Ciri-ciri fisiknya antara lain:
- Badan agak besar. Domba jantan dewasa mempunyai bobot
60-80 kg, sedangkan yang betina mempunyai bobot 30-40 kg.
- Domba jantan memiliki tanduk yang cukup besar, melengkung
kearah belakang, dan ujungnya mengarah kedepan sehingga
berbentuk seperti spiral. Pangkal tanduk kanan dan kiri
hampir bersatu.
- Domba betina tidak memiliki tanduk.
- Ekornya pendek dan pangkalnya agak besar (gemuk).
- Lehernya agak kuat.
- Bentuk telinganya ada yang panjang, pendek dan sedang
yang terletak dibelakang pangkal tanduk.
- Bulunya lebih panjang dan halus jika dibandingkan dengan
domba asli, berwarna putih, hitam, cokelat, atau kombinasi
dari ketiga warna tersebut.
- Domba ini baik untuk penghasil daging.
Teknologi yang dibutuhkan untuk memelihara Domba Garut, baik usaha peternakan maupun usaha penggemukan sangat sederhana, meliputi penentuan lokasi, perkandangan dan perlengkapan. Penentuan lokasi peternakan domba perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor lingkungan, sumber daya alam, faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor hukum yang mendukung pembudidayaan domba itu sendiri. Kebijakan Pemda Kabupaten Garut telah menetapkan lokasi peternakan Domba Garut yang meliputi Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging. Meskipun belum ada data spesifik terhadap populasi domba Garut, dapat dijelaskan bahwa populasi ternak domba secara keseluruhan di Kabupaten Garut selalu tinggi dan tertinggi di antara jenis ternak besar lainnya setiap tahunnya. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Peternakan, populasi ternak domba saat ini mencapai angka 416.158 ekor. Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang belum mencapai angka 400.000. |