• Bahasa

Dewan Pendidikan Bersama IPI Garut Bahas Kualitas Guru Dan Tantangan Zaman

2 Nov 2023 Hanapi 592

GARUT, Tarogong Kidul - Dewan Pendidikan Kabupaten Garut bekerja sama dan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut hadir dalam Program Talkshow Forum Komunikasi dan Solusi (FOKUS) Radio Intan Streaming, Kamis (2/11/2023).

Program Talkshow FOCUS Vol. 26 mengambil tema "Peranan Pendidikan Tinggi dalam Menyiapkan Calon Guru di Kabupaten Garut", menghadirkan Wakil Rektor I IPI Garut Bidang Akademik dan Kerja Sama, Abdul Hasim dan Wakil Rektor III IPI Garut Bidang Kemahasiswaan, Endang Dimyati serta perwakilan Dewan Pendidikan Garut, Imam Tamamu Taufiq.

Imam Tamamu Taufiq dari Dewan Pendidikan Kabupaten Garut mengungkapkan, eksistensi perguruan tinggi pada dunia pendidikan adalah sebuah keniscayaan.  Secara makro jumlah guru di Indonesia adalah sekitar 4 juta guru yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer.

Imam menyatakan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memproduksi guru berkualitas di Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah untuk memberikan status jelas kepada guru, baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).



"Kami bersyukur Dewan Pendidikan juga pihak Diskominfo ya, dalam hal ini Radio Intan, sehingga publik bisa mengetahui, memahami betapa pentingnya perguruan tinggi ini, di samping dirinya meng upgrade untuk lebih baik lagi, lebih baik lagi, dan alhamdulillah pengakuannya sekarang udah go international khususnya IPI ya," ucapnya.

Taufiq menyebut kualitas guru di Kabupaten Garut cukup baik, namun menekankan bahwa selain kompetensi akademik, guru juga harus memiliki kemampuan mengatasi permasalahan seperti perundungan di lingkungan pendidikan.

"Nah, mudah-mudahan kualitas guru yang ada di Kabupaten Garut ini sekaligus didukung juga oleh pemerintah kabupaten khususnya, baik termasuk pusat, agar benar-benar menjadi guru-guru yang menjadi murobbi ya, yaitu guru-guru yang benar-benar mendidik bangsa atau warga Kabupaten Garut khususnya menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi agama, bagi bangsa negara ini," ucapnya

Tentang kebutuhan guru, Taufiq menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan guru, terutama bagi guru honorer yang menghadapi kendala dalam memperoleh hak-haknya.

"Karena mereka benar-benar banyak kendala untuk memperoleh hak haknya," katanya.



Ia memuji kualitas calon guru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Kabupaten Garut, meskipun di Kabupaten Garut sendiri tidak memiliki perguruan tinggi negeri (PTN), namun Kabupaten Garut sendiri memiliki beberapa perguruan tinggi yang berkualitas dan mumpuni, salah satunya yaitu IPI Garut.

"Mudah-mudahan guru-guru tersebut ya kan, tetap dijaga kemuliaannya oleh khususnya pemerintah ya, agar mereka itu benar benar improve memperbaiki kualitas dirinya, tetapi sekaligus didukung oleh kita," tuturnya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama IPI Garut, Abdul Hasim, mengungkapkan, jika dilihat dari tingkat partisipasi pendidikan di Asean, Indonesia masih memiliki tingkat partisipasi pendidikan yang masih rendah di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. Berkaitan hal tersebut, IPI Garut bertekad untuk menjadi sebuah lembaga guru dan tenaga pendidikan yang berupaya untuk menghasilkan lulusan calon-calon guru dengan kualifikasi handal.

"Memiliki kompetensi yang memadai sehingga kami terus- menerus meningkatkan untuk bisa menghasilkan lulusan terbaik, baik dari peninjauan kurikulum, penyiapan sarana prasarana," ungkapnya.



Abdul Hasyim, menyatakan tekad lembaga tersebut untuk menghasilkan lulusan calon guru dengan kualifikasi handal. IPI Garut berfokus pada peningkatan kompetensi guru melalui Program Lapangan Persekolahan (PLP) dan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi informasi.

"Termasuk tentu harus adaptasi terhadap pengembangan IT sehingga mau tidak mau, suka tidak suka guru sekarang harus dibekali dengan kemampuan IT," ungkapnya.

Hasim menyoroti persyaratan menjadi guru saat ini, di mana lulusan S1 juga harus melalui jalur Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan IPI Garut telah berkonsorsium dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menyelenggarakan program PPG, di mana pada tahun ini Program PPG Dalam Jabatan dijalankan dengan beberapa program studi,  yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Matematika.

"Mudah-mudahan ke depan kita juga membuka PPG prajabatan," lanjutnya.



Ia menegaskan pentingnya kontribusi pendidikan terhadap kemajuan negara dan berharap sektor pendidikan dapat mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, salah satunya yaitu melalui upaya memuliakan para guru dengan status yang jelas.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IPI Garut, Endang Dimyati, menekankan upaya lembaga dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualifikasi dosen dan kurikulum. Program seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga dilaksanakan untuk menghasilkan mahasiswa berkualitas pendidikan yang memadai.

"Kami selalu melakukan ya tadi mendorong para dosen untuk selalu meningkatkan kualifikasi pendidikannya," ucapnya.

Selain itu, dalam hal peningkatan kualitas juga pihaknya melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana saat ini para mahasiswa IPI Garut sedang melakukan magang di beberapa perusahaan di Jakarta, Bogor, Tasikmalaya, dan Bandung. Tak hanya itu, IPI juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun PLP di luar negeri, di mana saat ini sudah terdapat 6 orang yang melaksanakan PLP KKN di negara Thailand.



Dimyati juga menekankan pentingnya pertukaran mahasiswa antar kampus, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai salah satu kebanggaan IPI Garut.

"Kalau nasional antar kampus sudah dilaksanakan ini dari beberapa tahun yang lalu, dan untuk tahun kemarin kita studi di Amerika ada 4 orang dari Bahasa Inggris. Jadi di Amerika satu semester ini luar biasa," pungkasnya.

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
[email protected]
[email protected]
DiskominfoGRT
DiskominfoGRT