garut header
Jumat, 23 Juni 2017   English | Sunda
rss2
:: Menu Utama Ekonomi Investasi
 
Prosedur Investasi
 
A. Permohonan
Model I PMDN , dilengkapi :
  • Akta perusahaan / KTP bagi perorangan
  • Salinan NPWP
  • Proses dan Flowchart uraian produksi/kegiatan usaha
  • Surat kuasa apabila bukan ditandatangani direksi
Model I PMA, dilengkapi:
  • Peserta Indonesia :
    • Akte Perusahaan
    • Salinan KTP apabila perorangan
    • Salinan NPWP
  • Peserta Asing :
    • Akte Perusahaan
    • Salinan Paspor apabila perorangan
    • Salinan NPWP untuk PT PMA
    • Letter of Power Attorney
    • Proses dan Flowchart uraian produksi/kegiatan usaha
B. Perijinan Di Tingkat Pusat :
  • BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)
    • Surat Persetujuan Penanaman Modal/ SP-PMDN atau SP-PMA (khusus bagi penanam modal dalam rangka PMDN dengan nilai investasi lebih besar dari Rp. 10 milyar dan PMA dengan nilai investasi sampai dengan US$.100 juta).
    • Surat Persetujuan Presiden, yang ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Pemberitahuan tentang Persetujuan Presiden/SPP (khusus bagi penanam modal dalam rangka PMA dengan nilai investasi lebih besar dari US$.100 juta).
    • Surat Persetujuan Pemberian Fasilitas atas Pengimporan Barang Modal/Bahan Baku/Penolong (SP Pabean BB/PP) untuk pemberian fasilitas atas pengimporan bahan mesin/peralatan
    • Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT) untuk mengimpor barang modal dan bahan baku yang dibutuhkan
    • Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTK) untuk penggunaan Tenaga Kerja Asing
    • Izin Usaha Tetap (IUT)
  • BPN (Badan Pertanahan Nasional)
  • Hak Guna Usaha (HGU) yang luasnya lebih dari 200 Ha (dua ratus hektar)
C. Perijinan Di Tingkat Propinsi:
  • BKPMD Jawa Barat
    • Surat Persetujuan Penanaman Modal (khusus bagi penanam modal dalam rangka PMDN dengan nilai investasi sampai dengan Rp. 10 milyar)
    • Surat Persetujuan Pemberian Fasilitas atas Pengimporan Barang Modal/Bahan Baku/Penolong
    • Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT)
    • Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTK)
    • Izin Usaha Tetap (IUT)
    • Izin Tenaga Kerja Asing (IKTA)
  • BPN Propinsi Jawa Barat
    • Hak Guna Bangunan (HGB) yang luasnya lebih dari 5 Ha (lima hektar)
    • Hak Guna Usaha (HGU) yang luasnya tidak lebih dari 200 Ha (duaratus hektar)
D. Perijinan di tingkat Kabupaten Garut
  • Izin Lokasi oleh BAPPEDA Kabupaten Garut
  • Pengesahan SitePlan oleh BAPPEDA Kabupaten Garut
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Garut
  • Izin Undang-Undang Gangguan (IUUG/HO) oleh Bagian Ekonomi SETDA Kabupaten Garut
  • Hak Guna Bangunan (HGB) yang luasnya sampai dengan 5 Ha (lima hektar) oleh BPN Kab.Garut
  • UPL/UKL/AMDAL oleh Dinas Lingkungan Hidup KP Kabupaten Garut
E. Realisasi di tingkat Kabupaten Garut
  • Salinan akta pendirian perusahaan dan pengesahannya
  • Salinan IPPT
  • Salinan IMB
  • Salinan Ijin Gangguan (HO)
  • Salinan Sertifikat Hak Atas Tanah
  • LKMP
  • RKL/RPL atau UKL/UPL atau SPPL
  • BAP
  • Salinan SP PMDN atau SP PMA dan perubahannya
F. Informasi lebih lanjut :
Badan Penanaman Modal dan Perizinan
Alamat: Jl. Patriot, e-mail : kpptsp@garutkab.go.id, telpon.: (0262) 545666
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain