• Bahasa

Baznas Salurkan Bantuan Program Garut Peduli Untuk Petani Tembakau

24 Jul 2020 Hanapi 958

Wakil Bupati dr. Helmi Budiman menghadiri acara Silaturahmi, Sosialisasi, dan Penyaluran program Garut Peduli Zakat Maal Pertanian dan Perdagangan, bertempat di Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (23/07/2020).

Acara tersebut digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan APTI DPC Garut, yang diikuti oleh para petani Tembakau.

Wakil Bupati dalam amantanya mengatakan, para petani belum bisa mencapai skala ekonomi pertanian karena rata-rata lahan yang dimiliki kurang dari 1/3 hektar. Apalagi petani di kita kebanyakan sebagai buruh tani.

"Oleh karena itu, Baznas Garut memberikan program bantuan kepada petani tembakau untuk lebih meningkatkan hasil panennya, sedangkan dari Dinas pertanian sendiri akan memberikan penyuluhan mengenai pengolahan pascapanen agar harga lebih baik, dan meningkat penghasilannya,' ungkapnya.

Helmi menyebutkan, uang yang beredar di petani tembakau Garut dikelola oleh hampir 8 ribu kepala keluarga, mencapai Rp 200 milyar. “Dengan pengelolaan pasca panen, uang yang beredar, bisa mencapai 400 milyar rupiah hingga 600 milyar rupiah,” ujarnya.

Helmi menambahkan, Kabupaten Garut di tahun 2020 ini menerima Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau sebesar Rp 27 milyar, dan hampir setengahnya dikelola untuk bidang kesehatan.

“Untuk pertanian sendiri hanya sekitar Rp 3 milyar, yang dipergunakan sebagian besar untuk penanganan pasca panen, termasuk pencarian tembakau yang kadar nikotinnya rendah,” tuturnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga mengucapkan terima kasih kepada baznas yang telah membantu para petani tembakau, dan mendorong para petani yang sudah mampu untuk menyisihkan sebagian rezekinya dari produksi mereka untuk memberikan zakatnya Ke Baznas.

”Dengan kebersamaan melalui zakat yang kita salurkan melalui Baznas, artinya kita membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di kabupaten Garut ini," kata Beni.

Ketua Baznas Garut, Rd Aas Kosasih mengungkapkan, kita terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada semua dinas agar zakat profesi maupun zakat maal terakomodir dan manfaat untuk yang lainnya.

”Ya, salah satunya, rutilahu ini. Dari 7 yang di usulkan dari Dinas pertanian baru 2 yang terealisasikan dan nantinya akan diselesaikan secara bertahap terus menerus,” ujarnya.

Sementara Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Kabupaten Garut, Idin Suhanda, mengatakan, tembakau dari Garut memiliki kualitas yang sangat bagus. “Tembakau Garut ini paling banyak kita pasarkan ke Kabupaten Temanggung Jawa Tengah,” kata Idin.

Idin menambahkan, tidak hanya ke Jawa Tengah, tembakau Garut pun dipasarkan hingga ke Asia Tenggara, hanya saja jenisnya berbeda dengan yang dipasarkan di Indonesia. “Sedangkan yang kita pasarkan ke asia tenggara itu, khusus produksi tembakau hitam,” ucapnya.

Menurutnya, produksi tembakau di Kabupaten Garut cukup potensial, dengan luas area pertanian tembakau mencapai 10 ribu hektar, yang tersebar di 24 kecamatan. “Produksi tembakau itu rata-rata 10 sampai 12 ton per hektar, dalam setahun,” katanya.

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
DiskominfoGRT
DiskominfoGRT