prihatin dengan bertambahnya jumlah penderita Thalasaemia di Kabupaten Garut dan berharap pemerintah dapat memberikan perhatiannya terkait dengan segala hal yang dapat menyebabkan bertambahnya penderita penyakit Thalasaemia.

Sementara itu Isteri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata usai mengunjungi para penderita Thalasaemia di RSU dr. Slamet mengungkapkan, sampai saat ini penderita Thalasaemia belum mendapatkan penawarnya, hal tersebut dikarenakan Thalasaemia merupakan penyakit bawaan dari orang tuannya. Meski demikian ia beranggapan perlu adanya sosialisasi secara rutin mengenai penyakit ini kepada masyarakat.

Ny. Rani merasa prihatin terhadap para penderita Thalasaemia. “Jika tidak melalkukan transfuse darah dalam jangka waktu tertentu, tubuh penderita akan merasa lemas, bahkan dapat menyebabkan kematian”, jelasnya.