placeholder for flash movie
Kamis, 17 April 2014   English | Sunda
:: Menu Utama Sumber Daya Alam  


Lingkungan Hidup
Permasalahan dan Kinerja
 
Permasalahan Dan Upaya Pemecahan

1. Permasalahan
 
  1. Pemanasan global (global warming) yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi efek rumah kaca yang brdampak besar pada perubahan pola iklim. 
  2. Kondisi kualitas air sungai menunjukan nilai atau konsentrasi yang meningkat dan melebihi baku mutu dari hulu ke hilir dan dari tahun ke tahun terutama untuk parameter COD, BOD di DAS Cimanuk.
  3. Belum maksimalnya pelaksanaan koordinasi kegitanan antara pemerintah, propinsi, kabupaten/kota yang diindikasikan belum optimalnya kinerja dan hasil-hasil upaya pengendalian dalam mencegah dan mengurangi tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan.
  4. Tingkat kepedulian dan ketaatan masayarakat terhadap berbagai peraturan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan masih rendah karena kurang intensifnya pelaksanaan sosialisasi peraturan yang sudah ditetapkan.
  5. Upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan di lapangan belum dapat dilakukan secara luas mengingat terbatasnya aparat dan sistem pemantauan lingkungan.
  6. Sinergitas kegiatan dalam program peningkatan efektivitas pengelolaan dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup masih didukung oleh program lain yang terkait, sehingga beberapa kegiatan terobosan untuk meningkatkan perilaku ramah lingkungan melalui pendidikan dan pelatihan kader lingkungan serta sosialisasi pengelolaan lahan kritis (sekolah berbudaya lingkungan) belum berjalan maksimal, atau kegiatan penanganan cekungan air tanah kritis belum terlaksana secara efektif.
  7. Pelaksanaan proses pencapaian 80 % kawasan lindung Kabupaten Garut masih dihadapkan pada kendala kawasan lindung non hutan, karena sebagian berkaitan dengan tanah yang berstatus hak milik, dimana pengelolaan lahan sangat bergantung kepada pemahaman pemilik lahan terhadap nilai-nilai ekologi, ekonomi dan sosial dari lahan.
  8. Belum efektifnya upaya mekanisme pengendalian terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi yang diindikasikan masih tingginya alih fungsi lahan dengan fungsi lindung menjadi lahan budidaya.
  9. Upaya rehabilitasi lahan kritis belum berjalan efektif, karena pada pelaksanaannya dihadapkan berbagai kendala seperti musim kemarau panjang, gangguan ternak, dll.
  10. Penurunan keanekaragaman hayati (biodiversity loss).
2. Upaya Pemecahan
 
  1. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah propinsi, kabupaten/kota, dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan secara terpadu, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pengendaliannya.
  2. Mengintensifkan kegiatan sosialisasi peraturan, pengawasan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan secara berkala kepada para pemangku kepentingan.
  3. Mengefektifkan PPNS, meningkatkan kerjasama dengan aparat penegak hukum, mengembangkan peran masyarakat pemantau lingkungan, dan mengembangkan sistem pemantauannya.
  4. Meningkatkan koordinasi dan sinergitas kegiatan antar instansi terkait untuk mengembangkan program dan kegiatan terpadu.
  5. Mempromosikan hasil studi kelayakan kepada investor, mengembangkan pola pembiayaan infrastruktur lingkungan melalui sharing pemerintah dunia usaha, dan lembaga donor ;
  6. Mengembangkan pemberdayaan masyarakat, melibatkan masyarakat pemilik lahan dalam program pemantapan kawasan lindung dan pengelolaan lingkungan.
  7. Mempercepat penyelesaian penataan batas dan pengukuhan kawasan lindung, meningkatkan upaya penyuluhan dan pembinaan kepada para pengelola lahan di lapanga.
  8. Menyempurnakan perencanaan, memperbaiki pola dan mekanisme pelaksanaan penanganan lahan kritis, serta meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat dalam penanganan lahan kritis.
Perkembangan Capaian Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2013
Hasil kinerja yang telah dicapai adalah :
  • Tersedianya Bean Container, tong sampah ban, roda sampah, tempat sampah organik dan an-organik
  • Tersedianya bibit tanaman Palm kuning, Tanaman Ketapang, Bibit Tanaman Glodogan dan Tanaman peneduh lainnya
  • Tersedianya 1 unit GPS
  • Tersedianya Buku Panduan Sekolah Berbudaya Lingkungan
  • Pengadaan 1 paket Reagen (BOD, COD, Fe, Cd, Zn, Cl, pH, DO Nitrat, Nitrit, Pengawet SPL)
  • Tersedianya Sumur Resapan 70 buah, lubang biopori 200 buah dan alat bor biopori 100 buah
  • Pengadaan Reaktor Biogas sebanyak 35 unit
  • Tersedianya armada pengangkut sampah (sepeda motor kontainer)
Prestasi Tahun 2012
Penghargaan Raksa Prasadha untuk Industri Peduli Lingkungan di Kabupaten  Garut, yaitu :
  • PT.Chevron Indonesia Darajat, Kp. Darajat Pasirwangi Kabupaten Garut
  • PT. Indonesia Power Kamojang, Jl. Komplek Perumahan PLTP Kamojang Kabupaten Garut
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
April 2014
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer