garut header
Jumat, 28 April 2017   English | Sunda
rss2
:: Menu Utama Infrastruktur

 
Pekerjaan Umum

Infrastruktur Jalan

Panjang seluruh jalan mencapai 4022,92 Km, yang terdiri dari 31,104 Km jalan nasional, 272,94 Km jalan propinsi, 828,76 Km jalan kabupaten, dan 2.883 Km jalan desa. Jenis permukaan, kondisi jalan, dan kelas jalan nasional, kabupaten, dan desa diuraikan dalam tabel berikut.

Uraian
Nasional
Strategis Nasional
Propinsi
Strategis Propinsi
Kabupaten
Jalan Desa
Jumlah
Jenis Permukaan (m)
Aspal (AC)
30.08
277,08
272.94
14,29  293,67 3327,338 4215,448
Beton
0,00
000
0,00 0,00          0,70 0,00
0,00
Aspal (Panetrasi)
0,00
000
0,00 0,00
        392,39 0,00
392,39
Kerikil
0,00
000
0,00
0,00
140,40
0,00     140,40
Tanah
0,00
000
0,00
0,00
1,60
0,00         1,60
Jumlah
30,08
277,08
277,94
14,29
828,76
3327,338
4545,830
Kondisi Jalan (m)
Baik
000
 
346,21
 
346,21
Sedang
000
118.24
118.24
Rusak
000
 

Rusak Berat
000
294,31
294.31
Jumlah
71,913
828,76
900.673
Kelas Jalan (m)
Kelas .I
-
000
-
-
-
-
-
Kelas .II
-
000
-
-
-
-
-
Kelas .III
-
000
-
 
 
-
-
Kelas.III A
-
000
--
-
-
-
-
Kelas.III B
-
000
-
-
-
-
-
Kelas.III C
-
000
-
-
-
-
-
Klstdk dirinci
-
000
-
-
-
-
-
Jumlah
33,104
71,913
272,94
828,76
Sumber : Dinas Bina Marga

Perubahan status jalan Propinsi ke Kabupaten dan sebaliknya, terakhir dengan surat Gubernur Jawa Barat Nomor 620/4135/sarek tanggal 5 Desember 2005, dengan perubahan antara lain ruas jalan Bratayuda sepanjang 0,68 Km, Jl. Jendral Sudirman sepanjang 5,58 Km, Jl. Merdeka sepanjang 0,39 Km dan Jl. Suherman sepanjang 1,33 km statusnya berubah dari jalan Kabupaten menjadi jalan Propinsi serta adapula ruas jalan yang tadinya jalan Propinsi dirubah menjadi Jalan Kabupaten seperti ruas jalan Ciledug ? Sukadana sepanjang 1,35 Km dan ruas jalan Ahmad Yani sepanjang 450 meter. Perubahan status ruas jalan ini, berpengaruh pada panjang jalan baik di ruas jalan kabupaten dari 835,08 Km yang ditetapkan berdasarkan Surat keputusan Gubernur Nomor 620/Sk.74 ? Peny. Program /1998 menjadi 828,76 Km maupun propinsi jalan propinsi dari 274, 43 Km menjadi 272,94 Km.
Jumlah jembatan di Kabupaten Garut mencapai 323 buah dengan total panjang sebesar 2.819,70 m. Sedangkan prasarana irigasi/pengairan teknis sekunder adalah 1.150 m dan teknis tersier 4.500 m.


