Jabar Adopsi Sentuhan “Entertainment” Yayasan Thalassaemia” Garut

Para pengelola Yayasan Thalassaemia di Provinsi Jawa Barat, bisa mengadopsi sentuhan “entertainment” yang kerap digelar Yayasan Thassaemia Cabang Kabupaten Garut.

Menyusul Yayasan Thalassaemia Kabupaten Garut, dinilai menjadi percontohan bagi institusi serupa di provinsi ini, berkat pendekatan hiburan yang sehat dan mendidik selama ini, berhasil mewujudkan soliditas berbagai lapisan dan komponen masyarakat.

Fenomena tersebut juga diakui Ketua Yayasan Thalassaemia Cabang Kabupaten Garut, Ny. Rani Permata Diky Chandra kepada Garut News, Selasa, dan menyebutkan duta Yayasannya pun ikut serta menyeramarakan hari Thalassaemia se dunia 2011 di Gedung Satu Bandung, baru-baru ini.

“Satukan Cinta, Kendalikan Thalassaemia, Periksakanlah Darah Anda Sebelum Menikah”, ungkap Ny. Rani kerap menuturkan seruannya hampir pada setiap kesempatan, secara persuasif-edukatif juga sarat kelemahlembutannya, namun tetap tegas dan lugas.

Terkait terdapat sedikitnya 1.613 penderita thalassaemia di Jawa Barat, tetapi 50 persen diantaranya yang berobat secara rutin, Ny. Rani katakan diperlukan peran serta semua pihak, sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing, termasuk kegiatan adviokasi maupun pendampingan.

“Concern Pada Gerakan Peduli Rela Untuk Mereka”

Rosita (37), warga Kampung Panyeredan RT 01/04 di Desa Sukaratu Kecamatan Sucinaraja dikaruniai prestasi yang diraih putri semata wayangnya, Nina Kurniati (12), yang cerdas sejak kelas satu.

Murid kelas VI SDN Sukaratu II ini senantiasa meraih ranking atas, juga periang dan pandai bergaul, namun kini berubah total menjadi pemurung akibat didera sakit sejak tiga bulan lalu.

Tubuhnya pun menjadi kurus kering, bahkan mulai telapak kaki hingga wajah tampak menghitam, Nina hanya berbaring tak berdaya di tempat tidur sebab tidak bisa berjalan.

Kepada Ketua Konsorsium Gerakan Peduli Rela Untuk Mereka, Ny. Rani Permata Diky Chandra dituturkan, berawal terdapat benjolan seperti bisul pada paha kanan penderita.

Sehingga kini langsung mendapat perawatan intensif di RSU dr Slamet Garut, yang diagendakan akan mendapatkan bantuan seperangkat kursi roda dari Konsorsium Gerakan Peduli Rela Untuk Mereka, ujar Ny. Rani kepada Garut News.

Sebelumnya, Ny. Rani dan rombongan mendatangi serta menyantuni, Ai Kurniasih (40), yang lumpuh dan tidak membawa pulang uang sepeser pun dari kerjanya di luar negeri.

Janda dua anak itu kini hanya merenungi nasib di rumahnya RT 02/06 Kampung Cimalaka RT.02/06 Desa/Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.

Ny. Rani dan rombongan, juga tetap “Concern” mendatangi dan menyantuni Andre(11), warga Kampung Peer RT 03/03, Desa Linggamukti Sucinagara, yang telah lima tahun berbaring di tempat tidur.

Anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Burhan(46) dan Ade Rosita(41) tersebut, menderita sakit setelah terjatuh dari mobil truk pengangkut bata merah.