Jalan Utama Bungbulang Dilanda Longsor, Akses ke Tiga Kecamatan Terputus

Akibat dilanda curah hujan tinggi, ruas jalan yang menghubungkan Bungbulang hingga ke Kec. Cisewu-Kec. Caringin terputus akibat timbunan longsoran tanah di Kp. Cidomas, Desa Mekarjaya, Kec. Bungbulang, Kab. Garut, Minggu (27/11). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun akses transportasi dari Bungbulang menuju 3 kecamatan di kawasan Garut Selatan terputus.

Kejadian diperkirakan berlangsung pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, curah hujan sedang berlangsung cukup tinggi. Ruas jalan yang tertimbun material longsoran tanah mencapai sepanjang 25 m. Longsoran tanah berasal dari tebing di bahu jalan, material yang menutup jalan mencapai ketinggian 1-2 m.

Camat Bungbulang Uum Suhartini mengatakan, lokasi titik longsor berada pada kawasan yang rawan longsor. “Ruas jalan yang sempit dan berkelok, di samping itu terdapat tebing. Tanah longsoran berasal dari tebing tersebut,” katanya, saat dihubungi lewat telepon.

Untuk sementara waktu, akses transportasi dari Bungbulang menuju 3 kecamatan di Garut Selatan memang tak bisa dilintasi. Selain terhalang timbunan longsoran tanah, situasi juga gelap gulita minim penerangan dan tanah licin karena bekas diguyur hujan. “Masyarakat dipastikan tidak bisa melintasi ruas jalan ini. Kami sudah lapor ke Pemkab Garut agar dapat ditangani segera, mudah-mudahan bisa,” tuturnya.

Pihaknya sedang mengupayakan pembersihan ruas jalan dengan cara manual menggunakan alat sederhana dibantu warga setempat. “Tapi, tidak bisa maksimal karena tumpukan tanah cukup banyak dan kondisi jalan. Sehingga, membahayakan masyarakat juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Workshop Dinas PU Binamarga Kab. Garut Dani menyatakan, lokasi ruas jalan terputus tidak dapat ditangani dalam waktu cepat. Pasalnya, alat berat backhoe milik Pemkab Garut sedang dalam kondisi overhaul. “Alatnya ada kerusakan, kami sedang upayakan untuk perbaikannya dulu. Setelah itu, melakukan penanganan lokasi jalan yang tertimbun,” katanya, ketika dhubungi lewat telefon.

Saat ini, pihaknya sedang membongkar backhoe untuk memeriksa kondisi kerusakan alat tersebut. Apalagi, backhoe tersebut menggunakan ban sehingga untuk penanganan pada lokasi bencana tidak efektif karena dapat tergelincir. “Kami mungkin akan koordinasi dengan Pemprov Jabar, kebetulan pihak Pemprov menyimpan satu unit backhoe di kawasan Pamengpeuk dengan alas Track. Jika bisa dipinjam untuk dipakai, bisa untuk solusi pengerukan longsoran tanah di Bungbulang,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Garut Dik Dik Hendrajaya menyatakan, untuk sementara waktu arus lalu lintas menuju dan dari Cisewu terhenti. “Ruas jalan yang tertutup longsor sama sekali tidak bisa dilintasi. Akibatnya, arus lalu lintas terhenti,” ucapnya.

Sambil menunggu penanganan lokasi longsor oleh Dinas Bina Marga Kab. Garut, masyarakat tidak ada pilihan lain untuk menuju Garut selain memutar jalan menuju Pamengpeuk melalui Rancabuaya Kec. Caringin-Kec. Mekarmukti-Kec. Pamengpeuk. “Atau, masyarakat bisa memutar menuju Kec. Talegong, melintasi Kab. Bandung, lalu masuk ke Garut. Dan, rute perjalanan bertambah 2 kali lipat karena jarak tempuh sangat jauh,” tuturnya.