• Bahasa

Wabup Garut Buka Resmi Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Islam Wasathiyah Se-Kabupaten Garut

19 Sep 2022 Hanapi 161

GARUT, Pameungpeuk – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman membuka resmi Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Islam Wasathiyah Bagi Kader Da’i di Desa se-Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Minggu (18/9/2022).

Wabup Garut menyampaikan, bahwa manusia saat ini merupakan umat pertengahan, maka dari itu cara ia menerjemahkan hidup sebagai umat pertengahan itu salah satunya adalah dengan memberikan perhatian kepada kemiskinan, moralitas, dan perhatian terhadap hal yang dihadapi oleh masyarakat.

“Kita berupaya bagaimana mengurangi hal yang diluar wasathiyah, kita tahu ya di zaman nabi zaman sahabat itu ada yang namanya golongan mutazinah, jangan sampai membesar golongan mutazilah itu, kekisruhan politik bisa terjadi,” ucap Wabup Garut.



Ia menyampaikan, pelatihan ini merupakan sebuah sarana untuk menjadikan masyarakat khususnya generasi muda dalam menjalani kehidupan sebagai umat pertengahan, dengan memberikan pemahaman-pemahaman khususnya terkait dakwah kepada masyarakat.

“Karena biasanya ketidakmauan menjadi umat wasthiyah itu dikarenakan pemahaman yang belum lengkap pak, kalau bapak-bapak kan masantrennya lama, di masyarakatnya juga lama, kayaknya ini nanti untuk daerah tengah tu yang muda-muda pak kyai ya,” lanjutnya.

Helmi Budiman berterimakasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut yang telah menyelengarakan kegiatan pelatihan ini, dalam rangka membangun dakwah wasathiyah di Kabupaten Garut.



“Ya jadi bapak ibu sekalian, para ustadz, para kyai, alhamdulilah saya sebagai Wakil Bupati Garut tentu mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Ketua MUI berserta seluruh jajaran, atas upaya-upaya bagaimana membangun dakwah wasatiah yang harus dimiliki oleh kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Garut, Sirojul Munir menyampaikan bahwa tantangan para mujahid dakwah saat ini sangat berat, apalagi jika tidak menyiapkan diri sebagai da’i yang tsaqofah, yang mampu dari berbagai disiplin ilmu, tidak hanya sekedar ilmu agama.

“Bukan sekedar tantangan perbedaan ideologi, persaingan ideologi, persaingan akidah, juga persaingan-persaingan lainnya, itu yang sedang kita hadapi dan akan kita hadapi nanti kedepan lebih berat lagi,” ucapnya.



Ia menambahkan, bahwa semua MUI Kabupaten Garut memiliki tanggung jawab untuk memberikan pembekalan terhadap mujahid-mujahid dakwah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan-tantangan yang semakin berat.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa media dakwah saat ini harus dikembangkan, sehingga tidak hanya melaksanakan dakwah di majelis taklim maupun panggung-panggung, akan tetapi juga metode dakwah melalui media sosial juga harus dikuasai.

“Jangan sampai kalah oleh pihak lain, mereka sudah begitu mahirnya dakwah di medsos-medsos, kita kadang-kadang ketinggalan dengan hal-hal tersebut, maka dengan adanya program ini metode-metode dakwah supaya terus dikembangkan, termasuk dakwah di medsos itu sendiri,” tandasnya.


www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
DiskominfoGRT
DiskominfoGRT