Inventarisasi Data Jalan Nasional dan Propinsi
Di Wilayah Kabupaten Garut

Ruas Jalan
Status
Panjang
(km)
Lebar
(m)
Jenis perrmukaan
 
Nagreg – Bts Raja Polah
Nasional
33.104
7
Hotmix
Malangbong-Bts Sumedang
Propinsi
8.5
4.5
Hotmix
Nagreg-BtsGarut-Bdg
Propinsi
14.71
7
Hotmix
Garut-Cikuray (Bts Grt-tsk)
Propinsi
13.35
6
Hotmix
Jl Raya Cisewu
Propinsi
0.95
4
Aspal
Garut-Cikajang
Propinsi
23.2
7
Hotmix
Sumadra – BBI
Propinsi
34.99
4
Aspal
Cukul Bts Bandung
Propinsi
59.21
4
Aspal
Cikajang-Sumadra
Propinsi
12.66
4
Aspal
Pameungpeuk-Cilauteureun
Propinsi
0.58
6
Hotk/Aspal
Cikajang-Pameungpeuk
Propinsi
54.92
6
Hotmix
Kdr-Leles-Sasakbeusi
Propinsi
19.82
4
Hotmix
Leles bts Bdg- Cijapati
Propinsi
8.6
6
Hotmix
Jl Raya Pameungpeuk
Propinsi
1.71
6
Hotmix
Jl Raya Cikajang
Propinsi
3.23
7
Hotmix
Jl Otista
Propinsi
3.37
8
Hotmix
Jl Cimanuk
Propinsi
4.25
8-12
Hotmix
Jl Bratayuda
Propinsi
0.68
8
Hotmix
Jl Sudirman
Propinsi
5.58
7
Hotmix
Jl Suherman (ciatel)
Propinsi
1.33
7
Hotmix
Jl Merdeka STM-Polres
Propinsi
0.39
7
Hotmix
Jl Ciledug (skdn-POM) - 0.91 6
Hotmix
Sumber : Dinas Bina Marga Kab. Garut
Untuk memahami istilah jenis jalan, berikut ini adalah definisi yang tertuang dalam UU 38/2004:

Istilah
Definisi
 
Jalan Arteri
Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.
Jalan Kolektor
Jalan yang melayani angkutan pengumpulan/pembagian dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.
Jalan Lokal
Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.
Jalan Lingkungan
Jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.
Sistem Jaringan Jalan Primer
Sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan.
Sistem Jaringan Jalan Sekunder
Sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan.
Jalan Nasional
Jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis nasional serta jalan tol.
Jalan Propinsi
Jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota dan jalan strategis provinsi.
Jalan Kabupaten
Jalan lokal dalam sistem jaringan-jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibu kota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal (PKL), antar PKL, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan skunder dalam wilayah kabupaten dan jalan strategis kabupaten.
Jalan Desa
Jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antar permukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

Kewenangan penyelenggaraan jalan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan untuk Jalan Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Garut, Jalan Propinsi adalah Pemprop Jawa Barat, dan Jalan Nasional adalah Pemerintah Pusat.

Infrastruktur Jembatan

Jumlah jembatan di Kabupaten Garut mencapai 306 buah dengan total panjang sebesar 2.565,30 m. Dari jumlah tersebut, tercatat 134 buah jembatan sepanjang 1491m terletak di Jalan Propinsi.


No
Nama Ruas Jalan
Jembatan
Jumlah
Panjang (m)
Panjang (Km)
1
Jl. Cimanuk (Garut)
1
34
2
2
Jl. Otista (Garut)
9
27
3
3
Bts. Bandung/Garut - Garut
14
73
15
4
Garut - Cikajang
16
176
23
5
Jl. Cimanuk ( Garut )
1
26
2
6
Cikajang - Pameungpeuk
35
242
55
7
Jl. Raya Cikajang (Cikajang)
0
0
3
8
Jl. Raya Pameungpeuk (Pameungpeuk)
2
57
2
9
Pameungpeuk - Cilautereun
2
29
6
10
Garut - Bts.Garut/Tasikmalaya
14
92
13
11
Jl. Ciledug (Garut)
0
0
1
12
Jl. Bratayuda (Garut)
0
0
1
13
Jl. Jend. Sudirman (Garut)
4
59
6
14
Jl. Merdeka (Garut)
0
0
0
15
Jl. Suherman (Garut)
1
5
1
16
Cikajang - Sumadra
6
58
13
17
Malangbong - Bts.Garut/Sumedang
14
65
9
18
Bts.Bandung/Garut - Kadungora ( Leles )
5
35
9
19
Kadungora (Leles) - Cibatu - Sasakbeusi
4
65
20
20
Cukul(Bts.360010004/360010005)-Rancabuaya(Palembuhan
53
331
59
21
Sumadra-Bungbulang
13
119
35
 
