Update Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Senin 26 Oktober 2020
Ada penambahan sebanyak 2 pasien kasus konfirmasi positif, dan 45 pasien Sembuh dari COVID-19 di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Senin 26 Oktober 2020, pukul 22.00 WIB.
Yeni Yunita yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut, berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD. dr. Slamet Garut pada sampel sebanyak 194, ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2 orang, yaitu perempuan (KC-625) usia 25 tahun dan perempuan (KC-626) usia 40 tahun dari Kecamatan Limbangan.
Selanjutnya, ada penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 5 orang, yaitu 1 orang dari Kecamatan Wanaraja, 1 orang dari Kecamatan Sucinaraja, 1 orang dari Kecamatan Sukawening, 1 orang dari Kecamatan Cigedug, dan 1 orang dari Kecamatan Pameungpeuk (1 orang diantaranya sedang proses perawatan di RSUD. dr. Slamet Garut).
"Ada pula laporan kasus konfirmasi positif COVID-19 telah selesai pemantauan (isolasi) bertambah 45 orang," kata Yeni.
Pada hari ini Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melakukan skrining pemeriksaan/pengambilan sampel Swab di beberapa tempat. Adapun jumlah mendapatkan skrining pengambilan sampel Swab sebanyak 560 sampel (orang).
Tim Gugus Tugas COVID-19 juga, telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-617 di Kecamatan Bayongbong sebanyak 4 orang, pada kontak erat KC-451, KC-452, dan KC-453 di Kecamatan Sukaresmi sebanyak 21 orang, pada kontak erat KC-467 dan KC-624 di Kecamatan Sukawening sebanyak 6 orang, pada kontak erat KC-567, KC-617, KC-618 dan KC-619 di Kecamatan Cisewu sebanyak 7 orang, pada kontak erat KC-575 di Kecamatan Cigedug sebanyak 3 orang, pada kontak erat KC-618 di Kecamatan Tarogong Kaler sebanyak 4 orang, pada kontak erat KC-439 dan KC-440 di Kecamatan Leles sebanyak 72 orang, pada kontak erat KC-621 di Kecamatan Selaawi sebanyak 3 orang, pada kontak erat KC-472, dan KC-619 di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 55 orang, pada kontak erat KC-465 dan KC-477 di Kecamatan Wanaraja sebanyak 5 orang, pada kontak erat KC-550, KC-551, KC-546, dan KC-555 di Kecamatan Pasirwangi sebanyak 16 orang, dan pada kontak erat KC-469 dan KC-486 di Kecamatan Sucinaraja sebanyak 5 orang, serta pada kontak erat KC-440 dan KC-573 di Kecamatan Kadungora sebanyak 12 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab.

Untuk jumlah total kasus COVID-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi positif) di Kabupaten Garut sampai saat ini sebanyak 11.402 kasus, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 7.599 kasus, dengan rincian 2.005 Kasus isolasi mandiri dan 5.594 Kasus discarded/selesai pemantauan.
Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 3.177 kasus, dengan rincian 57 Kasus isolasi mandiri, 5 Kasus Isolasi RS/perawatan, 3.077 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal.
"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.
Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 626 kasus terdiri 0 kasus isolasi mandiri, 255 kasus isolasi RS/perawatan, 356 kasus dinyatakan sembuh, dan 15 kasus meninggal.
Yeni menegaskan, kunci utama memutus mata rantai Covid-19 adalah disiplin 3M : Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
"Namun demikian, kepatuhan protokol kesehatan akan efektif mencegah penularan akan lebih mudah dilakukan jika pelaksanaannya kolektif, tidak sendiri-sendiri. Masyarakat perlu saling mengingatkan orang lain agar bisa mematuhi protokol kesehatan," ujar Yeni.
Yeni mengatakan, pelaksanan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan harus dilakukan benar dan tidak asal-asalan. "Mari kita membiaskan diri dengan protokol kesehatan, ingat pakai masker dengan baik dan benar, jangan asal-asalan, tutupi bagian hidung sampai dagu," kata Yeni.
Masker menjadi pelindung bukan aksesori atau hiasan semata dalam upaya menekan penyebaran Virus Corona. Banyak ditemukan di lapangan, masker hanya menutup bagian dagu, bahkan ada pula yang mengalungkan di bagian leher. Hal itu tidak benar.
Biar aman, ada baiknya masyarakat membawa masker lebih dari satu ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Masker akan efektif diganti setiap pemakaian empat jam.
Selain masker, aktivitas mencuci tangan juga juga penting untuk mencegah Virus Corona (Covid-19). Mencuci tangan bersih bisa menjadi modal penting menghindari penularan virus.
"Yang juga penting adalah tangan jangan menyentuh bagian tubuh yang sensitif, saat Anda belum mencuci tangan," ujar Yeni.
Selain itu, Yeni juga mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak orang.
Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.
Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, jagajarak juga mesti dibekali dengan pakaimasker agar efektif.
Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang jaga jarak dengan orang lain yang tidak
Secara umum, 3M adalah benteng utama bagi setiap orang untuk menghindarkan diri dari paparan Virus Corona, terlepas dari kondisi tubuh orang bersangkutan. Apalagi, imunitas seseorang berbeda-beda. Namun jika bentengnya kuat, pertahanan melawan virus ini bisa maksimal.
Yeni juga mengingatkan pentingnya masyarakat disiplin menerapkan 3M. Protokol 3M harus dilaksanakan secara masing-masing oleh semua orang tanpa terkecuali dalam kehidupan sehari-hari.
