garut header
Minggu, 23 Juli 2017   English | Sunda
rss2
:: Menu Utama Ekonomi
 
Perdagangan


Perkembangan Usaha dan Sarana Perdagangan

Dalam upaya menumbuhkembangkan aktivitas perdagangan, pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan berbagai upaya baik yang bersifat regulatif maupun penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana perdagangan.

Namun demikian, di tengah pelaksanaan otonomi daerah dan menyongsong diberlakukannya AFTA (Asean Free Trade Area), Kabupaten Garut menghadapi berbagai masalah yang harus segera ditangani baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Permasalahan yang masih nampak menonjol antara lain:
  • Sistem perdagangan belum berjalan secara optimal, yang tercermin dari pola aliran barang dari Kabupaten Garut masih berkisar di seputar lokal, Jawa Barat dan luar Jawa Barat;
  • Otonomi daerah pelaksanaannya perlu ditopang oleh sektor perdagangan yang handal. Sampai saat ini sektor perdagangan masih mengandalkan produk-produk hasil pertanian dan industri kecil, menengah, oleh karena itu perlu diupayakan faktor-faktor pendukung aktivitas perdagangan;
  • Terbatasnya jangkauan pemasaran karena kurangnya informasi pasar;
  • Produk yang dihasilkan oleh pengusaha di Kabupaten Garut pada umumnya belum memenuhi selera pasar baik dalam diversifikasi maupun desain;
Surat Izin Perdagangan Yang Dikeluarkan Oleh  Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar
 Kabupaten Garut Tahun 2014

Bulan
Perusahaan Kecil
(PK)
Perusahaan Menengah
(PM)
Perusahaan Besar
(PB)
Jumlah
Januari
55
1
-
56
Pebruari
207
12
-
219
Maret
151
14
-
165
April
154
8
-
162
Mei
136
19
1
156
Juni
185
14
1
200
Juli
68
5
1
74
Agustus
145
5
1
151
September
132
12
-
144
Oktober
164
17
-
181
Nopember
124
11
-
135
Desember
129
10
1
140
Jumlah
1.650
128
5
1.783
Sumber : Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Garut

Tabel Pasar Tradisional di Kabupaten Garut Tahun 2014

No
Nama Pasar
Jumlah Kios/Los/PKL
Jumlah Pedagang
Jarak Ke Kabupaten
1
Guntur 4.476 4.386 1,5
2
Wanaraja 1.013 761 14
3
Cibatu 486 383 24
4
Malangbong 682 700 48
5
Limbangan 823 600 28
6
Kadungora 678 558 16
7
Leles 424 257 13
8
Samarang 600 480 11
9
Ciboda 213 140 13
10
Andir-Bayongbong 653 502 16
11.
Cilimus 169 110 14
12
Bojongloa 189 120 20
13
Cisurupan 224 184 23
14
Cikajang 740 574 25
15
Pameungpeuk 680 319 115
16
Plaza Sukamukti 465 351 17
17
Banyuresmi 210 91 10
18 Sukaratu 115 24 10
19 Lokal 124 60 20
20 Surabaya 33 22 28
21 Cirapuhan 145 92                            40                            
22 Pasar Bandrek 108 65 30
23 Cikarag 113 53 55
24 Pasar Lewo 348 297 40
25 Linggarjati 8 14 66
26 Pakenjeng 10 35 60
27 Panyindangan 104 226 60
28 Karangsari 4 35 70
29 Depok 120 180 60
30 tanjungjaya 38 176 62
31 Sukamulya 20 140 60
32 Barujaya 20 32 76
33 Pasirlangu 30 212 77
34 Tegalgede 21 60 60
35 Wangunjaya 90 173 80
36 Caringin 125 208 150
37 Sukarame 80 194 150
38 Purbayani 84 188 160
39 Cisewu 70 120 180
40 Sukajaya 145 103 180
41 Sugih Mukti 31 56 186
42 Dwikarya 50 60 184
43 Mancagahar 75 75 120
44 Perdes 21 21 190
45 Selaawi 171 250 190
46 Pasar Senin 7 20 194
47 Giri Mulya 40 35 192
48 Banjarwangi 50 169 63
49 Singajaya 215 216 60
50 Pancasura 10 80 61
51 Sukarasa 72 120 65
52 Tablong 14 213 80
53 Bungbulang 8 4 87
54 Perk. Miramareu 5 5 97
55 Mekarwangi 3 4 60
56 Cihurip 6 2 56
57 Cisompet 78 50 65
58 Simpang 34 155 110
59 Cikelet 4 9 94
60 Linggamanik 20 101 120
61 Cigadog 4 40 120
62 Mekarmukti 145 174 150
63 Cijayana 134 90 155
64 Agro 32 68 145
65 Pasirwangi 175 265 30
66 Cintamanik 32 74 22
67 Psr Sehatgenteng 159 137 8
68 Pangauban 87 76 16
69 Psr Wisata 15 - 89
70 Pasar Cimurah
- - 10
Jumlah
16.170
15.795
-
Catatan : * Data Bergabung dengan Los
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Garut Tahun 2014