Total
134
1491
277

Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan Kabupaten di Kabupaten Garut (sampai akhir Desember 2014)


No
Konstruksi
Panjang (Km)
Presentasi (%)
Kondisi (Km)
Baik
Sedang
Rusak
1
 Hotmix  293.67  35.43%  211.62 69.99
 2.07
2
 Beton  0.7  0.08%
   0.7  
3
 Aspal  392.39  47.35%  124.59 117.56  150.25
4
 Batu  140.40  16.94%      140.40
5
 Tanah  1.60  0.19%      1.6
Total
 828.76 100%
 346.21  118.24 294.31

Infrastruktur Irigasi

Pengelolaan Infrastruktur Irigasi telah berkontribusi dalam meningkatkan intensitas tanam padi sawah khususnya pada daerah Irigasi, serta mengupayakan pengelolaan infrastruktur sumber daya air untuk meningkatkan ketersediaan air baku, mengurangi luas areal banjir, dan pengendalian banjir. Keberhasilan program dan kegiatan dititikberatkan pada:

  • Penyediaan Air Baku/ air Bersih untuk masyarakat dan penelitian sumber daya air yang diindikasikan dengan peningkatan pembangunan instalasi air dan perencanaan pengukuran daerah irigasi.
  • Penanganan rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi perdesaan yang diindikasikan meningkatnya pemenuhan kebutuhan air baku untuk mengairi lahan pertanian dan terpeliharanya pola tanam.
  • Meningkatkan kapasitas mampu sungai dan terkendalinya luapan air/longsor, yang diindikasikan berfungsinya sarana dan prasarana air untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air baku.
Capaian hasil Program dan kegiatan tersebut di atas telah berkontribusi dalam meningkatkan intensitas tanam padi sawah khususnya pada daerah irigasi kewenangan Kabupaten (luas areal di bawah 1.000 ha) menjadi 60% serta mengupayakan pengembangan infrastruktur sumber daya air untuk meningkatkan ketersediaan air baku, mengurangi luas areal banjir, dan pengendalian banjir.

Potensi dan Kondisi Jaringan Irigasi Teknis Pemerintah dan Irigasi Pedesaan

Keterangan
Daerah Irigasi
Daerah Irigasi Pemerintah
Daerah Irigasi Desa
2005
%
2006
%
2005
%
2006
%
Panjang Saluran (km)
490
-
490
-
4.808
-
4.808
-
Areal (Ha.)
12.236
-
12.236
-
58.804
-
58.804
-
Saluran (Km):
Baik
294
60
322
65,71
2.355,92
49
2.410,67
50,14
Rusak Berat
109
22,24
90
18,37
1.730,88
36
1.698,33
35,32
Rusak Ringan
87,00
17,76
78
15,92
721,20
15,00
699
14,54
Bangunan Bendung (buah):
Baik
14
60,87
21
91,30
433
36,02
722
60,07
Rusak Berat
4
17,40
-
 
669
55,66
420
34,94
Rusak Ringan
5
21,73
2
8,70
100
8,32
60
4,99
Bangunan Air (buah):
Baik
683
55,04
765
61,64
2.704
44,99
2.853
47,47
Rusak Berat
310
24,98
300
24,17
2.904
48,32
2.772
46,12
Rusak Ringan
248
19,98
176
14,18
402
6,69
385
6,41
Pintu (buah):
Baik
282
57,79
322
68,80
-
-
 
 
Rusak Berat
161
32,99
121
25,85
-
-
 
 
Rusak Ringan
45
9,22
25
5,34
-
-
 
 
Sumber: Dinas SDAP Kab. Garut
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain