placeholder for flash movie
Sabtu, 29 Nopember 2014   English | Sunda
:: Menu Utama Sumber Daya Alam
Perkebunan


 
Potensi Perkebunan

Potensi perkebunan di Kabupaten Garut cukup besar. Luas perkebunan di Kabupaten Garut pada tahun 2006 mencapai 51.811,54 Ha, yang terbagi atas tanaman perkebunan rakyat 26.501,54 Ha (51,14%), perkebunan besar negara (PTP) sebesar 12.901,48 Ha(24,90%), dan perkebunan besar swasta sebesar 12.408,52 Ha (23,94%).
Perkembangan produksi perkebunan rakyat dapat dilihat dari luas areal dan produksi dari berbagai komoditi yang dibudidayakan serta ikut andil dalam menopang perekonomian masyarakat. Komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat ada 23 jenis, dan komoditas perkebunan besar terdiri dari : teh, karet, kakao, dan kelapa sawit.  
Kelembagaan usaha tani di Kabupaten Garut hingga saat ini terdiri dari 365 buah Kelompok Tani, 5 buah Koperasi, 3 buah Asosiasi, 10 buah KUB, 14 orang penangkar benih/bibit, dan 77 unit Penyuling.
Sebagai ilustrasi, dari data terakhir yang kami miliki PBB dari sektor perkebunan mencapai nilai Rp.2.730.370.447. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat dalam perkebunan besar tercatat 13.020 orang yang terdiri dari 10 orang manajer, 86 orang staf, 9.047 orang tenaga bulanan, dan 3.878 orang tenaga harian tetap, dengan upah yang dikeluarkan sebesar Rp. 7 Milyar per bulan. Tercatat juga biaya operasional pengolahan dari perkebunan besar senilai Rp 4,5 Milyar per bulan, sehingga total uang beredar di perkebunan besar adalah sekitar Rp.11,5 Milyar per bulan.
 
Perkebunan Besar

Tabel Luas Tanaman Perkebunan Besar

Komoditas
Muda (Ha)
Produktif (Ha)
Rusak (Ha)
Jumlah (Ha)
Perkebunan Besar Negara (PTP)
Teh
187,55
2.938,54
346,46
3.472,55
Karet
1.621,03
3.816,55
2.032,20
7.469,78
Kakao
0
464,30
76,00
540,30
Perkebunan Besar Swasta
Teh
64,06
1.196,80
289,00
1.549,86
Kelapa Sawit
195,99
3.093.34
0
3.289,33
Karet
579,45
2.128,95
155,69
2.864,09
Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Holtikultuira
dan Perkebunan Kabupaten Garut

Tabel Kapasitas Produksi Perkebunan Besar

Komoditas
Produksi (Kg)
Harga Rata-Rata
Nilai Produksi (Rp)
Kelapa Sawit
8.908,82
4.000
35.635.280.000
Karet
4.050,46
17.000
68.857.820.000
Teh
5.627,52
11.000
61.902.720.000
Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Holtikultuira
dan Perkebunan Kabupaten Garut

Tabel Anggota GPP (Gabungan Pengusaha Perkebunan) Cabang Garut

No.
Nama Perkebunan
Luas (Ha)
Komoditi
BUMN (PTPN VIII)
1
Cisaruni
1.625,23
Teh Hitam, Teh Hijau
2
Dayeuh Manggung
1.206,27
Teh Hitam
3
Papandayan
1.993,90
Teh Hitam
4
Miramareu
4.057,08
Karet
5
Bunisari Lendra
4.019,08
Karet, Kakao
Jumlah
12.902.56
 
Perkebunan Swasta Nasional
1
Neglasari
1.679,31
Teh, Karet
2
Condong
7.804,30
Karet, Sawit
3
Megawati
413,430
Teh Hitam
4
Badega
422,310
Teh Hitam
5
Bumi Prada
34,31
Teh Hitam
6
Waspada
156,20
Teh Hitam
7
Selecta
107,05
Teh Hitam
8
PD Agribisnis
1.987,76
Teh Hitam
Jumlah
12.604,64
 
Jumlah PBN +PBS
25.506,20
 
Sumber : Kompilasi data GPP Cabang Garut dan
Dinas Tanaman Pangan, Holtikultuira dan Perkebunan Kabupaten Garut
Perkebunan Rakyat

Tabel Kapasitas Produksi Perkebunan Rakyat

Komoditas
Luas Tanaman (Ha)
Produksi
Muda
Produktif
Rusak
Jumlah
Jumlah (Ton)
Wujud
Nilai (000Rp)
Akar Wangi
0,00
2.400,00
0,00
2.400,00
59,55
Minyak
 
Aren
374,23
1.004,90
363,87
1.743,00
689,05
Gula
 
Bambu
93,22
181,25
59,63
334,10
202.430
Batang
 
Cengkeh
478,10
1.777,05
444,30
2.669,45
325,20
Kering
 
Haramay
55,00
40,00
174,00
269,00
27,57
Serat
 
Jahe
0,00
192,68
0,00
192,68
1.825,20
Basah
 
Jambu Mete
34,00
47,20
0,00
81,20
2,34
Kering
 
Jarak
0,00
9,00
6,00
15,00
1,80
Minyak
 
Kakao
0,66
1,30
5,70
7,66
0,10
Kering
 
Kapok/Randu
15,40
78,40
28,00
121,80
11,63
Kering
 
Kapolaga
14,00
68,70
11,80
94,50
8,50
Kering
 
Kayumanis
1,40
10,20
3,40
14,00
2,58
Kering
 
Kelapa
1.456,10
2.912,70
946,25
5.315,05
2.317,73
Kering
 
Kencur
0,00
25,00
1,00
26,00
143,05
Basah
 
Kina
10,00
32,30
9,70
52,00
17,23
Kering
 
Kopi
154,55
578,55
180,95
914,05
436,88
Berasan
 
Kunir
0,00
690,00
0,00
690,00
5.505,00
Basah
 
Lada
11,20
49,60
22,65
83,45
7,59
Kering
 
Nilam
0,00
1.147,00
0,00
1.147,00
103,70
Minyak
 
Pala
1,00
3,00
0,00
4,00
1,05
Kering
 
Panili
27,50
134,50
6,00
168,00
55,17
Kering
 
Sereh Wangi
0,00
13,80
1,20
15,00
23,46
Basah
 
Pinang
17,75
16,95
5,40
40,10
0,42
Kering
 
Teh
555,40
4.947,80
1.566,30
7.093,50
3.945,16
Kering
 
Tembakau
0,00
3.011,00
0,00
3.011,00
2.131,42
Kering
 
Jumlah
26.501,54
17.641.38
 
 
Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Holtikultuira dan Perkebunan Kabupaten Garut
Lihat Juga Detail per Kecamatan Kapasitas Produksi Perkebunan Rakyat:
Klasifikasi Produk Perkebunan
Dinas Perkebunan Kabupaten Garut mengelompokkan jenis komoditas perkebunan di Kabupaten Garut dingan tiga klasifikasi yaitu :

1. Komoditas Unggulan
 
Diartikan sebagai komoditas yang diunggulkan suatu daerah yang tumbuh dan berkembang dengan baik dengan kriteria sebagai berikut:
  • Berperan dalam menghasilkan devisa dan mempunyai pangsa pasar yang besar dalam perdagangan lokal, regional, dan global
  • Umumnya telah mempunyai pangsa pasar tertentu di tingkat internasional
  • Merupakan komoditas spesifik lokal yang mempunyai keunggulan kompetitif dasn komparatif
  • Dari segi agroklimat (iklim dan kondisi tanah) mampu berkembang dan menjadi unggulan daerah
Termasuk ke dalam kategori unggulan adalah : Teh, Akarwangi, Tembakau, dan Kopi

2. Komoditas Prospektif

Diartikan sebagai komoditas yang diusahakan suatu daerah dan hanya tumbuh dan berkembang dengan baik karena dukungan agroklimat setempat, yang secara ekonomis mulai mempunyai peluang pasar yang baik di tingkat lokal, regional, dan global, serta berpotensi untuk menjadi komoditas unggulan, dan memberikan kontribusi penting bagi pendapatan petani produsen maupun pendapatan daerah setempat.
Termasuk ke dalam kategori prospektif adalah : Cengkeh, Jahe, Lada, Nilam, Kunir, Kencur, Kelapa, Aren, Panili, Bambu dan Karet

3. Komoditas Rintisan

Diartikan sebagai komoditas yang diusahakan di suatu daerah dengan areal yang tidak begitu luas dan yang tumbuh sesuai dengan agroklimat setempat, karena sifatnya secara potensi produksi dan ekonomis belum dapat memberikan keunggulan dan prospek tetapi sedang diupersiapkan ke arah itu.

Termasuk ke dalam kategori prospektif adalah : Jambu Mete, Haramay, Kapolaga, Kapuk, Jarak, Pala, Pinang , Sereh Wangi, Kayu Manis, Melinjo, Kemiri, Kina, Kakao, dan Kelapa Sawit.

Perkembangan Produksi 10 Komoditas Unggulan
Perkebunan, 2005 – 2006

No
Komoditas
Produksi
Tahun
+/-
(%)
2005
2006
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Teh
Cengkeh
Kelapa
Nilam
Jahe
Tembakau
Kopu
Kemiri
Akarwangi
Aren
4.179,81
412,59
2.236,32
30,39
19861,5
2.317,81
792,17
4.436,77
21.300,85
1.076,22
19.725,92
1301,42
2.371,73
6.706
23.121,6
21.490,20
2.284,80
4.436,77
22.893,75
1.076,22
471,93
315,43
103,64
19.893,4
16,4
927,17
188,4
-
7,36
-
 
Jumlah
56.644,43
105.354,41
86
 Sumber : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Garut Tahun 2006

| Kembali ke atas |
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
November 2014
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
Stats Situs
Tautan Pilihan
Penghargaan
spacer