Mendeteksi lokasi...
Cari informasi...

Jalan Pamegatan–Singajaya Garut Mulai Dibangun melalui Program IJD 2026

Kamis, 05 November 2026 105

Pelaksanaan sosialisasi dan Pre-Construction Meeting (PCM) pekerjaan preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Rabu (4/11/2026).

GARUT, Banjarwangi – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat melaksanakan sosialisasi dan Pre-Construction Meeting (PCM) pekerjaan preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar; Plt. Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Ibnu Kurniawan; Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail; serta masyarakat setempat.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan infrastruktur jalan yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri Pekerjaan Umum (PU), serta Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar, yang telah mengawal usulan perbaikan jalan tersebut di tingkat pusat.


"Alhamdulillah pada hari ini mulai terealisasi. Dan tentu saya berharap bahwa ini benar-benar bisa terealisasi. Ya, kemudian juga benar-benar bisa memenuhi harapan masyarakat. Meskipun ya ini baru 6 kilo setengah, doakeun we, ya. Doain lagi (supaya) semuanya.” ujar Bupati Syakur.

Bupati menekankan pentingnya dukungan masyarakat selama proses pembangunan. Pasalnya, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari. Ia meminta masyarakat bersabar dan memahami kemungkinan terjadinya kemacetan maupun rekayasa lalu lintas selama proses pengecoran jalan.

"Saya sekali lagi mohon bantuannya Pak Camat, tolong sosialisasi ke masyarakat karena dugaan saya pasti macet. Kenapa? Ya pasti mobil-mobil besar. Bisa aja teu macet, tapi 2 tahun anggeusna (selesainya). Kan enggak mau. Kita pengen 2 bulan. Menurut saya mendingan berkorban enggak apa-apa 2 bulan tapi insya Allah kesananya lebih baik lagi," tegasnya.

Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat mendukung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, pekerjaan, dan perdagangan. Perbaikan jalan juga diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan distribusi barang dari Banjarwangi ke daerah lain.

"Pak Camat dan tokoh masyarakat tolong diingetin masyarakat semua, jangan berpikir egois. Kita pikirkan gimana caranya supaya Banjarwangi jadi tempat yang aman, nyaman, damai, tenteram, kita bisa beraktivitas, yang sekolah bisa sekolah, yang kerja bisa kerja, yang dagang bisa jalan. Satu lagi supaya jalan ini bisa memberikan manfaat. Supaya nanti pun jualan barang dari Banjarwangi ke tempat lain bisa murah karena jalan tidak jelek, ongkos tidak mahal. Itu harapan saya," harapnya.


Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan di tingkat nasional. Dari total anggaran Inpres Jalan Daerah sebesar Rp12 triliun secara nasional, pada tahap ini dialokasikan Rp4 triliun untuk berbagai daerah di Indonesia.

Ade juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat berkunjung langsung ke Kecamatan Banjarwangi sejak dirinya dilantik sebagai anggota DPR RI.

"Jadi walaupun saya tidak pernah ke sini, Pak Bupati sering menyampaikan ke saya bagaimana kondisi jalan infrastruktur di Banjarwangi, itu menjadi catatan saya di Komisi V. Jadi orang Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy mah ulah sieun (jangan takut) memperjuangkan, ditugaskeun di Komisi V mah, saya pasti akan terus memperjuangkan," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ade juga berpesan kepada penyedia jasa agar melaksanakan pekerjaan preservasi jalan secara maksimal.

"Saya titip pekerjaan ini harus benar-benar bisa maksimal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan puas kondisi jalan Banjarwangi-Singajaya ini," ungkap Ade.


Plt. Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Ibnu Kurniawan, menjelaskan bahwa pekerjaan preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya dibagi menjadi empat paket dengan total panjang penanganan 6,5 kilometer. Pekerjaan menggunakan konstruksi beton kaku (rigid pavement) setebal 20 sentimeter, lapis beton kurus (lean concrete) 10 sentimeter, serta Lapis Pondasi Atas (LPA). Lebar jalan berkisar 4–4,5 meter, menyesuaikan ketersediaan lahan.

"Preservasi Jalan Pamegatan–Singajaya ini itu terbagi 4 paket. Dengan total panjang penanganan itu 6,5 kilo. Dengan alokasi anggaran untuk pengadaannya sendiri sebenarnya 43 miliar, tapi nilai kontraknya itu sekitar 38 miliar," jelas Ibnu.

Ibnu meminta jajaran dan para kontraktor menyusun strategi pelaksanaan yang matang serta mempercepat pekerjaan. Hal ini mengingat waktu pengerjaan yang terbatas, kondisi geografis Banjarwangi yang menantang, dan musim penghujan yang mulai datang.

"Jadi harapannya nanti hasil pekerjaan ini tuh bukan cuman bertahan setahun dua tahun, tapi bertahan panjang sesuai dengan umur rencana yang sudah kita rencanakan," tandasnya.




Foto: Mochamad Ahdiansyah/Diskominfo Kabupaten Garut


footer background
FacebookTwitterInstagramYouTube
assets-logo

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151 Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000 [email protected]
Statistik Pengunjung
Online
18
Hari Ini
407
Bulan Ini
2642
Total
55749
© 2026 Pemerintah Kabupaten Garut. All Rights Reserved.