Jika Gunung Galunggung Meletus, Enam Desa di Empat Kecamatan Terancam Hujan Abu

Aktivitas vulkanik Gunung Galunggung yang berstatus waspada membuat sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut ikut siaga. Sedikitnya enam desa di empat kecamatan di Garut terancam hujan abu dan lontaran batu pijar jika sampai Gunung Galunggung meletus.

Komandan Komando Distrik Militer 0611 Garut Letnan Kolonel Armed Edi Yusnandar mengungkapkan, berdasarkan kajian peta kawasan rawan bencana Galunggung dari PVMBG, sejumlah kawasan di Garut akan terkena dampak jika sampai Galunggung meletus.

“Kami pantau terus perkembangan Galunggung. Bagaimanpun, dampak letusan gunung harus juga diwaspadai oleh masyarakat di Garut, terutama yang radiusnya dekat dengan gunung itu,” kata Dandim saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/2).

Enam desa di empat kecamatan yang terancam abu vulkanik dan lontaran batu pijar itu, di antaranya Desa Cigadog dan Tenjonagara di Kacamatan Sucinaraja. Jarak kawasan tersebut dari Gunung Galunggung mencapai 9 km dengan terhalang Gunung Canar dan Gunung Cupu. “Kami siapkan jalur evakuasi ke tempat pengungsian di Gudang Jagung, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Suniraja,” ujarnya.

Dandim mengatakan, kawasan lain yang berpotensi terkena ancaman Galunggung adalah Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja yang berjarak 12 km dari titik Galunggung, terhalang Gunung Talaga Bodas. Di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan yang berjarak 12-15 km juga terhalang Gunung Talaga Bodas. Sementara itu, Desa Cintamanik dan Desa Cinta di Kecamatan Karang Tengah yang berjarak 11,5-12 km dari Galunggung dengan penghalang alami Gunung Talaga Bodas.

“Saat Galunggung terakhir meletus pada 1982, daerah-daerah yang ada di Garut itu juga terkena dampak, meski hanya berupa hujan abu dan lontaran batu pijar. Oleh karena itu, kami siapkan antisipasi agar warga di sana juga ikut waspada. Daerah itu adalah permukiman, maka jalur evakuasi dan tempat pengungsian juga ditetapkan,” kata Dandim.

Dia mengungkapkan, keberadaan sejumlah gunung seperti Gunung Canar, Cupu, dan Talaga Bodas menjadi penghalang alami yang membuat wilayah Garut cukup terlindungi dari dampak letusan Galunggung. Akan tetapi, dua ancaman dampak letusan, yakni abu vulkanik dan lontaran batu pijar, bisa saja kembali terjadi.

“Saat ini, situasi tidak terjadi bencana. Kami lakukan perencanaan atas dasar peta dan keterangan dari PVMBG, daerah mana saja yang terancam, jalur evakuasi, dan pengungsian. Kami juga akan melakukan pendataan jumlah penduduk di enam desa yang potensial terkena dampak kalau sampai Galunggung meletus,” ungka Dandim.