Perdagangan Ekspor

Perkembangan perdagangan ekspor nonmigas Kabupaten Garut ditandai dengan keragaman komoditas dan nilai ekspor. Jenis komoditas yang diekspor terdiri dari teh hitam, teh hijau, karet, bulu mata palsu, minyak akar wangi, jaket kulit, kulit tersamak, kerajinan dari akarwangi, vanili dan kain sutera dengan negara tujuan ekspor yaitu: USA, Inggris, Belanda, Rusia, Mesir, Jepang, Singapura, Irak, Iran, Srilanka, India, Korea, Kanada, Jerman Taiwan, Thailand, Vietnam dan Malaysia. Nilai ekspor tahun 2010mencapai US$ 18.335.541,56 meningkat dari tahun 2008 sebesar US$ 381.026 Perkembangan realisasi ekspor non migas Kabupaten Garut tahun 2008 selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel Komoditas Ekspor Kabupaten Garut Tahun 2010 s/d 2012

Jenis Komoditas
Volume
Satuan
Produksi ($US)
Negara Tujuan
1.
Teh Hitam
5.315.610
Kg
7.707.634,40
Inggris, Belanda, Jepang, Iran, Australia, Belgia, Italia, Jerman, Maroko
2.
Teh Hijau
17.913
kg
18.271,26
Jerman, Belanda
3.
Karet
1.610.010
Kg
1.754.810,70
Singapura, Jepang
4.
Bulu Mata Palsu
10.510.300

Psg
Kg
4.729.635
USA, Inggris, Canada, Spanyol, Srilanka, Thailand, Jerman, Mexico, Jepang, Korea Selatan, Malaysia
5.
Minyak Akar Wangi
25.750
Kg
1.416.250
Jepang, Singapura, Inggris, USA, Swiss, Italia, Jerman, Hongkong, India
6.
Jaket Kulit
11.250

Ptg
Kg
506.250
Singapura , Malaysia, Taiwan, Australia
7.
Kulit Tersamak
1.918.600

Sqf
Kg
195.672
Singapura , Malaysia, Taiwan, Cina
8.
Kain Sutera
72.500

M
Kg
888.125
Jepang , USA
9.
Minyak Nilam
12.900
Kg
408.930
Singapura, Jepang, USA
10.
Kerajinan dari Akar Wangi
7.425

Bh
Kg
37.469
Singapura , Malaysia, USA
11.
Vanila
500
Kg
100.050
USA , Inggris
Jumlah 17.760.097,36
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Garut  dan PM - LKPJ 2012

Perkembangan Harga
Lihat Juga
Menu Utama >> Direktori>>Sub Group: Perbelanjaan, Produsen Produk Khas
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain