Bupati Garut Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpres Nurul Huda Pasirwangi
Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Pasirwangi menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus Peresmian Masjid Ponpres di Kampung Melati RT04 RW05, Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (23/11/2019) malam.
Pembukaan dan Peresmian Masjid Ponpres Nurul Huda dilakukan oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, disaksikan oleh Jampinsus Kejaksaan Agung RI H. M Adi Toegarisman, Kejati Jawa Barat H. Raja Nafrizal, Forkopimda Garut yang mewakili, Kejari Garut Anwar, Kepala SKPD, Para Camat, para Kepala Desa dan tamu undangan. Tausiyah diisi oleh Al Mukaromah KH. Abdul Kohar dari kabupaten Sumedang.
Dalam sambutannya Bupati Rudy mengatakan Ponpes Nurul Huda merupakan pesantren terhormat di kabupaten Garut yang dikelola dengan penuh keikhlasan dari guru besar kita KH. Ceng Mahdi.
â€Demi Allah saya bersahabat dengan KH. Ceng Mahdi, beliau tidak pernah meminta apapun kepada saya pribadi maupun kepada Pemkab Garut beliau hanya meminta doa, beliau mengurus perizinan pun selalu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, beliau tidak memanfaatkan kedekatan dengan saya,†ungkap Bupati Garut.
Lanjut Bupati, dari pelajaran yang saya dapat dari KH. Ceng Mahdi, bahwa dengan doa semua keinginan apa pun itu bisa tercapai apalagi dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridho Allah SWT.
Dalam memaknai Maulid Nabi, Bupati mengungkapkan, bahwa makna yang paling mendasar dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah untuk mengevaluasi sejauh mana Uswatun Hasanah yang melekat pada diri Rosulullah SAW dapat kita teladani dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Sungguh merupakan kerugian, apabila acara seperti ini tidak mampu merubah perilaku kita ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam tataran ibadah secara vertikal maupun horizontal melalui peningkatan Iman dan Taq’wa serta semakin tingginya kesalehan Sosial," tuturnya.
Dijelaskan Bupati, keteladanan Rosul yang saat ini hampir punah, harus dihidupkan lagi yang diawali dengan menjalin silaturahmi, mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan dan gotong-royong, mengingat masyarakat saat ini sudah kurang peduli lagi terhadap lingkungan, banyak yang tidak memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan, padahal Islam merupakan agama yang mengajarkan ketertiban, keindahan, kebersihan dan kesehatan lingkungan, sebagaimana sabda Rosul dalam hadist bahwa “kebersihan itu sebagian dari imanâ€.
Namun demikian Bupati menambahkan, seiring dengan peringatan hari kelahiran junjunan kita Nabi besar Muhammad SAW, pada dasarnya mengajak kita untuk menyimak kembali segala aspek kehidupan Rosulullah yang sejak kecil penuh dengan keteladanan.
"Untuk itulah marilah kita bertafakur sampai sejauhmana kita dapat melaksanakan contoh tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari guna mewujudkan Masyarakat Garut yang "Baldhatun ThoyyibatunWwa’robbunGhofur"," ungkapnya.
Terakhir Bupati berharap, makna maulid sebagai spirit bagi kita semua untuk terus berjalan yang diridhoi Allah SWT sehingga kita yakin disuatu saat nanti akan mendapat ganjaran Syurga Allah SWT.
â€Yang harus kita ingat, Allah SWT bukan saja mempunyai Syurga, tapi Allah punya Neraka yang akan membalas segala keburukkan perbuatan kita,†pungkasnya.
Sumber: Humas Diskominfo Garut
