placeholder for flash movie
Rabu, 23 Mei 2012   English | Sunda
:: Menu Utama Sumber Daya Alam  


Lingkungan Hidup
Permasalahan dan Kinerja
 
Permasalahan Dan Upaya Pemecahan

1. Permasalahan
 
  1. Pemanasan global (global warming) yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi efek rumah kaca yang brdampak besar pada perubahan pola iklim. 
  2. Kondisi kualitas air sungai menunjukan nilai atau konsentrasi yang meningkat dan melebihi baku mutu dari hulu ke hilir dan dari tahun ke tahun terutama untuk parameter COD, BOD di DAS Cimanuk.
  3. Belum maksimalnya pelaksanaan koordinasi kegitanan antara pemerintah, propinsi, kabupaten/kota yang diindikasikan belum optimalnya kinerja dan hasil-hasil upaya pengendalian dalam mencegah dan mengurangi tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan.
  4. Tingkat kepedulian dan ketaatan masayarakat terhadap berbagai peraturan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan masih rendah karena kurang intensifnya pelaksanaan sosialisasi peraturan yang sudah ditetapkan.
  5. Upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan di lapangan belum dapat dilakukan secara luas mengingat terbatasnya aparat dan sistem pemantauan lingkungan.
  6. Sinergitas kegiatan dalam program peningkatan efektivitas pengelolaan dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup masih didukung oleh program lain yang terkait, sehingga beberapa kegiatan terobosan untuk meningkatkan perilaku ramah lingkungan melalui pendidikan dan pelatihan kader lingkungan serta sosialisasi pengelolaan lahan kritis (sekolah berbudaya lingkungan) belum berjalan maksimal, atau kegiatan penanganan cekungan air tanah kritis belum terlaksana secara efektif.
  7. Pelaksanaan proses pencapaian 80 % kawasan lindung Kabupaten Garut masih dihadapkan pada kendala kawasan lindung non hutan, karena sebagian berkaitan dengan tanah yang berstatus hak milik, dimana pengelolaan lahan sangat bergantung kepada pemahaman pemilik lahan terhadap nilai-nilai ekologi, ekonomi dan sosial dari lahan.
  8. Belum efektifnya upaya mekanisme pengendalian terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi yang diindikasikan masih tingginya alih fungsi lahan dengan fungsi lindung menjadi lahan budidaya.
  9. Upaya rehabilitasi lahan kritis belum berjalan efektif, karena pada pelaksanaannya dihadapkan berbagai kendala seperti musim kemarau panjang, gangguan ternak, dll.
  10. Penurunan keanekaragaman hayati (biodiversity loss).
2. Upaya Pemecahan
 
  1. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah propinsi, kabupaten/kota, dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan secara terpadu, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pengendaliannya.
  2. Mengintensifkan kegiatan sosialisasi peraturan, pengawasan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan secara berkala kepada para pemangku kepentingan.
  3. Mengefektifkan PPNS, meningkatkan kerjasama dengan aparat penegak hukum, mengembangkan peran masyarakat pemantau lingkungan, dan mengembangkan sistem pemantauannya.
  4. Meningkatkan koordinasi dan sinergitas kegiatan antar instansi terkait untuk mengembangkan program dan kegiatan terpadu.
  5. Mempromosikan hasil studi kelayakan kepada investor, mengembangkan pola pembiayaan infrastruktur lingkungan melalui sharing pemerintah dunia usaha, dan lembaga donor ;
  6. Mengembangkan pemberdayaan masyarakat, melibatkan masyarakat pemilik lahan dalam program pemantapan kawasan lindung dan pengelolaan lingkungan.
  7. Mempercepat penyelesaian penataan batas dan pengukuhan kawasan lindung, meningkatkan upaya penyuluhan dan pembinaan kepada para pengelola lahan di lapanga.
  8. Menyempurnakan perencanaan, memperbaiki pola dan mekanisme pelaksanaan penanganan lahan kritis, serta meningkatkan peran dan keterlibatan masyarakat dalam penanganan lahan kritis.
Perkembangan Capaian Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2011
Hasil kinerja yang telah dicapai adalah :
  • Tersedianya alat ukur untuk laboratorium lingkungan, antara lain 1 (satu) unit : PH Meter, DO Meter dan Temperatur Meter, Conductivity Meter/TDS/Temperatur Meter, Turbidity Meter, GPS, Current Meter, Spektrofotometer, Oven, Titrator Set Manual, Inkubator, Nitrogen Kyehdahl, Ice Box, Timbangan Analitis, GPS Portabel, BOD Track, Digital Reactor Block, Industrial Blendr, Glassware, Mpbil Laboratorium.
  • Pengendalian pencemaran limbah ternak sapi melalui teknologi biogas.
Prestasi Tahun 2007 s.d. 2009 
Penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Garut pada tahun 2007 s.d. 2009 dalam bidang lingkungan hidup adalah :
  • Mendapat penghargaan ADIPURA selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dari tahun 2007 s.d. 2009 untuk kategori Kota Kecil.
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Layanan Umum
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
Mei 2012
MiSeSeRaKaJuSa
  12345
6789101112
13141516171819
202122
23
242526
2728293031  
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer