Mendeteksi lokasi...
Cari informasi...

Sekolah Sungai Cimanuk Tebar 200 Kilogram Ikan di Sungai Cikokok, Dorong Pemulihan Ekosistem

Rabu, 23 September 2026 359

Aksi nyata pulihkan ekosistem! Sekolah Sungai Cimanuk tebar 2 kuintal benih ikan mas dan nila di Sungai Cikokok, Bayongbong, Garut. Langkah ini untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan alam, Senin (21/9/2026). (Foto: Dokumen SSC)

Upaya memulihkan ekosistem perairan terus dilakukan Sekolah Sungai Cimanuk (SSC). Sebanyak 200 kilogram atau 2 kuintal ikan ditebar ke aliran Sungai Cikokok, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (21/9/2026).

Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan SSC untuk memperkaya kembali keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pemulihan ekosistem sungai yang mengalami tekanan akibat pencemaran dan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Ikan yang ditebar terdiri atas ikan mas dan ikan nila. Pelepasan dilakukan langsung ke aliran Sungai Cikokok yang diharapkan menjadi habitat berkembangnya kembali populasi ikan secara berkelanjutan.

Kepala Sekolah Sungai Cimanuk, Yanto Rangkuti, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata menjaga keberlangsungan ekosistem sungai.

“Maksud dan tujuan dari penanaman ikan ini adalah untuk memperkaya kembali keanekaragaman hayati sungai serta memulihkan ekosistem perairan yang mulai berkurang. Kami memilih jenis ikan mas dan nila karena secara alami sangat sesuai dengan habitat Sungai Cikokok,” ujar Yanto.

Menurutnya, keberadaan populasi ikan yang sehat merupakan salah satu indikator penting bagi keberlangsungan ekosistem perairan. Karena itu, upaya pemulihan tidak cukup hanya dengan menebar ikan, tetapi harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga sungai.

“Harapan kami, populasi ikan ini dapat berkembang dengan baik, menjaga keseimbangan alam, serta memberikan manfaat keberlanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Sungai yang sehat adalah sumber kehidupan,” lanjutnya.

Menurut SSC, keberhasilan pemulihan Sungai Cikokok sangat bergantung pada keberlanjutan perlindungan habitat. Karena itu, masyarakat diajak menjaga kebersihan sungai, mencegah pencemaran, serta menghentikan praktik penangkapan ikan yang merusak.

Ada tiga pesan utama yang disampaikan SSC kepada masyarakat.

Pertama, menjaga kebersihan sungai. Masyarakat diajak menghentikan kebiasaan membuang sampah rumah tangga ke aliran sungai.

Kedua, menghentikan pencemaran. Limbah kimia maupun deterjen tidak semestinya dibuang secara langsung ke sungai karena dapat mengganggu kualitas air dan kehidupan organisme di dalamnya.

Ketiga, menangkap ikan secara lestari. Penggunaan racun, setrum, maupun bahan peledak harus dihentikan karena dapat merusak habitat dan memusnahkan berbagai organisme perairan.

“Kami ingin Sungai Cikokok kembali menjadi lumbung pangan dan ruang hidup bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” kata Yanto.

Antusiasme warga turut mewarnai kegiatan tersebut. Masyarakat berharap aksi serupa tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga Sungai Cikokok dan sungai-sungai lain yang menjadi bagian dari ekosistem Sungai Cimanuk.

Bagi SSC, menebar ikan hanyalah satu langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan sungai tetap bersih, habitat terlindungi, dan masyarakat bersama-sama menjaga kehidupan yang tumbuh di dalamnya.

Penulis: Hendra YG

sumber : sekolahsungaicimanuk.com


footer background
FacebookTwitterInstagramYouTube
assets-logo

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151 Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000 [email protected]
Statistik Pengunjung
Online
6
Hari Ini
20
Bulan Ini
10070
Total
38300
© 2026 Pemerintah Kabupaten Garut. All Rights Reserved.