Pemkab Garut Akan Mengelar Pesona Garut Intan Carnival
Pemerintah kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan menggelar Pesona Garut Intan Carnival pada 19 oktober 2019 mendatang sebagai pendamping Gebyar Pesona Budaya Garut dalam event 100 Calender of Event dari Kementrian Pariwisata RI.
Dalam Pesona Garut Intan Carnival, selain kegiatan Carnaval Costum itu sendiri, juga disajikan Defile Uniform Batik yang biasa diikuti oleh Instansi atau Lembaga karena minimal Peserta berjumlah 10 orang. Digelar juga kegiatan penguat lainnya yakni Lomba Fotografi (Hobby maupun Profesional) untuk mengangkat dan memviralkan kegiatan pada saat pelaksanaannya, serta dimeriahkan pula dengan Bazzar aneka produk kreatif berupa Fashion, Kuliner maupun Kepariwisataan.
Tidak dapat dipungkiri, memang kegiatan “Pesona Garut Intan Carnival†ini terinspirasi oleh Jember Fashion Carnival (JFC) namun semenjak awal yang diharapkan menjadi pembeda dari kegiatan ini ada beberapa hal,
1. Mengutamakan bahan dari potensi local, seperti Akar Wangi dan Sutra (Garut), Mendong dan Bordel (Tasikmalaya), Bambu (Ciamis), dst.
2. Memfasilitasi bahan dari daur ulang, seperti Tas Keserek, Bekas Kemasan Makanan/Minuman Instan, limbah serutan kayu, dst
3. Senantiasa menonjolkan Batik, baik sebagai Kain Batik (Cap atau Tulis) maupun sebagai Motif, setidaknya 40% dari keseluruhan bahan sebagai upaya memperingati dan melestarikan Kain Batik yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
4. Thema kegiatan hanya sebagai panduan bagi Peserta dalam merancang dan membuat Costum Carnaval tanpa memberikan atau mengarahkan secara lebih teknis kepada Para Peserta, sehingga unsur Kreatifitas Personal lebih menonjol dalam kegiatan ini.
Sedangkan untuk Thema Kegiatan, yakni “Dancing Peacock†(Merak Ngibing) sebagai Motif Batik Khas Jawa Barat, yang dimaksudkan bahwa Konon, Burung Merak ini merupakan Hewan dari Surga yang diturunkan berbarengan dengan Nabi Adam AS. Disisi lain, Parahyangan (termasuk Kab.Garut didalamnya) adalah daerah / kawasan “yang diciptakan Tuhan tatkala tersenyum†karena itulah keindahan Alam beserta isinya tak terkalahkan daerah lain, beserta kelengkapannya.

Sehingga kelompok Costum, nantinya AKAN TERBAGI MENJADI Tiga kelompok tersebut, dengan bahan yang juga terdiri dari 3 macam/kelompok :
1. Batik (40%) selebihnya Bahan Bebas
2. Batik (40%) selebihnya Bahan Potensi Unggulan Lokal (Akar wangi, Mendong, Bambu, Sutra, Bordel, dsb)
3. Batik (40%) selebihnya Bahan Daur Ulang
Panitia tidak merekomendasikan (dengan kata lain) tidak memperkenankan menggunakan Bahan yang mudah layu (Tanaman, Buah-buahan, Dedaunan, dsb), serta tidak memperkenankan penggunaan BUnga/Tanaman sintetis/plastic yang sudah jadi. Disini unsur Kreasi dan Hand-made lebih diutamakan.
Sedangkan run-way yang digunakan sebagai cat-walk, seperti juga pada tahun-tahun sebelunya yakni dimulai dari Daerah Persiapan di Jl.Bank – Start dari depan Makodim – berbelok ke kiri arah Jl.A.Yani – menuju Jl.Ciledug – masuk ke Jl.Siliwangi hingga Jl.Dewi Sartika – dan masuk lagi ke arah kanan ke Jl.A.Yani hingga Finish berakhir di Lapang Basket Makodim 0611 Garut.
Kegiatan ini pun masih memperebutkan Piala Bergilir Gubenur Jawa Barat untuk Kelompok ataupun Penilaian Tertinggi dari Juri yang merupakan Akademisi, Designer, Pengamat Mode, dan Aparatur.
Sumber: Humas Diskominfo Garut
