Daging Sapi Imfor Akan Diteliti

Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut akan segera melakukan penelitian lebih lanjut terkait kehalalan daging sapi impor yang beredar di sejumlah pasar di Kab. Garut selama ini.

Meskipun pada bagian kemasan berupa dus terpasang tulisan halal, tidak diperinci mengenai proses kehalalan daging tersebut.

Hal itu terungkap dari hasil inspeksi mendadak (sidak) pengawasan mutu daging menjelang Lebaran yang digelar Disnakanla Kab. Garut, di Pasar Guntur Ciawitali Kab. Garut, Kamis (2/9).

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakanla Kab. Garut Elit Maryonah, S.Pt., menjelaskan, secara umum kualitas daging impor yang beredar masih dalam batas aman konsumsi dengan kadar pH sekitar 7.

“Akan tetapi, kehalalan daging sapi impor dipertanyakan. Meskipun sudah ada sertifikat, perlu diteliti lebih lanjut. Selain itu, belum diketahui secara pasti apakah daging sapi impor itu bebas penyakit berbahaya atau tidak,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan “PR” di lapangan, daging sapi impor dipasarkan oleh pedagang kaki lima. Beberapa merek daging sapi impor di antaranya Universal, Cassino, Swift, VV Walsh, dan Tasman. Pada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kab. Garut.

Selain itu, petugas juga menemukan ayam dan jeroan ayam yang diberi formalin yang beredar di pasar. Bagian permukaan terlihat putih dan bersih, berbau kimia, serta tidak dihinggapi lalat.