Wagub: Jangan Beri Kesempatan Pasar Tumpah

Wakil Gubernur Jawa Barat Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf) mengingatkan kepada pemerintah daerah dan kepolisian daerah agar tidak memberikan toleransi kepada para pedagang yang akan membuka jualannya di bahu jalan.

Karena memberi satu kesempatan pada pedagang akan memberikan kesempatan pada pedagang lain membuka lapak hingga akhirnya tercipta pasar tumpah.

“Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berkoordinasi agar dapat mengamankan arus mudik tahun ini terutama di daerah yang ada pasar tumpah. Seperti halnya pasar tumpah yang ada di Kahatex Rancaekek, Pasar Limbangan dan Pasar Lewo Malangbong,” katanya usai meresmikan masjid Yusuf Al Hakim di Kampung Padaimut Desa Girijaya Kecamatan Kersamanah Selasa malam (31/8).

Sementara terkait kesiapan arus mudik tahun ini, menurut Dede, pemerintah telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan arus mudik termasuk membangun jalan baru. Bahkan dirinya telah mencoba jalur lingkar Nagreg dengan menyetir kendaraan sendiri. Dari hasil uji cobanya, ada beberapa titik yang masih harus diwaspadai. “Tanjakan Nagreg yang dulu, kemiringannya mencapai 18 derajat. Di jalur baru ini, kemiringan tanjakannya mencapai 14 derajat. Jadi ada beberapa titik yang harus diwaspadai,” katanya.

Dede yakin, kondisi jalur lingkar Nagreg baru tidak akan menimbulkan masalah kemacetan baru, karena meski jalan masih menanjak panjang, akan tetapi jalur tersebut nantinya hanya akan dilalui oleh kendaraan kecil seperti sedan dan minibus, sementara truk dan bus besar akan tetap melalui jalur Nagreg yang lama. Bahkan, pada H-7 sampai H+7 nanti, untuk mobil truk besar dilarang beroperasi dan melintasi jalur mudik utama. “Meski demikian tidak semua kendaraan truk besar dilarang jalan, karena untuk kendaraan truk besar pengangkut sembako dan logistik, masih tetap diijinkan jalan mengingat kendaraan tersebut membawa kepentingan masyarakat banyak,” tutupnya.