placeholder for flash movie
Selasa, 16 September 2014   English | Sunda
:: Menu Utama Sekilas Garut Geografi


Geologi

Berdasarkan peta geologi skala 1 : 100.000 lembar Arjawinangun, Bandung dan Garut yang dikompilasi oleh Ratman & Gafor (1998) menjadi peta geologi skala 1 : 500.000, tataan dan urutan batuan penyusun di wilayah Kabupaten Garut bagian utara didominasi oleh material vulkanik yang berasosiasi dengan letusan (erupsi) gunung api, diantaranya erupsi G. Cikuray, G. Papandayan dan G. Guntur. Erupsi tersebut berlangsung beberapa kali secara sporadik selama periode Kuarter (2 juta tahun) lalu, sehingga menghasilkan material volkanis berupa breksi, lava, lahar dan tufa yang mengandung kwarsa dan tumpuk menumpuk pada dataran antar gunung di Garut.


Struktur Geologi

Dari peta geologi yang disusun oleh Alzwar dkk, (1989) struktur geologi yang dijumpai di daerah pemataan adalah lipatan, sesar dan kekar.

Lipatan yang terbentuk berarah sumbu barat baratlaut-timur tenggara pada Formasi Bentang dan utara baratlaut-selatan tenggara pada Formasi jampang. Perbedaan arah sumbu ini disebabkan oleh perbedaan tahapan dan intensitas tektonika pada kedua satuan tersebut.
Sesar yang dijumpai adalah sesar normal dan sesar geser, berarah jurus umumnya baratdaya-timurlaut. Sesar ini melibatkan batuan-batuan Tersier dan Kuarter, sehingga disebutkan bahwa sesar tersebut sesar muda. Dari pola arahnya diperkirakan bahwa gaya tektoniknya berasal dari sebaran selatan-utara dan diduga terjadi paling tidak Oligosen Akhir-Miosen Awal (Sukendar, 1974 dikutip oleh Alzwar, 1989). Maka dapat diduga bahwa mungkin sebagian sesar tersebut merupakan pengaktifan sesar lama terjadi sebelumnya.

Kekar, umumnya terjadi pada batuan yang berumur lebih tua, seperti contohnya pada batuan Formasi Jampang dan diorit kuarsa.

Tektonik yang terjadi di daerah pemetaan pada Zaman Tersier sangat dipengaruhi oleh penunjaman Lempeng Samudera Hindia ke bawah Lempeng Asia Tenggara. Penunjaman yang terjadi pada Oligosen Akhir-Miosen Awal/Tengah menghasilkan kegiatan gunung api bersusunan andesit, dibarengi dengan sedimentasi karbonat di laut dangkal. Sedimentasi terjadi pada lereng di bawah laut, kegiatan magmatik diakhiri dengan penerobosan diorite kuarsa pada akhir Miosen Tengah mengakibatkan pemropilitan pada Formasi Jampang.

Setelah terjadi perlipatan, pengangkatan dan erosi, maka terjadi kegiatan magmatik yang menghasilkan kegunung apian.

Pada Plio Plistosen kegiatan gunung api kembali terjadi dan disusul oleh serangkaian kegiatan gunung api Kuarter Awal sekarang yang tersebar luas di bagian tengah dan utara daerah pemetaan.

Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
September 2014
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer