• Bahasa

Jalur Kereta Api Cibatu - Garut - Cikajang Akan Direaktivasi

20 Sep 2018 Hanapi 1643

PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menyampaikan rencana untuk mengaktifkan kembali empat jalur kereta api di Jawa Barat kepada Gubernur Ridwan Kamil. Keempat jalur tersebut adalah Bandung - Ciwidey, Banjar - Pangandaran - Cijulang - Parigi, Cibatu-Garut-Cikajang dan Rancaekek - Tanjungsari.

Hal tersebut disampaikan Kepala Daerah Operasi (Kadaops) 2 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Saridal saat mengunjungi eks Stasiun Garut, Rabu (19/09/2018). 

“Untuk tahap pertama, kami akan reaktivasi Cibatu - Garut dan tahap berikutnya Garut - Cikajang, saat ini sedang dilakukan pendataan, dan pada September ini  pendataan unit asset harus sudah selesai,” kata Suridal.

“Jadi untuk tahap pertama kami akan reaktivasi jalur kereta api Cibatu -  Garut, dan untuk tahap berikutnya kita ke jalur Garut - Cikajang, pada bulan September ini pendataan aset harus sudah selesai", kata Suridal.

Suridal menyebutkan, bahwa sedikitnya ada sekitar 1.500 rumah,  terutama di lahan Right of Way (RoW) yang merupakan untuk jalan utama kereta api dipastikan terseret dan harus ditertibkan.

Selain kita aktifasi jalur yang sudah ada, kita juga akan membangun kembali Stasiun Wanaraja dan Garut, selain itu kita juga akan menambah sembilan halte.

”Kami tergetkan akhir 2018 sudah ditertibkan. ganti rugi untuk bangunan permanen Rp. 25 ribu per meter,” beber Suridal.

Proses pembangunan rel dan jembatan dimulai setelah ganti rugi selesai dan untuk Anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp400 milyar.

“Mudah-mudahan untuk penyelesaian ganti rugi dapat di  selesaikan di tahun ini, sehingga di tahun 2019 pembangunannya selesai dan bisa segera beroperasi,” harapnya.

”Bulan Desember 2018 sudah dimulai penertiban, agar tahun 2019 sudah bisa beroperasi, sebab masyarakat di Kabupaten Garut sangat berharap adanya transportasi kereta api Garut sampai Jakarta,” tegasnya.

Dia menyebutkan, untuk ganti rugi untuk bangunan permanen Rp. 250 ribu M2, sedangkan untuk pasar tidak ada ganti rugi.

“Anggaran tahap pertama kita siapkan sekitar Rp 400 milliar,  dan kami sudah mengajukan ke pemerintah pusat, mudah-mudahan segera turun agar segera dimulai,” jelas Suridal.

Dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) lanjutnya telah mengirimkan Surat pemberitahuan dari jauh jauh hari kepada beberapa pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Garut.

”Surat pemberitahuan telah kami sampaikan bagi yang terkena dampak di Jawa Barat termasuk Pemkab Garut, sekitar satu bulan lalu semuanya sudah kami kirim, berkenaan dengan adanya rencana penertiban, terutama di jalur non operasi,” katanya.

Suridal menambahkan, jalur kereta yang akan di aktifkan kembali, sudah sangat diharapkan oleh masyarakat di Kabupaten Garut karena akan manjadi alat transportasi yang nyaman gak harus macet-macetan lagi dan juga untuk pengembangan potensi pariwisata yang ada di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Garut.

“Bila jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang ini aktif kembali, sudah pasti akan meningkatkan  perekonomian Masyarakat Kabupaten Garut, dan juga untuk potensi wisata juga akan lebih berkembang khusunya yang ada di Kabupaten Garut ” ungkapnya.

Sementar itu Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, menyampaikan bahwa reaktivasi jalur Kereta Api Cibatu-Garut- Cikajang merupakan salah satu program Pemprov Jawa Barat.

Saya berharap kepada Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan PT. Kereta Api Indonesia harus juga memperhatikan beberapa aspek, karena di jalur kereta api yang sekarang ini sudah berubah fungsi dan ditempati masyarakat.

Jika akan mereaktivasi, maka kami pun harus merevisi RTRW Kabupaten Garut, Pasalnya, sejak tahun 1980 pengembangan berkaitan dengan jalur kereta api sudah kita hilangkan,” kata Rudy Gunawan.

Rudy mengaku tak berdaya mencarikan solusi bagi mereka yang mendirikan tempat tinggal di jalur kereta api mengingat lahan tersebut milik PT KAI.

”PT. KAI kan BUMN, jadi solusinya kembali ke PT. KAI itu sendiri akan seperti apa karena sudah membiarkan tanahnya selama 38 tahun disewakan ke masyarakat,” tegasnya.

"Kami berharap, kita dapat duduk bersama mencarikan solusi untuk nasib masyarakat Kabupaten Garut yang saat ini menempati lahan PT. Kereta Api Indonesia tersebut", pungkas Rudy.

Sumber : (Diskominfo), garutkab.go.id

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
Pemkab Garut
pemkab_garut