Panglima Geng Motor Ditembak

Panglima geng motor Brigez, HD, 26, diciduk aparat Polres Garut kemarin. Penangkapan HDdidasari oleh sejumlah kasus penganiayaan yang dilakukannya di sejumlah tempat berbeda.

“Aksi tersangka terbilang sadis. Dia menyebabkan sepuluh orang korbannya mengalami luka bacok dan tusukan pada tubuh,” kata Kasat Reskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani kemarin. Menurut Yusuf, aksi penyerangan warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut ini terhadap para korbannya dilakukan tanpa alasan yang jelas.Dalam melakukan aksinya, pelaku langsung menghampiri dan menganiaya para korbannya yang sedang berada di pinggir jalan.

“Modus perbuatan lainnya yakni menyerempet pengendara sepeda motor yang tengah melintas. Bila korban melarikan diri, tersangka langsung mengejar korban dengan menabraknya dan membacok korban dengan senjata tajam. Beberapa aksi di antaranya,dia menggunakan pecahan botol miras sebagai senjata tajam,” ungkapnya.

Disebutkan Yusuf, sejumlah daerah yang dijadikan tempat beraksinya adalah Kecamatan Sukawening, Rancabuaya, dan Kecamatan Cisurupan.Tidak hanya di Garut, HDjuga pernah terlibat aksinya di Bandung, Tasikmalaya,Banjar,dan Ciamis.“Tersangka termasuk daftar pencarian orang (DPO) yang kami cari sejak 2009,” katanya.

HD berhasil ditangkap pada saat razia geng motor yang dilakukan di kawasan Kecamatan Tarogong.Karena berupaya melarikan diri, polisi terpaksa menembak kedua kaki HD untuk melumpuhkannya. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia dijerat Pasal 351 ayat 2 dan Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun,” ujarnya.

Sementara itu, seorang saksi yang pernah menjadi korban Herdi, Jefri, 21,warga Rancabuaya, Kabupaten Garut, mengaku sempat mengalami sejumlah luka serius pada bagian kening, kepala,leher,dan dada. Dia sendiri mengaku tidak tahu alasan HD menyerang dirinya. “Saya merasa tidak memiliki masalah dengan dia dan kelompoknya. Tanpa alasan yang saya tidak mengerti, dia mengeroyok dan menusuk saya dengan pecahan botol,”tuturnya.

HD sendiri mengaku, aksi brutal yang dilakukan bersama kelompoknya dipicu oleh alasan ingin disegani.Tak jarang, permasalahan rebutan wanita pun sering jadi penyebab aksi onarnya. “Saya sudah masuk Brigez sejak SMA, yaitu pada 2004. Alasannya cuma iseng saja,”katanya.