garut header
Minggu, 24 September 2017   English | Sunda
rss2
:: Menu Utama Ekonomi
 
Industri


Profil Industri

Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak pada laju Pertumbuhan Pembangunan di berbagai sektor, termasuk pada Sektor Industri. Kegiatan sektor industri di Kabupaten Garut, masih didominasi oleh industri kecil dan menengah, yang pada umumnya merupakan industri rumahtangga.

Potensi Industri kecil yang menjadi komoditas andalan Kabupaten Garut terdiri dari industri penyamakan kulit, jaket kulit, industri batik, sutera alam, dodol, minyak akar wangi dan industri kerajinan anyaman bambu. Dari berbagai komoditi yang ada, tercatat beberapa diantaranya telah menembus pasar ekspor seperti: teh hitam, teh hijau, karet, bulu mata palsu, minyak akar wangi, jaket kulit, kulit tersamak dan kain sutera.

Namun demikian, peran sektor ini belum menjadi sektor andalan dalam  kontribusi sektor industri terhadap PDRB.  Hal ini memberi indikasi bahwa sektor ini masih perlu dikembangkan dan dioptimalkan, sehingga dapat menopang aktivitas perekonomian dan pembangunan.


Kabupaten Garut bukan merupakan kawasan industri, tetapi merupakan kawasan pertanian.  Oleh karena itu, sebagaimana visi Kabupaten Garut dalam mewujudkan daerah argoindustri maka jenis industri terbesar yang ada di Kabupaten Garut adalah industri Argo dan Hasil Hutan. Jumlah unit usaha jenis industri ini mencapai 82% dari jenis industri lainnya dengan jumlah tenaga kerja mencapai 73% dari tenaga kerja pada industri lainnya.  Adapun jumlah sentra, unit usaha, tenaga kerja, investasi, dan nilai produksi dari empat jenis industri di Kabupaten Garut dipaparkan dalam tabel berikut ini.

Tabel Kapasitas Industri Berdasarkan Jenis di Kabupaten Garut Tahun 2006

 
Industri Argo & Hasil Hutan
Industri Tekstil, Kulit dan Aneka
Industri Logam & Bahan Galian
Industri Kimia
Jumlah
Jumlah Sentra
182
49
46
6
281
Jumlah Unit Usaha
Formal
372
134
113
57
676
Non Formal
7.857
778
1.603
383
10.621
Total
8.229
912
1.716
440
11.297
Tenaga Kerja
Formal
3.675
3.885
759
687
9.006
Non Formal
31.531
4.495
7.123
1.718
44.867
Total
35.206
8.380
7.882
2.405
53.873
Investasi (000 Rp)
Formal
8.545.371
4.361.075
2.065.738
18.436.130
33.412.314
Non Formal
6.042.902
5.420.663
           5.234.983
20.573.580
37.272.128
Total
14.588.273
9.781.738
7.304.721
39.009.710
70.684.442
Nilai Produksi (000 Rp)
Formal
64.031.713
56.220.226
5.751.375
65.438.462
191.441.776
Non Formal
194.543.509
99.804.210
86.088.298
74.388.100
454.824.117
Total
285.575.222
156.024.436
91.839.673
139.826.562
646.265.893
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Kab. Garut


Tabel Kapasitas Industri Berdasarkan Jenis di Kabupaten Garut Tahun 2003

 
Industri Argo & Hasil Hutan
Industri Tekstil, Kulit dan Aneka
Industri Logam & Bahan Galian
Industri Kimia
Jumlah
Jumlah Sentra
176
37
44
5
262
Jumlah Unit Usaha
Formal
372
134
113
57
676
Non Formal
7.857
778
1.603
383
10.621
Total
8.229
912
1.716
440
11.297
Tenaga Kerja
Formal
3.675
3.885
759
687
9.006
Non Formal
31.531
4.495
7.123
1.718
44.867
Total
35.206
8.380
7.882
2.405
53.873
Investasi (000 Rp)
Formal
2.086.271
4.154.000
1.989.500
18.003.500
26.233.271
Non Formal
5.748.453
7.130.000
5.107.998
16.631.000
34.617.451
Total
7.834.724
11.284.000
7.097.498
34.634.500
60.850.722
Nilai Produksi (000 Rp)
Formal
60.200.841
53.171.790
5.179.125
62.689.290
181.241.046
Non Formal
174.756.999
64.270.700
102.470.875
63.955.500
405.454.074
Total
234.957.840
117.442.490
107.650.000
126.644.790
586.695.120
Sumber : Dinas Peindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Kab. Garut


Lihat Juga :
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2006 (pdf, 27kb)
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2005 (pdf, 27kb)
Detail Kapasitas Industri per jenis usaha di Kabupaten Garut Tahun 2004 (pdf, 35kb)
Detail Kapasitas Industri per jenis usaha di Kabupaten Garut Tahun 2003
(pdf, 83kb)

Permasalahan di Bidang Industri

A. Terbatasnya kemampuan SDM pelaku industri, khususnya dalam hal:
  • Penguasaan Manajemen Produksi
  • Penguasaan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi
  • Penguasaan IPTEK untuk melakukan Inovasi dalam memanfaatkan SDA yang tersedia
  • Penguasaan Akses Pasar
B. Belum Optimalnya Kapasitas Produksi Industri yang disebabkan oleh kurang lancarnya pasokan bahan baku impor dan lokal antar daerah
C. Belum siapnya sektor industri kecil dan menengah dalam mengantisipasi kebijakan penghapusan subsidi BBM atau kenaikkan harga BBM yang menyebabkan naiknya biaya produksi
D. Adanya ketergantungan yang tinggi terhadap ketersediaan (Kontinuitas, Kuantitas dan Kualitas) bahan baku khususnya yang berbasis Pertanian dalam arti luas
E. Kurangnya daya saing produk yang disebabkan oleh :
F. Belum ditetapkannya standarisasi produk secara optimal
G. Belum diterapkannya sistem pengendalian mutu secara tepat
H. Tingginya biaya produksi

Upaya Pemecahan 

  1. Meningkatkan keterampilan perajin IKM dalam teknologi proses produksi, difersivikasi produk dan Desain.
  2. Melaksanakan kegiatan temu usaha.
  3. Melaksanakan pengendalian dan mutu produk.
  4. Meningkatkan daya saing produk industri dan komiditi unggulan.
  5. Penyediaan sarana mesin peralatan produksi IKM.
  6. Meningkatkan sarana pengamanan mutu produk dan sarana laboratorium uji mutu produk.
  7. Penyediaan data/ informasi dan profile perusahaan dan potensi industri.
  8. Melaksanakan Sosialisasi HAKI dan Sertifikasi Hak Cipta.
  9. Melaksanakan gelar dan penerapan teknologi tepat guna di sentra industri kecil.
  10. Meningkatkan kemampuan manajemen usaha dibidang IKM.
  11. Meningkatkan kemampuan aparatur bidang industri

 

Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain