:: Menu Utama Sumber Daya Alam |
| Kelautan |
![]() |
|
Potensi Sumberdaya Alam
Panjang pantai Kabupaten Garut ± 80 km yang terbentang di 7 (tujuh) wilayah
Pantai selatan Kabupaten Garut memiliki potensi berupa Zono Ekonomi
Ekslusir (ZEE) 200 mil laut dengan luas areal penangkapan ± 28. 560 km2 dan
diestimasi memiliki potensi lestari (MSY) sebesar 166.667 ton/tahun.
Sementara untuk zona territorial (12 mil laut) memiliki potensi sebesar 10.000
ton/tahun. Sampai saat ini nelayan Kabupaten Garut baru memanfaatkan zona
territorial dengan hasil tangkapan sampai tahun 2006 baru mencapai 4,994,16
ton (atau sekitar 49,94% dari potensi yang ada). Hal ini disebabkan karena
armada penangkapan yang dimiliki saat ini baru berupa perahu/kapal ukuran
kecil (5-10 GT).
Potensi perikanan yang umumnya ditangkap di perairan selatan Kabupaten
Garut diantaranya adalah Tuna, Tongkol, Cakalang, Cumi-cumi, Layur, Kakap,
Bawal Hitam, Kerapau, Baronang, Cucut Botol, Lobster dan ikan hias. Disamping
ikan-ikan tersebut juga terdapat rumput laut yang cukup potensial.
Selain potensi lestari laut dan pantai, di Kabupaten Garut juga terdapat potensi
tambak di sepanjang garis pantai yaitu sekitar 1.000 Ha. Serta terdapat banyak
Potensi sumberdaya lain yang terdapan di Kabupaten Garut adalah sumberdaya
energi dari pasang surut yang dapat dikonversi menjadi energi listrik terutama
Pada daerah-daerah teluk dan estuaria. Sumberdaya mineral antara lain berupa
biji timah, pasir, besi, pasir pantai, batu, koblat, mangan, tembaga dan lain-lain.
Kabupaten Garut juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan Sebagai daerah tujuan wisata pantai dengan beragam objek wisata yang masih Belum tergali dengan optimal. Di bidang sumberdaya hayati, Kabupaten Garut memiliki potensi sumberdaya
Perikanan yang cukup besar diantaranya :
Potensi Sumberdaya Manusia Sumber daya manusia yang berusaha di dalam penangkapan ikan di laut yaitu
nelayan, pedagang ikan dan pengolah ikan yang tersebar di 7 kecamatan pantai
di Kabupaten Garut.
Jika dilihat dari perkembangan jumlah nelayan di Kabupaten Garut yang
cenderung meningkat rata-rata 3,5% setiap tahunnya dan sebagian bersar di PPI Cilauteureun ( 95%) merupakan nelayan tetap, maka keadaan nelayan cukup potensial.
Jumlah nelayan tetap tercatat 3.003 KK ini belum seberapa bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada di daerah kecamatan pantai sesuai dengan indentifikasi nelayan diantaranya :
Data potensi sumberdaya manusia perikanan dan kelautan secara keseluruahan
dapat dilihat pada lampiran. Potensi Usaha Penangkapan
Sarana dan prasarana yang cukup penting dalam mendukung penangkapan ikan yang tersedia di Kabupaten Garut adalah Pangkalan Pendaratan ikan yang terdiri dari 4 PPI/TPI, yaitu : - PPI/TPI Cijeruk di Kecamatan Cibalong - PPI/TPI Cilauteureun di Kecamatan Pameungkpeuk - PPI/TPI Cimarimuara di Kecamatan Pakenjeng - PPI/TPI Rancabuaya di Kecamatan Caringin Adapun fasilitas yang telah tersedia di masing-masing PPI adalah adanya gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berfungsi sebagai :
Data perahu dan alat tangkap selanjutanya dapat dilihat dalam tabel monografi pada lampiran. Upaya Pengembangan Upaya yang perlu dilakukan dalam pembangunan perikanan dan kelautan dalam
pemanfaatan potensi yang dimiliki dan tantangan untuk meningkatkan
pemenuhan pasar global (ekspor), maka perlu dilakukan percepatan
pembangunan perikanan dan kelautan berupa :
Kondisi Sarana Dan SDM Perikanan Di Kabupaten Garut
Sarana Prasarana Penangkapan
(Maret 2007)
Sumberdaya Manusia Penangkapan (Maret 2007)
Ket : KM (Kapal Motor), MT (Kapal Motor), TM (Kapal Tanpa Motor)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||